Informasi dan Tips – informasitips.com

Penyakit Malaria : Penanganan dan Pencegahan

Posted on by in , with 0 Comments

informasitips.com – Bagaimana melakukan pemeriksaan, penanganan, dan pencegahan terhadap penyakit malaria? Simak pembahasannya di artikel ini!

Pemeriksaan

  • Pemeriksaan sampel darah mengunakan mikroskop, untuk menemukan parasit malaria. Pemeriksaan parasit malaria sebaiknya diulang 3 kali dengan jarak waktu 12-24 jam. Jika pada pengulangan yang ketiga sampel darah penderita bernilai negative, dapat dipastikan bahwa penderita bebas dari infeksi malaria. Pada penderita yang positif terinfeksi malaria, persentase parasit yang terkandung pada sel darah merah dapat dihitung dengan melihat 500-2000 sel darah merah yang terinfeksi.

  • Pemeriksaan enzim hati untuk melihat kerusakan sel hati
  • Jika terjadi kompilkasi atau penderita mengalami penurunan kesadaran perlu dilakukan pemeriksaan penunjang lengkap seperti foto thorak untuk melihat ada atau tidak edema paru, pemeriksaan fungsi ginjal, dan pemeriksaan jantung.

Penanganan

  • Pengobatan malaria ringan tanpa komplikasi
    Penanganan terhadap malaria sudah dimulai sejak tahun 1638, mengunakan getah dari pohon cinchona atau di Indonesia dikenal sebagai pohon kina. Tahun 1930 ahli farmakologi Jerman menemukan atabrine (quinacrine hidrocloride), pada saat itu atabrine dianggap lebih efektif di banding quinine. Pada akhir perang dunia II kloroquine ditemukan. Kloroquin yang dipakai hingga saat ini memiliki daya sembuh lebih baik di banding atabrine dan quinine. Keunggulan lain kloroquin adalah mampu menyembuhkan gejala infeksi malaria secara total dan memiliki kandungan racun paling sedikit.

    Namun berdasarkan pengamatan terhadap peningkatan angka kejadian malaria, saat ini plasmodium falciparum telah bermutasi dan kebal terhadap kloroquin. Untuk mengatasi masalah tersebut mefloquine merupakan jawaban tepat. Mefloquine tidak hanya mampu menyembuhkan penderita yang telah terinfeksi tetapi juga mampu digunakan sebagai langkah awal pencegahan.

    Menurut dokter Paul Harijanto SpPD-KPTI dari RSU Bethesda Tomohon pengobatan malaria ringan akibat infeksi spesies plasmodium falciparum dan plasmodium vivax mengunakan obat golongan ACT. Pada P. falciparum penggunaan primakuin 45mg/hari, dosis tunggal sedang pada P.vivax sediaan primakuin 15mg di minum setiap hari selama 14 hari. Contoh sediaan ACT di Indonesia yaitu kombinasi Artesunate+Amodiakuin (AS+AQ), kombinasi Artemether-Lumefantrine(AL) dan kombinasi Dihydroartemisinin-Piperaquine (DHP). Kombinasi DHP merupakan kombinasi terbaru untuk mengatasi kegagalan kombinasi obat sebelumnya. Kombinasi ini efektif mengobati spesies P. falciparum dan P. vivax, diberikan sebagai dosis tungggal selama 3 hari.

    Penangangan dan Pencegahan Malaria

    Jika penderita belum mengalami perbaikan kondisi, pada hari ke 4 sampai hari ke 28, disertai peningkatan suhu tubuh >37.5°C dan terjadi parasitemia kombinasi ACT perlu diganti atau ditambah agar lebih efektif. Contoh kombinasi tersebut adalah kina+doksisiklin/tetrasiklin+primakuin. Doksisiklin 100mg 1 tablet dengan dosis 3-5mg/kgBB diberikan 1xsehari selama 7 hari, sedang tetrasiklin 250mg dengan dosis 4mg/kgBB diberikan 4xsehari.

    Pengobatan malaria pada wanita hamil tidak boleh diberikan doksisiklin/tetrasiklin. Obat-obat tersebut diganti dengan clindamycin 10mg/kgBB diberikan 2xsehari selama 7 hari.

  • Pengobatan malaria berat
    Komplikasi malaria terjadi akibat keterlambatan diagnose, kesalahan diagnose dan kesalahan dalam penanganan malaria. Untuk menangani komplikasi malaria dipilih obat-obatan yang dapat diberikan melalui intra vena, perinfuse dan intra muskuler. Tujuan pemilihan akses ini adalah untuk menurunkan angka kematian.

    Obat-obatan yang dapat digunakan untuk menangani malaria adalah devirat artemisin. Artemisin berasal dari Cina memiliki daya bunuh cepat terhadap parasit. Keunggulan lain yang dimiliki artemisin adalah memberikan perbaikan klinis yang cepat, menghambat gametosit, efektif terhadap parasit yang resisten, bekerja pada semua bentuk parasit seperti tropozit dan skizon, menghambat metabolism parasit yang tidak dapat dilakukan anti malaria lain. Masih menurut dokter Paul Harijanto SpPD-KPTI berikut beberapa obat yang dapat digunakan untuk menangani malaria berat:

    1. Artesunate injeksi (1 flacon=60mg, dosis intravena 2.4mg/kgBB/kali pemberian)
      Artesunate dilarutkan mengunakan 1ml bicarbonate 5% dan diencerkan dengan 5-10ml dektrose 5% diberikan melalui intravena. Diberikan setiap 12 jam. Jika penderita sudah sadar antimalaria dapat diganti dengan tablet artesunate 2mg/kg diberikan selama 7 hari. Untuk mencegah rekudensi artesunate dapat dikombinasi dengan doksisiklin 2x100mg/hari selama 7 hari. Pada wanita hamil diberikan cindamycin 2x10mg/KgBB

    2. Arthemeter (1 ampul=80mg)
      Diberikan secara intra muscular dengan dosis 1.6mg/KgBB.
  • Vaksin
    Saat ini vaksin penangkal malaria yang berbahan dasar artemisin sedang dikembangkan. Artemisin yang banyak digunakan oleh tabib-tabib Cina untuk menyembuhkan demam, terbukti efektif memerangi plasmodium falciparum. Sayang vaksin berbahan dasar artemisin ini masih sulit untuk diperbanyak hingga dapat digunakan secara masal.

Pencegahan

  • Pasang kawat kasa pada semua ventilasi rumah

  • Usahakan untuk tidak membuat kandang ternak dengan jarak yang sangat dekat dengan tempat tinggal anda
  • Gunakan baju dan celana panjang jika hendak keluar rumah
  • Gunakan kelambu jika nyamuk anopheles masih bisa masuk missal karena dinding rumah anda masih terbuat dari kayu atau bamboo
  • Laporkan pada dinas kesehatan setempat bahwa didaerah tempat anda tinggal termasuk daerah endemic malaria
  • Segera berobat kerumah sakit jika anda atau orang-orang disekiling anda mengalami gejala diatas.
    Mencegah selalu lebih baik dari pada mengobati! Salam sehat.

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

TEMUKAN KAMI DI:

NEWSLETTER

Mau berlangganan artikel Kami? Tulis Email Anda pada form di bawah ini.

Cek Email Anda setelahnya untuk mengaktifkan layanan newsletter. Terimakasih