Informasi dan Tips – informasitips.com

Penyakit Leukemia

Posted on by in , with 0 Comments

informasitips.com – Anda tentunya pernah mendengar mengenai Penyakit Leukemia. Penyakit ini merupakan penyakit yang cukup berbahaya dan dapat mengancam jiwa. Leukemia adalah suatu penyakit keganasan pada sel darah, disebut juga dengan kanker darah. Istilah leukemia berasal dari bahasa latin leukos yang artinya putih dan aima yang artinya darah.

Untuk dapat memahami mengenai penyakit Leukemia ini, pertama-tama Anda harus mengenal dahulu komponen-komponen dari darah. Darah Anda tampak seperti cairan yang kental. Hal itu disebabkan karena darah terbagi menjadi 2 bagian, yaitu bagian yang padat atau disebut sel-sel darah dan bagian cair yang disebut sebagai plasma.

Plasma darah jumlahnya kurang lebih sebanyak 55 % dari komposisi darah. Fungsi dari plasma darah yaitu untuk transportasi berbagai zat seperti nutrisi, elektrolit, gas, hormon maupun protein plasma yang semuanya berfungsi untuk menjaga agar sel-sel dalam tubuh dapat bekerja dengan baik.

Penyakit leukemia

Gambar : topnews.ae

Sedangkan sel-sel darah terbagi menjadi 3 macam, yaitu sel darah merah, sel darah putih dan platelet. Sel darah merah jumlahnya sekitar 45 % dari komposisi darah, sehingga darah tampak berwarna merah. Fungsi dari sel darah merah yaitu membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh sel-sel di tubuh dan membawa karbondioksida dari sel tubuh ke paru-paru untuk dibuang. Sel darah merah sangat penting untuk menjaga kelangsungan hidup sel-sel tubuh. Sel darah putih berperan dalam imunitas tubuh dan merupakan pasukan pertahanan dari serangan bakteri dan kuman. Sel darah putih terbagi menjadi beberapa jenis dan semuanya berperan dalam sistem pertahanan tubuh. Sel darah putih dan platelet jumlahnya kira-kira 1 % dari komposisi darah. Platelet berfungsi dalam proses hemostasis/pembekuan darah (proses untuk menghentikan perdarahan).

Sel-sel darah berasal dari sel punca/sel induk (stem cell) yang letaknya di dalam sumsum tulang. Pertama-tama sel punca akan berkembang menjadi sel myeloid atau sel lymphoid. Sel myeloid nantinya dapat berkembang menjadi sel darah merah, platelet atau beberapa macam sel putih. Sedangkan sel lymphoid akan berkembang menjadi salah satu jenis sel darah putih. Sel darah akan dibentuk dan matang di dalam sumsum tulang sebelum dilepaskan ke pembuluh darah.

Pada Penyakit Leukemia, sumsum tulang menghasilkan sel-sel darah putih yang bersifat ganas. Sel-sel darah tersebut jumlahnya banyak dan memiliki rentang hidup yang lebih lama daripada yang seharusnya, sehingga lama kelamaan darah akan sesak oleh sel darah putih sedangkan sel-sel darah lain yang normal akan terdesak dan kerjanya menjadi terganggu.

Tipe Leukemia
Leukemia dapat dibagi berdasarkan seberapa cepat penyakit tersebut berlangsung dan semakin parah. Terdapat leukemia kronik dimana kondisi pasien akan memburuk perlahan, dan leukemia akut dimana kondisi pasien biasanya memburuk dengan cepat.

  1. Leukemia kronik : pada awalnya sel darah putih masih bisa melakukan fungsinya seperti biasa, sehingga tidak tampak gejala dan hanya dapat ditemukan ketika dilakukan pemeriksaan darah rutin. Perlahan-lahan fungsi sel darah putih akan menurun dan gejala mulai terlihat, misalnya sering demam atau adanya pembesaran kelenjar getah bening. Gejala-gejala tersebut akan bertambah parah seiring berjalannya waktu.

  2. Leukemia akut : sel darah putih sama sekali tidak bisa berfungsi normal. Jumlah sel darah putih meningkat secara drastis.


Leukemia juga dapat dibagi berdasarkan tipe sel darah putih yang terkena, yaitu sel myeloid atau sel lymphoid. Terdapat 4 tipe:

  1. Leukemia limfositik kronik (chronic lymphocytic leukemia) : mengenai sel-sel lymphoid dan berkembang perlahan. Kurang lebih terdapat 15000 kasus baru setiap tahunnya. Biasanya didiagnosis pada usia lebih dari 55 tahun, hampir tidak pernah muncul pada anak.

  2. Leukemia mieloblastik kronik (chronic myeloblastic leukemia) : mengenai sel-sel myeloid dan berkembang perlahan. Kurang lebih 5000 kasus baru per tahun dan biasanya mengenai orang dewasa.
  3. Leukemia limfositik akut (acute lymphocytic leukemia) : mengenai sel-sel lymphoid dan berkembang dengan cepat. Kurang lebih 5000 kasus baru setiap tahun, mengenai anak dan dewasa. Merupakan tipe leukemia paling umum pada anak.
  4. Leukemia mieloblastik akut (acute myeloblastic leukemia) : mengenai sel-sel myeloid dan berkembang dengan cepat. Terdapat 13000 kasus baru setiap tahun pada anak dan dewasa.



Faktor Resiko
Penyebab pasti leukemia masih belum diketahui dengan jelas. Walaupun demikian, terdapat beberapa faktor resiko yang diketahui berhubungan dengan munculnya penyakit ini. Namun perlu diperhatikan pula bahwa memiliki salah satu atau beberapa faktor resiko tersebut tidak lantas memastikan akan munculnya penyakit.

  • Radiasi : orang-orang yang terpapar radiasi tingkat tinggi memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk mengalami leukemia. Hal ini termasuk terapi radiasi untuk kanker, foto ronsen atau CT-Scan dan ledakan bom atom.

  • Merokok
  • Benzene : merupakan suatu zat kimia yang ditemukan di banyak pabrik kimia dan juga di dalam rokok.
  • Kemoterapi
  • Penyakit Down syndrome atau penyakit turunan lain
  • Penyakit kelainan darah
  • Virus HTLV-I (Human T-cell leukemia virus type I)
  • Riwayat keluarga


Gejala
Gejala-gejala yang dapat timbul pada penyakit ini berkaitan dengan terganggunya fungsi sel-sel darah lainnya dan juga hilangnya fungsi sel darah putih itu sendiri.

  • Anemia. Akibat berkurangnya sel darah merah, penderita akan tampak pucat dan merasa mudah lelah. Jika semakin parah, dapat timbul sesak karena tubuh merasa kekurangan oksigen.

    Terganggunya proses pembekuan darah. Terganggunya fungsi platelet menyebabkan penderita mudah berdarah. Biasanya terdapat perdarahan dari gusi, serta timbul bercak kebiruan maupun bintik-bintik merah di kulit.

  • Terganggunya imunitas. Menurunnya fungsi sel darah putih berarti tubuh akan sulit melawan infeksi bakteri sehingga penderita sering sakit. Paling umum terjadi adalah demam yang berulang dan gejala seperti flu. Sel darah putih yang ganas dapat pula menyerang sel darah normal sehingga fungsi sel darah normal semakin berkurang.
  • Gejala lain : dapat timbul mual, keringat malam, sakit kepala, nyeri sendi dan tulang. Jika terdapat pembesaran organ hati dan limpa maka perut akan membesar dan terasa tidak nyaman, nafsu makan berkurang sehingga terjadi penurunan berat badan.


Diagnosis
Selain dari gejala-gejala yang dirasakan dan pemeriksaan fisik, diperlukan beberapa pemeriksaan penunjang seperti:
- Tes laboratorium : hitung darah lengkap untuk menghitung jumlah sel-sel darah
- Biopsi sumsum tulang untuk mencari keganasan pada sel darah.

Terapi
Terapi untuk menangani leukemia bergantung pada jenis leukemia, usia penderita, gejala-gejala yang ada dan keadaan umum penderita. Penderita leukemia akut memerlukan penanganan segera, sedangkan leukemia kronik dapat ditangani berdasarkan munculnya gejala.

Pilihan terapi yang ada yaitu kemoterapi, terapi target, terapi biologi, terapi radiasi, transplantasi sel punca, maupun kombinasi dari beberapa terapi tersebut.

  • Kemoterapi : merupakan obat-obatan yang menghancurkan sel-sel leukemia. Namun, obat-obatan tersebut juga menghancurkan sel tubuh normal yang sifatnya dapat membelah dengan cepat, seperti sel darah, rambut, saluran pencernaan, sel telur dan sperma. Karena itu efek samping kemoterapi cukup hebat, yaitu mudah terkena infeksi, cepat lelah, mudah berdarah dan mudah memar, rambut rontok, mual, muntah, diare hingga infertilitas.

  • Terapi target : merupakan obat-obatan yang menghentikan pertumbuhan sel-sel ganas. Efek samping berupa perut kembung, pertambahan berat badan, mual, muntah, diare, kram otot dan kemerahan pada kulit.
  • Terapi biologi : merupakan obat-obatan yang meningkatkan kemampuan tubuh dalam melawan penyakit tersebut. Efek samping berbeda-beda pada setiap orang, namun biasanya berupa gatal-gatal pada kulit, nyeri kepala, nyeri otot, lemah dan demam.
  • Terapi radiasi (radioterapi) : yaitu menghancurkan sel-sel leukemia dengan menembakkan cahaya dengan energi tinggi. Efek samping tergantung pada dosis dan bagian tubuh yang terkena radiasi.
  • Transplantasi sel punca : Dalam terapi ini diberikan obat-obatan atau radiasi dengan dosis tinggi untuk menghancurkan sel-sel ganas dan sel darah normal dalam sumsum tulang. Setelah itu dimasukkan sel punca baru untuk membentuk sel-sel darah yang sama sekali baru. Sel punca dapat didapatkan dari penderita sendiri (jika memungkinkan), dari keluarga dekat, saudara kembar atau donor (setelah dilakukan tes untuk menentukan cocok atau tidak), atau dari sel darah umbilikal. Efek samping dari terapi ini yaitu rentan terhadap infeksi dan perdarahan selama menunggu sel darah yang baru terbentuk. Selain itu juga ditakutkan adanya reaksi penolakan tubuh terhadap transplantasi sel punca.

Selain terapi-terapi tersebut juga terdapat terapi simptomatik, misalnya jika jumlah sel darah merah terus menerus turun, mungkin diperlukan transfusi darah. Jika limpa membesar terus menerus, mungkin perlu dilakukan operasi pengangkatan limpa. Terapi penunjang lainnya dilakukan untuk mencegah timbulnya infeksi, menangani perdarahan, dan menjaga kesehatan mulut karena pada penderita leukemia yang sedang diterapi mulut menjadi mudah terinfeksi dan mudah berdarah.

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

JOIN US ON

NEWSLETTER

Mau berlangganan artikel Kami? Tulis Email Anda pada form di bawah ini.

Cek Email Anda setelahnya untuk mengaktifkan layanan newsletter. Terimakasih