Informasi dan Tips – informasitips.com

Pentingnya Vitamin D untuk Kesehatan Anak

informasitips.com – Vitamin D dibutuhkan sejak anak berada dalam kandungan, berlanjut setelah dia lahir, saat kanak-kanak, hingga dia dewasa. Secara umum, vitamin D berperan dalam pertumbuhan tulang dan gigi.

Reseptor vitamin D tersebar di seluruh tubuh manusia. Oleh karena itu, tidak heran jika vitamin D memiliki peranan yang krusial bagi metabolisme tubuh, seperti mencegah berbagai penyakit dan menjaga kesehatan yang optimal.

Pada anak, asupan vitamin D yang cukup sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Oleh sebab itu, asupan vitamin D per harinya haruslah memenuhi dosis minimum untuk anak.

Dosis Vitamin D untuk Anak

400 IU vitamin D merupakan dosis yang aman untuk semua usia, dan telah disepakati oleh para ahli. Jika ingin disetarakan dengan satuan berat, maka 400 unit internasional (IU) vitamin D setara dengan 10 mikrogram vitamin D. Untuk bayi, dosis vitamin D yang direkomendasikan adalah antara 300 hingga 400 IU per hari.

Dua Bentuk Vitamin D

Hingga saat ini diketahui terdapat dua bentuk vitamin D, yaitu Ergocalciferol (Vitamin D2) dan Colecalciferol (Vitamin D3). Vitamin D2 merupakan produk dari tanaman manakala terpapar oleh sinar matahari, sedangkan vitamin D3 diperoleh dari ikan ataupun binatang mamalia ketika terkena sinar matahari. Vitamin D3 lah yang Kamu dapatkan saat kulit Kamu terpapar sinar matahari. Vitamin D3 juga yang akan anak Kita dapatkan ketika dia diberi minyak ikan. Begitu juga untuk urusan suplementasi manusia, yang direkomendasikan oleh para ahli adalah vitamin D3. Vitamin D3 300% lebih efektif dalam menyuplai vitamin D untuk manusia ketimbang vitamin D2. Oleh karena itu, suplemen vitamin D yang tersedia di pasaran terkandung vitamin D dalam bentuk vitamin D3. Saat cuaca tidak mendukung untuk kulit si kecil terpapar sinar matahari, maka pemberian suplementasi vitamin D tidak terelakkan lagi guna menjaga kualitas kesehatan anak.

Peran Vitamin D untuk Anak

Seperti yang telah disebutkan di atas bahwa vitamin D memiliki peranan yang sangat krusial bagi tubuh manusia, termasuk anak-anak. Selain itu, vitamin D juga diketahui berperan dalam proses absorpsi atau penyerapan mineral-mineral lain ke dalam tubuh atau aliran darah agar bisa digunakan. Vitamin D sangat esensial perannya dalam memfasilitasi metabolisme kalsium dan mineralisasi tulang, serta untuk ekspresi protein di dalam dinding usus guna mendukung proses penyerapan kalsium. Asupan vitamin D yang cukup juga berperan dalam membantu menurunkan risiko diabetes tipe 1 dan tipe 2, penyakit auoimun, serta infeksi.

Anak Sakit dan Kekurangan (Defisiensi) Vitamin D

Menurut sebuah penelitian, kekurangan vitamin D sangat umum terjadi pada anak-anak yang sakit. Tidak hanya itu, defisiensi vitamin D juga akan semakin memperparah sakit yang diderita oleh anak, dan jika si kecil dirawat di rumah sakit, maka akibatnya waktu tinggal atau waktu rawatnya akan menjadi lebih lama. Penelitian yang melibatkan ratusan responden itu menunjukkan bahwa anak yang sakit dan dirawat mengalami keadaan defisiensi vitamin D di dalam tubuhnya yang ditunjukkan dengan pemeriksaan darah mereka. Dari hasil penelitian tersebut disimpulkan bahwa keurangan vitamin D di dalam tubuh sangat terkait dengan melemahnya kondisi anak, sehingga mereka jatuh sakit. Oleh karena itu, agar tidak mengalami defisiensi vitamin D, maka si kecil perlu mengonsumsi makanan yang kaya akan kandungan vitamin D

Sumber Vitamin D untuk Anak

Sinar Matahari, inilah sumber utama bagi manusia, termasuk anak-anak, untuk mendapatkan asupan vitamin D. Paparan sinar matahari pada kulit manusia dapat menstimulasi proses produksi vitamin D oleh tubuh. Sinar matahari yang berperan dalam proses sintesis vitamin D oleh tubuh adalah sinar UV-B. Untuk mengetahui lebih jelas perihal Vitamin D dan Sinar Matahari, maka Kamu bias membacanya pada tautan ini, Vitamin D dan Sinar Matahari.

Makanan, juga merupakan sumber utama untuk mendapatkan asupan vitamin D. Contoh-contoh makanan yang kaya akan vitamin D adalah susu sapi, yogurt, sereal, produk biji-bijian, ikan dan minyak ikan, kuning telur, tempe, tahu, jamur, jus jeruk, dan lain-lain.

Suplemen, jika si kecil tidak cukup terpapar sinar matahari dan tidak banyak mengonsumsi makanan yang kaya vitamin D, maka pilihannya untuk memberikan asupan vitamin D pada si kecil adalah dengan cara memberikan kepadanya suplemen vitamin D. Produk suplemen vitamin D tersedia banyak di apotek-apotek terdekat.



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

loading...

FOLLOW INFORMASITIPS

ARTIKEL PILIHAN

NEWSLETTER

Dapatkan Informasi dan Tips terbaru langsung ke Email Anda. Masukkan alamat Email Anda di bawah ini, kemudian klik langganan: