Informasi dan Tips – informasitips.com

Pentingnya Kolin Selama Kehamilan dan Menyusui

telur dan susu sumber utama kolin yang baik untuk ibu hamil dan menyusuiinformasitips.com – Kolin merupakan salah satu zat gizi penting yang diperlukan oleh Ibu hamil dan menyusui. Kolin memiliki peranan yang sangat vital bagi perkembangan struktur otak, tabung saraf, dan fungsi memori otak bayi. Sayangnya, banyak wanita yang masih belum begitu mengenal apa dan bagaimana pentingnya kolin selama kehamilan dan menyusui. Padahal kebutuhan kolin bagi wanita hamil dan menyusui jauh lebih tinggi dari pada wanita yang tidak sedang hamil dan menyusui.

Seperti halnya asam folat, kolin (bag dari Vit. B kompleks) sangat berguna untuk mencegah cacat tabung saraf janin. Kolin sangat penting dalam proses pematangan sel otak bayi selama dalam kandungan. Kolin berperan dalam mengoptimalkan fungsi memori dan kemampuan otak dalam belajar dan berpikir.

Wanita hamil tidak boleh mengalami deficit (kekurangan) asupan kolin selama masa kehamilannya. Defisiensi kolin yang terjadi selama masa kehamilan beresiko cukup fatal pada perkembangan otak janin. Wanita yang kekurangan kolin selama kehamilan memiliki resiko 4 kali lebih besar mengalami gangguan cacat tabung saraf pada janin, yaitu spina bifida. Kekurangan kolin selama masa kehamilan juga beresiko tinggi menyebabkan kurangnya suplai darah ke otak bayi sehingga mempengaruhi kemampuan dan fungsi kognitif otak bayi. Bahaya lain akibat kekurangan kolin selama kehamilan adalah timbulnya berbagai resiko kehamilan seperti preeklamsia, kelahiran premature, dan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR).

Selain penting selama dalam masa kehamilan, kecukupan kolin bagi bayi juga tetap perlu dijaga setelah bayi lahir, selama masa menyusui. Lewat Air Susu Ibu (ASI) bayi akan memperoleh asupan kolin yang dibutuhkannya. Tubuh manusia bisa memproduksi kolin, namun jumlah kolin yang diproduksi tubuh belum mampu mencukupi jumlah kolin yang dibutuhkan. Untuk itu dibutuhkan sumber kolin dari luar, bisa dari sumber alami (makanan yang kaya akan kolin) dan suplemen. Dosis kolin untuk wanita hamil adalah sekitar 450 mg per hari, dan bagi ibu menyusui adalah 550 mg/hr. Telur adalah salah satu sumber kolin alami yang baik bagi ibu hamil dan menyusui. Dalam satu kuning telur terkandung kira-kira 125 mg kolin. Selain telur ada banyak makanan yang kaya akan kolin seperti susu, daging sapi, kedele, kacang, bayam, kubis, salmon, pisang dan gandum. Perbanyaklah konsumsi makanan yang mengandung kolin terutama selama masa kehamilan dan menyusui agar bayi tumbuh sehat dan cerdas.

Selain bagi bayi, kolin juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan ibu hamil dan menyusui. Bahkan banyak hasil penelitian yang mengungkapkan bahwa konsumsi kolin yang cukup juga dapat menurunkan resiko terjadinya kanker pay*d*ra dan menjaga kesehatan jantung.

Bagaimana Bila Kelebihan kolin?
Bila kekurangan kolin membawa dampak yang tidak baik bagi kesehatan ibu dan bayi selama masa kehamilan dan menyusui, lalu berbahayakah bila terlalu banyak mengkonsumsi kolin? Jawabannya tentu saja iya. Segala sesuatu yang berlebihan pastinya memberikan efek yang tidak baik bagi tubuh. Batas toleransi tertinggi konsumsi kolin adalah sebesar 3500 mg per hari. Jumlah tersebut tentunya sangat jauh melebihi dosis kecukupan kolin yang bisa diperoleh dari makanan sehari-hari. Kelebihan kolin bisa menimbulkan keracunan dengan gejala-gejala bau badan tidak sedap, mual, muntah, peningkatan (berlebihan) saliva, keringat berelebih, diare, dan tekananan darah rendah (hipotensi). Dan kondisi keracunan tersebut biasanya terjadi pada mereka yang mengkonsumsi suplemen kolin, bukan pada mereka yang memperoleh kolin dari sumber alami (makanan). Oleh karena itu, Anda tidak perlu khawatir akan resiko kelebihan kolin selama Anda mengkonsumsinya secara wajar.


————————————————————————————-
Berikut beberapa sumber makanan yang kaya akan kolin:
————————————————————————————-
Tahu 100 gr = 28 mg kolin
Daging sapi 85 gr = 66 mg kolin
Ikan Salmon 85 gr = 56 mg kolin
1 butir telur = 125 mg kolin
Daging Ayam 100 gr = 65.6 mg kolin

Brokoli 110 gr = 62 mg kolin
Kembang kol 85 gr = 62 mg kolin
Asparagus 100 gr = 16.1 mg kolin
Kubis 110 gr = 30.5 mg kolin
Jagung 110 gr = 52 mg kolin

Keju cedar 28 gr = 4.7 mg kolin
Satu buah apel = 4.7 mg kolin
Alpukat 28 gram = 4 mg kolin
1 buah pisang = 11.6 mg kolin
Anggur 110 gr = 9 mg kolin

Selain makanan-makanan tersebut di atas ada sumber makanan lainnya yang juga kaya akan kolin, yaitu hati sapi dan hati ayam. Dalam 100 gram hati sapi dan ayam bisa terkandung sekitar 400 mg kolin. Namun, karena hati sapi dan hati ayam juga sangat tinggi kandungan vitamin A nya, sebaiknya dihindari oleh ibu hamil karena vitamin A yang terlalu tinggi bisa membahayakan kesehatan janin.



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

FOLLOW INFORMASITIPS

ARTIKEL PILIHAN

NEWSLETTER

Dapatkan Informasi dan Tips terbaru langsung ke Email Anda. Masukkan alamat Email Anda di bawah ini, kemudian klik langganan: