Informasi dan Tips – informasitips.com

Pengaruh Siklus Bulan Bagi Perempuan

informasitips.com – Secara alami, perempuan adalah bulan. Makanya tak heran jika siklus menstruasi perempuan mirip sekali dengan siklus bulan. Oleh karena itu, tidaklah berlebihan jika banyak orang yang mengaitkan adanya pengaruh siklus bulan terhadap perempuan. Namun, sebelum Kita membahas mengenai pengaruh siklus bulan bagi perempuan, terlebih dahulu Kita harus memahami seperti apa siklus bulan itu sebenarnya.

Tahapan Siklus Bulan

Siklus bulan paling tidak terdiri atas 4 bagian, yaitu Bulan Baru, First Quarter, Bulan Purnama, dan Last Quarter. Dalam menjalani 1 siklusnya, paling tidak bulan membutuhkan waktu rata-rata 29,53 hari. Saat memasuki bulan yang baru (tepatnya peralihan bulan Hijriah, bukan bulan Masehi), bulan memasuki fase Bulan Baru, kerap disebut juga Bulan Mati. Saat Bulan Baru/Bulan Mati, bulan tidak bercahaya. Dan, saat bulan tepat berada dalam fase Bulan Baru, posisi bulan dan matahari berada dalam garis lurus.

Setelah Bulan Baru, bulan memasuki tahap First Quarter. Dari bulan baru ke tahap First Quarter membutuhkan waktu paling tidak 7,4 hari. Pada tahap First Quarter ini, bulan terlihat bercahaya setengah bagian (setengah bola). Bulan akan terlihat penuh bercahaya saat memasuki fase Bulan Purnama atau Bulan Penuh. Dari First Quarter ke Bulan Penuh membutuhkan waktu 7,4 hari, begitu juga dari fase Bulan Purnama ke fase selanjutnya, yaitu Last Quarter. Setelah Last Quarter, bulan kembali masuk ke fase Bulan Baru yang berarti 1 bulan Hijriah telah terlewati dan akan memasuki bulan selanjutnya.

Dari tahap Bulan Baru ke Bulan Purnama, bulan tampak mengisi dirinya dari tidak bercahaya menjadi bercahaya penuh. Untuk bercahaya penuh, paling tidak bulan membutuhkan waktu 14,8 hari. Setelah bulan mencapai puncaknya saat Bulan Purnama atau Bulan Penuh, selanjutnya intensitas cahaya bulan akan terus berkurang hingga akhirnya tidak menampakkan cahaya lagi, hal itu berarti bulan telah kembali memasuki bulan baru atau telah mencapai bulan mati.

Untuk lebih jelasnya mengenai tahapan siklus Bulan, Kamu bisa melihat gambar di bawah ini:

Fase Bulan

Pengaruh Siklus Bulan Terhadap Wanita

‘Perilaku’ Bulan yang unik ternyata memberikan pengaruh tersendiri pada kehidupan manusia, termasuk para perempuan. Berikut ini beberapa hal yang diduga menjadi pengaruh siklus bulan terhadap perempuan:

Siklus Bulan Terkait Siklus Menstrual Wanita

Banyak pihak mengatakan bahwa para perempuan yang hidup di masa lampau memiliki siklus menstruasi yang sejalan dengan siklus bulan. Jadi, manakala bulan sedang berada pada fase bulan baru, maka pada saat itu para wanita mulai memasuki masa menstruasi. Dan, ketika bulan memasuki fase bulan purnama, maka wanita memasuki masa ovulasi. Jadi, mulai dari bulan baru hingga purnama, pada diri wanita mengalami peningkatan kadar hormon estrogen di dalam tubuhnya. Hal itu serupa dengan bulan yang mengalami peningkatan intensitas cahayanya. Lalu, bagaimana dengan para wanita modern sekarang?

Hal yang seperti itu, yaitu keselarasan siklus menstruasi dengan siklus bulan, sudah jarang ditemui. Hal tersebut, menurut banyak orang, terkait dengan penggunaan cahaya buatan, seperti lampu, dalam kehidupan sehari-hari. Sebuah studi yang dilakukan tahun 2011 dan diterbitkan di jurnal Acta Obstetricia et Gynecologica Scandinavica membuktikan hal tersebut, bahwa tidak ada kaitan antara siklus bulan dengan siklus menstruasi yang terjadi pada perempuan sekarang. Persentase keselarasan siklus bulan dan siklus menstruasi pada responden mereka tidak dilaporkan pada studi itu.

Apa pentingnya mengharmonisasikan siklus menstruasi dengan siklus bulan? Beberapa kalangan menilai bahwa jika siklus menstruasi selaras dengan siklus bulan, yaitu mulai mens saat bulan baru dan ovulasi saat bulan penuh/purnama, maka rasa sakit yang mungkin muncul saat mens akan berkurang atau tidak terasa. Hal itu mungkin disebabkan karena adanya suatu gaya di alam yang mencapai tingkat maksimum saat terjadi bulan purnama, dan gaya tersebut disinyalir memiliki banyak pengaruh pada aktivitas manusia, seperti meningkatkan kualitas kesehatan yang biasanya terlihat pada pasien penyakit jantung.

Mudah Melahirkan Saat Supermoon

Dari sebuah studi yang dilakukan di Jepang dengan menggunakan responden pasien di tempat praktek bidan swasta di Kyoto pada rentang waktu dari tahun 1966 sampai dengan 2000 dapat diketahui bahwa 1007 kelahiran normal terjadi secara berurutan dalam rentang waktu 34 tahun tanpa memakai zat induksi. Pada studi itu dikatakan bahwa peningkatan kelahiran terjadi secara signifikan manakala bulan berada pada jarak terdekat dengan Bumi. Studi detailnya bisa dilihat pada tautan berikut, NCBI.



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *