Informasi dan Tips – informasitips.com

Pengaruh (Medan) Magnet Bagi Kesehatan Manusia

informasitips.com – Penggunaan magnet untuk kesehatan sudah dimulai semenjak zaman Mesir Kuno, ribuan tahun yang lalu. Bisa dibilang metode magnet merupakan metode kuno yang mungkin sudah lama ditinggalkan dan diganti dengan berbagai metode pengobatan modern. Lantas, apakah itu berarti bahwa metode magnet sama sekali tidak memiliki efek bagi kesehatan manusia? Jawabannya belum tentu, karena beberapa bukti menunjukkan bahwa mereka yang pernah menggunakan magnet merasakan suatu efek positif pada kesehatan mereka. Mari kita lihat penjelasannya di bawah ini:

Melancarkan Aliran Darah

Kemampuan magnet dalam melancarkan aliran darah boleh jadi disebabkan oleh terpengaruhnya kandungan besi di dalam darah mengingat karakteristik ferromagnetik yang dimiliki oleh unsur besi. Ferromagnetik adalah sifat suatu unsur yang sangat mudah untuk tertarik (terpengaruh) oleh suatu medan magnet.

Semakin lancarnya aliran darah maka akan semakin baik pengaruhnya bagi tubuh, dampaknya sangat besar dan signifikan bagi kesehatan. Distribusi oksigen dan nutrisi ke seluruh bagian tubuh semakin merata, metabolisme pun akan berjalan lebih cepat. Hal tersebut akan berdampak positif terhadap system pencernaan, sistem hormon, sistem kekebalan tubuh, dan lain sebagainya. Tidak hanya itu, proses pembersihan toksin yang ada dan mungkin terakumulasi di dalam tubuh juga akan semakin berjalan cepat, tubuh pun akan terbebas dari toksin yang merugikan dan menjadi semakin sehat. Dampak positif juga dirasakan pada proses penyembuhan andaikata terjadi luka pada tubuh.

Menstimulasi Normalisasi Aliran Ion Kalsium

Aliran ion kalsium yang baik akan membuat proses pembentukan dan perbaikan tulang berjalan dengan lancar, sehingga proses pertumbuhan juga akan ikut terstimulasi. Meningkatnya aliran ion kalsium juga bermanfaat dalam memindahkan kalsium yang terakumulasi pada persendian yang mengalami arthristis, dengan begitu rasa sakit akibat arthritis akan berkurang.

Mengurangi Rasa Sakit

Sebuah studi yang melibatkan 194 penderita osteoarthritis mendapatkan hasil bahwa pemakaian gelang magnet dapat mengurangi rasa sakit yang diderita oleh para penderita. Hal tersebut didapatkan melalui perbandingan antara penderita yang menggunakan gelang tanpa medan magnet dengan penderita yang memakai gelang magnet. Pengaruh magnet dalam menghilangkan rasa sakit diduga terkait dengan pengaruhnya terhadap sel-sel saraf rasa sakit. Sel-sel saraf merupakan jenis sel di dalam tubuh yang aktif dengan aktivitas elektriknya, sehingga magnet dapat memengaruhinya aktivitas sel-sel saraf tersebut.

Selain pengaruh-pengaruh di atas, berikut ini beberapa pengaruh lain Medan Magnet bagi tubuh manusia:

  • Kutub utara magnet (atau kutub positif) memiliki efek yang berbeda dengan kutub selatannya (kutub negatif magnet). Kutub positif magnet memiliki efek yang menenangkan atau membuat rileks, sedangkan kutub negatif magnet memiliki efek mengaktivasi atau memberikan rangsangan atau stimulus.
  • Mempengaruhi keseimbangan asam-basa cairan tubuh.
  • Mengubah aktivitas enzim dan proses biokimia yang terjadi di dalam tubuh
  • Mengilangkan stres akibat aktivitas rutin.

Bukti Ilmiah Pengaruh Magnet Terhadap Kesehatan

Technion-Israel Institute of Technology

Hasil penelitian para penelitinya menunjukkan bahwa magnet dapat menstimulasi otak guna mengurangi atau menghilangkan gejala depresi pada para penderitanya. Efek tersebut mulai terlihat setelah perlakuan dengan magnet berjalan 2 minggu, sehingga pasien tidak memerlukan penanganan selanjutnya. Sementara hal yang sama tidak terjadi pada pasien yag tidak mendapatkan perlakuan dengan magnet, gejala depresi tidak menunjukkan perbaikan pada pasien tanpa magnet, mereka tetap membutuhkan penanganan medis selanjutnya, yaitu electroconculsive therapy (ECT). Hasil penelitian yang dipimpin oleh Dr. Ehud Klein ini memberikan pijakan ilmiah yang penting bagi terapi medis dengan menggunakan magnet.

Medical University of South Carolina

Sama dengan penelitian yang dilakukan oleh Dr Ehud Klein ari Israel di atas, sejumlah 20 penderita depresi mengikuti penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti yang diketuai oleh Dr Mark George. 10 di antara 20 pasien mendapat perlakuan magnet 20 menit per hari selama dua minggu. Mereka yang mendapat perlakuan magnet menunjukkan adanya perubahan positif pada penurunan gejala depresinya, sementara 10 yang lain tidak menunjukkan perbaikan. Terapi dengan magnet bukan merupakan terapi yang invasive (merusak), sehingga aman untuk dilakukan.

Imperial College London

Penelitian dilakukan pada pasien yang mengalami cedera pada sumsum tulang belakang, sejumlah perbaikan ditunjukkan oleh para pasien yang menerima terapi gelombang elektromagnetik. Perbaikan tersebut meliputi peningkatan kemampuan otot dan sejumlah anggota tubuh.

Yale University

Para peneliti dari Yale University menemukan bahwa 70 persen dari pasien yang mencoba terapi Stimulasi Magnetik Transkranial menunjukkan hasil yang menjanjikan pada kemajuan penyakit yang dideritanya.

Harvard University

Penelitian dilakukan untuk melihat pengaruh magnet pada pasien osteoarthritis. Mereka yang mendapat perlakukan magnet menunjukkan hasil menggembirakan setelah menjalani terapi 6 jam per hari selama 6 minggu.

University of Washington

Magnet diujikan pada pasien yang mengalami sakit pada bahunya akibat cedera pada tulang belakang. Hasilnya sungguh positif, setelah terpapar magnet selama 1 jam, sakit yang dirasakan sungguh berkurang. Diduga, magnet memberkan pengaruh pada sel-sel saraf dalam menghlangkan rasa sakit yang diderita pasien.

Pengalaman Terapi Magnet

Manfaat magnet bagi kesehatan sangat dirasakan oleh Sonja, seorang yang didiagnosa oleh medis menderita hipertiroid di usianya yang 19 tahun. Saat itu dokter memberikan pilihan, mengonsumsi obat selama 1 atau 2 tahun untuk memperlambat penurunan fungsi tiroid atau membunuh langsung kelenjar tiroidnya dan mengonsumsi obat sepanjang sisa umur Sonja. Pilihan yang sangat sulit membuat Sonja berpikir untuk mencoba langkah penanganan yang lain. Sonja akhirnya mencoba untuk menggunakan magnet.

Cara yang ditempuh Sonja sangat simple, dia menggunakan magnet berbentuk koin yang bagian tengahnya dibuat lubang lalu dihias manik-manik, magnet itu dijadikannya sebagai choker atau kalung yang melingkar pas di lehernya untuk dipakai sepanjang hari. Sonja menempatkan magnet di area sekitar kelenjar tiroidnya berada. Setelah mengenakannya selama sebulan, gejala-gejala hipertiroid yang kerap dialami Sonja berangsur hilang.

Selanjutnya, hasil tes darah Sonja menyatakan bahwa dirinya kini mengalami hipotiroid, berlawanan dengan hipertiroid. Sonja melanjutkan untuk tetap mengenakan kalung magnetnya. Sebulan kemudian, hipotiroid Sonja tidak lagi terdeteksi. Tentunya hal tersebut membuat dokter yang menangani Sonja menjadi bingung, bagaimana mungkin masalah pada kelenjar tiroid bisa hilang total dalam waktu 2 bulan.

Setelah 5 tahun berlalu, Sonja tetap memeriksakan dirinya ke laboratorium, khawatir masalah pada kelenjar tiroidnya kembali muncul. Namun, hasil yang didapatkan tetap sama, masalah tiroidnya benar-benar telah menghilang dari tubuh Sonja.

Hasil ilmiah dan pengalaman seseorang akan terapi magnet (yang telah dipaparkan di atas) menuntun kita untuk menyadari bahwa magnet yang kerap kita abaikan ternyata memiliki segudang manfaat bagi kesehatan tubuh.



loading...
Bagikan artikel:

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

FOLLOW INFORMASITIPS

ARTIKEL PILIHAN

NEWSLETTER

Dapatkan Informasi dan Tips terbaru langsung ke Email Anda. Masukkan alamat Email Anda di bawah ini, kemudian klik langganan: