Informasi dan Tips – informasitips.com

Penanganan dan Pencegahan Hidrosefalus

Posted on by in , , with 9 Comments

informasitips.comHidrosefalus merupakan kondisi berbahaya yang dapat menyebabkan kerusakan otak secara permanen. Jika tidak ditangani bisa berakibat fatal sampai kepada kematian. Dengan penanganan yang baik, penderita hidrosefalus dapat hidup normal meskipun dengan keterbatasan fisik dan mental. Penanganannya dapat meliputi operasi dengan memasukkan shunt, obat-obatan dan terapi/rehabilitiasi.

Pada anak-anak, bila hidrosefalus tidak segera ditangani maka akan menyebabkan jaringan otak tidak dapat berkembang dengan baik yang menimbulkan gangguan kecerdasan dan perkembangan motorik terhambat.

Tujuan penanganan pada kasus hidrosefalus adalah untuk mengurangi atau mencegah kerusakan pada otak dengan cara memperlancar (mengalirkan) cairan CSF yang tersumbat keluar. Jika memungkinkan dapat dilakukan dengan jalan operasi untuk menghilangkan sumbatan pada otak. Jika tidak memungkinkan, penanganannya dilakukan dengan menempatkan pipa kecil bernama shunt di otak untuk mengalirkan cairan CSF keluar (ke bagian tubuh lain, seperti ke perut yaitu tempat dimana cairan tersebut dapat diserap selayaknya sistem penyerapan normal).

Penanganan dan pencegahan hidrosefalus

Gambar : phyisioforcare.com




Kapan harus segera ke dokter?
Orang tua sebaiknya perlu cermat dan segera membawa ke dokter bila melihat tanda-tanda berikut ini:
- Pertumbuhan kepala yang tidak normal
- Susah membungkuk atau menggerakkan leher dan kepala
- Mengalami masalah dalam bernafas
- Anak tampak selalu ngantuk (berlebihan)
- Sangat susah makan
- Demam
- Nangis dengan nada melengking
- Tidak ada denyut jantung
- Kejang
- Sakit kepala parah
- Leher kaku
- Sering muntah tanpa sebab yang jelas

Bila Anda, anggota keluarga atau teman menunjukkan tanda dan gejala di atas sebaiknya segera periksakan ke dokter untuk penanganan yang tepat dan pemeriksaan yang teliti. Pada umumnya dokter akan melakukan pemeriksaan seperti USG (bila ubun-ubun kepala belum tertutup), CT (Computed tomography) scan dan MRI (magnetic resonance imaging) untuk mendapat gambaran di kepala.

Jika sudah dipastikan hidrosefalus, maka harus segera dilakukan tindakan sedini mungkin berupa operasi yang mengalihkan cairan otak yang menumpuk di dalam kepala ke dalam perut dengan pemasangan sebuah selang (Ventricular-peritoneal shunt/ VP shunt), sehingga cairan otak yang tersumbat dapat dialirkan. Tindakan VP Shunt bukanlah solusi akhir yang langsung menyelesaikan masalah hidrosefalus, melainkan hanya berupa tindakan darurat untuk membuang keluar cairan yang menumpuk di otak. Tingkat keberhasilan penanganan hidrosefalus dengan menggunakan VP shunt tergantung dari penyebabnya, kecepatan tindakan yang dilakukan, dan kondisi pasien saat dilakukan pemasangan VP shunt. Bila penyebabnya tumor, meskipun sudah dipasang VP shunt, tumornya tetap harus dioperasi.

Penanganan lainnya dapat meliputi:

  • Pemberian antibiotik jika terlihat tanda-tanda adanya infeksi, dan jika ada infeksi maka shunt harus dilepas.
  • Prosedur penangan lainnya yaitu endoskopik

Anak-anak akan diperiksa secara teratur untuk memastikan tidak ada masalah lebih lanjut, untuk memeriksa bagaimana perkembangan intelektual, saraf dan fisik.

Bagaimana cara mencegahnya Hidrosefalus?

  • Sebelum menikah, pasangan calon pengantin harus memeriksakan kondisi kesehatannya untuk mencegah kelainan bawaan pada bayi saat hamil nanti.
  • Sesudah menikah, khususnya selama masa kehamilan, harus dilakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur ke dokter agar dapat diketahui bagaimana kesehatan janin yang dikandung dan kemungkinan terjadinya hidrosefalus.
  • Pada masa bayi dan balita, hidrosefalus sering terjadi akibat infeksi otak yang mengganggu peredaran cairan otak karena TBC otak atau infeksi bakteri, virus, tumor dan jamur.
  • Lindungi selalu kepala anak dari cedera yang mungkin saja bisa berakibat yang membahayakan kesehatan anak.

Anda sebagai orang tua juga perlu untuk selalu memantau pertumbuhan dan perkembangan anak secara teratur melalui Kartu Menuju Sehat (KMS) atau Kartu Ibu dan Anak (KIA). Lakukan pemeriksaan rutin dengan mengukur lingkar kepala setiap bulannya. Hal ini merupakan cara deteksi awal yang paling mudah dilakukan untuk mengetahui terjadinya hidrosefalus. Apabila ukuran lingkar kepala tidak berkembang sebagaimana mestinya, jangan ragu untuk memeriksanya ke dokter anak untuk segera ditindaklanjuti.

Artikel Terkait

9 thoughts on “Penanganan dan Pencegahan Hidrosefalus

  1. betka

    Trims infonya sangat bermanfaat.saat ini saya sedang hamil 8bulan dan pada bulan ketujuh, diketahui bayi yg saya kandung mengalami hedrosefalus.saat ini saya sedang menunggu hasil torch untuk mengetahui tindakan selanjutnya.

  2. inaya paralita

    Trimah kasih infonya anakku sekarang mengalami hidrosefalus, umur 1 tahun 4 bulan, ukuran kepalanya 54 cm.. Bagaimana dengan tumbuh kembangnya? Apa anak penyakit hidrosefalus akan cacat fisik dan mental?

  3. maslan rolika

    halo..wktu aq hamil 6bln aq usg,dan ternyata byi yg aq kandung mengalami hidrosefalus.dan dokter menyarankan spy byinya dbuang,tp aq dan suami tdk tega utk melakukan hal itu.kami hanya mnyerahkan smua mslh kami kpd yg KUASA.kami percaya lewat doa pasti smua akan baik2 saja.dan tgl 1feb13 aq tlah mlahirkan scr caesar,tgl 14kmrn kepala de2nya dscan,dan kta dktr tdk dpt dioperasi,krn cairan sdh me2nuhi otak2nya.
    apa yg hrs kmi lakukan?

  4. liana

    Mba betka, gmn kbr si bayi? Apakah sdh lahir dan gmn kondisinya? Bayi sy jg lahir dgn hydrosefalus, puji Tuhan, bayi sy cukup kuat, di hari ke 4, dy mnjalani operasi vp shunt.. skrg sdh umur 4.5 bln dgn berat bdn 6.2kg.. tetap kuat dan semangat ya mba :)

  5. Nabil

    Makasih infonya, Keponakan saya sedang berada di RS Fatmawati Cilandak di ruang UGD, sekarang saya sedang menunggu tindakan VP Shunt_ mudah2an lancar dan Βϊșα kembali sehat_

    أمين….أمين ….أمين يارب العالمينْ

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

TEMUKAN KAMI DI:

NEWSLETTER

Mau berlangganan artikel Kami? Tulis Email Anda pada form di bawah ini.

Cek Email Anda setelahnya untuk mengaktifkan layanan newsletter. Terimakasih