Informasi dan Tips – informasitips.com

Pemeriksaan dan Penanganan Penyakit Batu Ginjal

informasitips.com – Karena ginjal merupakan organ yang sangat penting bagi manusia, maka keluhan atau masalah yang timbul pada ginjal tentunya tidak bisa dianggap remeh. Pemeriksaan dan penanganan yang tepat terhadap penyakit ini diharapkan bisa memberikan kesembuhan kepada pasien dan mencegah timbulnya keluhan lanjutan yang lebih berbahaya. Seperti apa pemeriksaan dan penanganan yang perlu dilakukan terhadap penyakit batu ginjal ini?


Pemeriksaan
Pemeriksaan sederhana pada penderita batu ginjal dapat dilakukan dengan memukul secara perlahan bagian pinggang penderita kanan dan kiri. Rasa sakit pada bagian pinggang kanan atau kiri ketika pukulan berlangsung mengindikasikan adanya batu ginjal.

Minum air putih dapat mencegah timbulnya batu ginjal

Gambar : telegraph.co.uk


Pemeriksaan lain yang dapat dilakukan adalah:

  1. CT Scan
    CT Scan merupakan pemeriksaan paling efektif yang dapat dilakukan saat ini. Melalui pemeriksaan ini letak batu dapat diidentifikasi secara langsung dan jelas.

  2. Rontgen
    Rontgen atau foto X-Ray yang dilanjutkan dengan pemberian zat kontras (intravenous pielogram), jika dilakukan secara benar dan penderita kooperatif selama pemeriksaan, zat kontras tersebut dapat menunjukkan letak obstruksi batu.

  3. USG
    Pemeriksaan dengan ultrasonografi dapat dijadikan alternatif jika peralatan CT Scan belum ada. Pada ibu hamil yang mengalami gejala batu ginjal sebaiknya pemeriksaan dilakukan dengan USG untuk melacak adanya batu, karena pemeriksaan USG tentunya lebih aman bagi ibu hamil.

  4. Analisa urin
    Analisa urin dilakukan untuk menghitung jumlah protein, sel darah merah dan Kristal-kristal lain. Selain itu analisa urin juga dapat digunakan untuk melihat ada atau tidaknya infeksi.

  5. Analisa darah lengkap
    Analisa darah dilakukan untuk mendapatkan angka pasti kadar kalsium, asam urat, sodium, magnesium dan fosfat dalam darah penderita.

  6. Pengumpulan urin 24 jam
    Pengumpulan urin 24 jam dilakukan untuk melihat jumlah total urin yang dikeluarkan selama 24 jam. Dari urin ini juga pemeriksa dapat mengetahui kandungan magnesium, asam urat, kalsium, sodium, oksalat dan fosfat secara kuantitatif.



Penanganan
Setelah melalui pemeriksaan penunjang dan ukuran batu didapatkan. Dokter urologi akan menentukan intervensi untuk anda. Biasanya penanganan dengan pembedahan dilakukan terakhir atau sesuai dengan jenis dan ukuran batu. Jika diameter batu tidak melebihi 4 mm, observasi akan dilakukan selama 30 hari. Tenggang waktu tersebut bertujuan untuk melihat apakah batu dapat keluar dengan sendirinya atau tidak.

Anda dapat mempraktekkan cara sederhana berikut ini untuk membantu mengeluarkan batu yang berada pada saluran kemih anda. Perbanyak minum air putih, 2 gelas setiap 2 jam, lalu meloncat-loncatlah sesering mungkin. Gerakan ini bertujuan untuk mempercepat batu turun kesaluran kemih berikutnya. Jika alternative sederhana ini gagal, dokter mungkin akan menyarankan terapi lain.

Berikut beberapa prosedur yang dapat anda pertimbangankan:

  • Gunakan obat-obatan seperti thiazides, magnesium sitrat, potassium sitrat dan allupurinol sesuai petunjuk dokter

  • Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL) tehnik ini dilakukan dari luar. Dengan bantuan getaran gelombang batu akan dipecah menjadi serpihan-serpihan kecil. Jika sudah pecah, serpihan tersebut diharapkan dapat keluar bersama air seni.
  • Percutaneus nephrollithotomy. Pembedahan terbuka ini dilakukan pada batu yang berukuran besar atau batu yang tidak dapat dikeluarkan melalui ESWL.

Itulah beberapa prosedur yang dilakukan untuk menangani penderita batu ginjal.

Tips Pencegahan
Sebelum anda mengalami penyakit tersebut sebaiknya anda menjaga ginjal anda agar tetap sehat. Berikut tips yang dapat anda lakukan untuk menjaga kesehatan ginjal anda:

  1. Minum air putih minimal 8 gelas perhari

  2. Hindari mengonsumsi makanan tinggi protein dan purin
  3. Hindari mengonsumsi vitamin C berlebihan terutama dari suplemen
  4. Hindari mengonsumsi alcohol
  5. Konsumsi makanan berserat
  6. Olah raga teratur
  7. Kelola stress dengan baik, stress tidak berkaitan langsung terhadap pembentukan batu ginjal namun stress meningkatkan tekanan darah dan mengacaukan system metabolism.
  8. Hilangkan kebiasaan menahan keinginan untuk buang air kecil, kebiasaan ini menyebabkan air seni menjadi statis dan mengendap.

Mencegah selalu lebih baik dari pada mengobati. Salam sehat!



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

FOLLOW INFORMASITIPS

ARTIKEL PILIHAN

NEWSLETTER

Dapatkan Informasi dan Tips terbaru langsung ke Email Anda. Masukkan alamat Email Anda di bawah ini, kemudian klik langganan: