Informasi dan Tips – informasitips.com

Pemeriksaan dan Penanganan Demam Berdarah

informasitips.com – Pemeriksaan penunjang yang sangat efektif untuk mengetahui adanya infeksi virus dengue adalah dengan memeriksa sampel darah penderita. Pemeriksaan darah tersebut meliputi kadar hemoglobin, kadar hematokrit, jumlah trombosit dan leukosit. Jumlah trombosit normal adalah 200.000-300.000, sedang pada penderita demam berdarah mengalami penurunan jumlah trombosit. Pada classic dengue fever jumlah trombosit 100.000-200.000, pada DHF jumlah trombosit <100.000 dan pada DSS jumlah trombosit <50.000. Penurunan jumlah trombosit akan terlihat pada hari ke 3 sampai hari ke 8 sejak demam timbul. Hemokonsentrasi (peningkatan kekentalan hematokrit dan HB sekitar 20% dan penurunan jumlah luekosit) juga terjadi pada hari ke 3. Penderita demam berdarah biasanya diikuti dengan pembengkakan organ hati (hepatomegali) yang ditandai dengan nyeri tekan bagian perut atas sebelah kanan, mual muntah dan perut terasa penuh. Untuk memastikan terjadinya gangguan fungsi hati tersebut dapat dilakukan pemeriksaan terhadap enzim hati (SGOT, SGPT), albumin, ureum dan kreatinin. Pada demam berdarah yang disertai dengan perdarahan atau untuk memastikan adanya gangguan koagulasi, dapat dilakukan pemeriksaan hemostatis meliputi PT, APTT, D-dimer, fibrinogen dan FDP. Pemeriksaan lain yang dapat dilakukan adalah pemeriksaan serologi Ig M dan Ig G-anti dengue. Imunoserologi Ig M pada penderita demam berdarah akan terdeteksi pada hari 3-5 dan akan menghilang setelah 60-90 hari. Pada infeksi primer Ig G terdeteksi pada hari ke 14 dan pada infeksi sekunder terdeteksi pada hari ke 2. Pemeriksan terbaru yang dapat dilakukan untuk memeriksa penyakit demam berdarah secara lebih akurat adalah dengan pemeriksaan antigen spesifik virus dengue yaitu antigen nonstructural protein 1 atau lebih sering disingkat NS 1. Pemeriksaan antigen NS 1 dengan metode ELISA memiliki akurasi 88.7%-100%. Dengan metode ELISA, kadar antigen NS 1 terdeteksi tinggi sejak hari pertama demam sampai hari ke 12 pada infeksi primer sedang pada infeksi sekunder antigen NS 1 terdeteksi pada hari pertama sampai hari ke 5. Untuk mengetahui adanya efusi pleura dapat dilakukan foto thorak atau ronghent PA tegak dan lateral dekubitus kanan sedang untuk mendeteksi adanya asites (penumpukan cairan di rongga perut) dapat dilakukan USG. Pemeriksaan dan penanganan demam berdarah

Penanganan Demam Berdarah
Penanganan penderita dirumah sakit bukan untuk membunuh virus dengue, mengingat jenis obat pembunuh virus memang belum ditemukan. Penanganan penyakit demam berdarah berfokus pada pencegahan dehidrasi, menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh, serta mengatasi rasa tidak nyaman akibat peningkatan suhu tubuh dan akibat pembengkakan organ hati.

  1. Terapi cairan
    Untuk menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit agar penderita tidak jatuh pada kondisi syok, penderita diberikan cairan infuse jenis ringer’s lactate, normal saline atau dektrose normal saline. Proses kebocoran plasma dan trombositopenia biasanya terjadi pada hari ke 4 – hari ke 6, dan kebocoran plasma akan berkurang pada hari ke 7, cairan akan kembali keruang interstisial dan intravaskuler.

    Pada penderita DB dengan peningkatan hematokrit >20%, diberikan cairan kristaloid 6-7ml/kg/jam diawasi selama 3-4 jam. Jika kondisi penderita membaik kurangi pemberian carian kristaloid menjadi 5ml/kg/jam, kemudian dikurangi lagi menjadi 3ml/kg/jam, setelah 24-48 jam kondisi penderita terus menunjukkan perbaikan pemberian carian dapat dihentikan.
    Jika kondisi penderita memburuk pemberian cairan ditingkatkan menjadi 10ml/kg/jam. Pemberikan cairan dapat ditingkatkan lagi sampai 15ml/kg/jam jika belum ada tanda-tanda perbaikan.

    Jika penderita jatuh pada kondisi syok berat pemberian cairan kristaloid atau koloid (digunakan apa bila kadar hematoktrit meningkat) dapat dimaksimalkan sampai 30ml/kg/jam. Segera lakukan transfuse darah 10ml/kg/BB apa bila kadar hematokrit penderita mengalami penurunan.

    Jika pemberian cairan sudah mencapai dosis maksimal dan penderita belum menunjukan perbaikan, maka perlu dilakukan koreksi terhadap asam basa, anemia, hipoglikemi, elektrolit, infeksi sekunder dan KID (koagulasi intravaskuler deseminata) dan pemasangan kateter vena sentral.

    Terapi pemberian cairan akan dikurangi secara bertahap, sesuai perkembangan dab perbaikan kondisi penderita. Dan selama proses pemberian harus diawasi secara ketat. Selain pengawasan yang ketat terhadap pemberian cairan, usahakan untuk selalu memonitoring tanda-tanda vital sesuai kebutuhan dan kondisi penderita.

  2. Terapi simtomatis
    • Antibiotic, ampicilin, sefalosporin dan cloxacilin untuk mencegah infeksi sekunder

    • Antipiretik missal paracetamol 10mg/kg BB setiap 4 jam untuk mengurangi demam dan pusing yang timbul akibat demam
    • Antiemetic atau obat anti mual untuk mengurangi keluhan mual yang dirasakan
    • Multivitamin berfungsi meningkatkan system imunitas tubuh.
    • Larutan gula garam jika penderita DB disertai diare
    • Injeksi antikonvulsan, diazepam, fenobarbital, largaktil secara intra vaskuler jika penderita mengalami kejang-kejang dan gelisah
    • Siapkan dobutamin dan dopamine
    • Kortikosteroid untuk kasus khusus
    • Berikan oksigen untuk membantu mencukupi kebutuhan oksigen penderita
  3. Terapi suportif/non farmakologis
    • Perbanyak minum air putih ± 1.5-2 liter/24 jam

    • Minum jus jambu. Jus jambu memiliki khasiat mengembalikan cairan intravena
    • Lakukan kompres mengunakan air dingin atau alcohol. Jangan gunakan air hangat, menurut beberapa literature kompres air hangat pada penderita DB dapat memperbesar resiko syok.
    • Bedrest/tirah baring total
    • Diet makanan dengan gizi cukup. Sebaiknya makanan disajikan dalam keadaan hangat dan lunak. Hindari pengunaan bumbu yang berlebihan agar tidak mengiritasi lambung.


loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

FOLLOW INFORMASITIPS

ARTIKEL PILIHAN

NEWSLETTER

Dapatkan Informasi dan Tips terbaru langsung ke Email Anda. Masukkan alamat Email Anda di bawah ini, kemudian klik langganan: