Informasi dan Tips – informasitips.com

Panduan Diet Sehat untuk Remaja

informasitips.com – Banyak remaja terlalu memikirkan dietnya karena khawatir akan penampilan mereka. Alih-alih menjadi sehat justru terkadang malah mendatangkan beberapa penyakit, seperti anemia, diabetes, bahkan anoreksia dan bulimia. Ingat, diet bukan mengurangi makan! Namun menyeimbangkan asupan nutrisi ke tubuh. Diet remaja harus mempertahankan pertumbuhan dan mempromosikan kesehatan yang baik. Menurut American Academy of Pediatrics, remaja laki-laki membutuhkan sekitar 2.800 kalori per hari, sementara anak perempuan rata-rata membutuhkan 2.200 kalori per hari. Seorang remaja tidak dianjurkan untuk menggunakan pil diet dalam menurunkan berat badan atau menggunakan bahan-bahan kimia yang belum jelas manfaatnya dalam menjaga kebugaran fisiknya. Sebaliknya, diet sehat makanan dan minuman bergizi adalah cara terbaik untuk dilakukan.

Kesehatan seumur hidup dimulai pada usia dini. Hal ini harus sering ditanamkan pada para remaja. Dengan mengembangkan kebiasaan makan yang sehat pada remaja dapat membantu mereka tumbuh dan berkembang menjadi orang dewasa yang sehat dan kuat. Sebuah jurnal kesehatan yang diterbitkan oleh University of Chicago menunjukkan bahwa gizi buruk dapat menyebabkan gangguan makan, obesitas, penundaan kematangan seksual dan keterlambatan dalam mencapai potensi tinggi penuh seorang remaja. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengonsumsi makanan sehat dan mempertahankan diet yang seimbang, serta yang tak kalah penting adalah menjauhkan diri dari makanan tinggi kalori dan lemak. Berikut adalah beberapa macam diet sehat yang dapat dilakukan oleh remaja:

Diet sehat remaja

sumber: www.fitho.in

Dash Diet

Diet ini didasarkan pada Pedoman Rekomendasi USDA Food tahun 2005. Akronim “DASH” singkatan dari “Dietary Approaches to Stop Hypertension”. Di Indonesia, diet ini sering disebut dengan diet rendah lemak. Dengan diet ini, remaja harus mengonsumsi makanan kaya nutrisi dan membatasi makanan yang mengandung lemak jenuh, lemak trans, gula tambahan, kolesterol dan garam. Mengonsumsi setidaknya 2 cangkir buah dan 2 hingga 2 1/2 cangkir sayuran setiap hari. Makanlah setidaknya 3 ons-setara gandum sepanjang hari, seperti roti gandum, pasta, sereal bekatul dan beras. Minum 3 cangkir susu bebas lemak atau rendah lemak, atau produk susu yang setara setiap hari. Asupan lemak harian harus berada di antara 25 dan 35 persen dari total kalori, dan sebagian besar lemak harus asam lemak tak jenuh ganda dan tak jenuh tunggal, seperti yang terdapat pada ikan, minyak sayur, kacang-kacangan. Makanlah daging tanpa lemak, seperti ayam, kalkun, ikan, dan daging sapi tanpa lemak.

Diet Atlet

Pola makan diet ini wajib digunakan bagi anak dan remaja yang aktif dalam kesehariannya seperti para atlet remaja. Anak-anak yang sangat aktif dengan olahraga atau kegiatan fisik lainnya perlu makan makanan berenergi dan mengonsumsi lebih banyak kalori daripada anak-anak yang kurang aktif. Contoh makanan berenergi tinggi adalah gandum utuh, buah-buahan, ikan, telur, daging, sayuran dan produk susu. Minum banyak cairan sepanjang hari juga sangat penting bagi para atlet remaja. Atau minum minuman tambahan dengan campuran sedikit gula dalam setiap kegiatan fisik yang berlangsung lebih lama dari 60 menit. Atau bisa juga minuman sejenis lainnya yang membantu dalam mendapatkan kembali elektrolit tubuh.

Diet Vegetarian

Jenis diet ini, menurut para ahli, dapat membantu para remaja untuk mendapatkan semua nutrisi yang diperlukan, tentunya bila dilakukan dengan benar. Menurut pedoman USDA pada diet vegetarian, kunci fokusnya terletak pada nutrisi protein termasuk B12, zat besi, kalsium, seng dan vitamin. Selain mengonsumsi sayuran dan buah-buahan sepanjang hari, remaja yang melakukan diet vegetarian juga harus mengkonsumsi makanan seperti telur, kacang-kacangan, susu atau produk susu atau susu kedelai dan tahu. Karena diet vegetarian biasanya rendah kalori dan tinggi serat, yang membuat seseorang merasa kenyang lebih lama, maka remaja perlu memastikan bahwa mereka mendapatkan cukup kalori setiap hari yang berasal dari protein dan lemak dalam jumlah tepat. Dalam melakukan diet ini, diharapkan untuk berkonsultasi pada dokter atau ahli gizi, sehingga mereka dapat membantu para remaja untuk menjawab pertanyaan yang mungkin dimiliki terkait kebutuhan nutrisi.



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

FOLLOW INFORMASITIPS

ARTIKEL PILIHAN

NEWSLETTER

Dapatkan Informasi dan Tips terbaru langsung ke Email Anda. Masukkan alamat Email Anda di bawah ini, kemudian klik langganan: