Informasi dan Tips – informasitips.com

Nutrisi dan Zat Gizi Penting untuk Kecerdasan Otak Anak

informasitips.com – Kesehatan dan kecerdasan seorang anak dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya adalah faktor nutrisi. Karenanya, kualitas dan kecukupan nutrisi bagi anak haruslah menjadi perhatian utama para orang tua.

Agar anak sehat dan cerdas, orang tua perlu memberikan nutrisi yang baik kepada anak sejak anak dalam kandungan dan selama masa pertumbuhannya. Di dalam nutrisi atau makanan, terkandung banyak zat gizi penting yang dibutuhkan anak untuk menunjang tumbuh kembang tubuh dan otaknya. Saat dalam masa kandungan, bila kebutuhan zat gizi itu tidak terpenuhi, maka risiko yang muncul bisa cukup serius, yaitu gangguan pada pertumbuhan sel-sel otak, bahkan bisa juga terjadi kecacatan permanen dan berbagai kelainan fungsi pada organ tubuh. Setelah anak lahir, orang tua tetap perlu memerhatikan kecukupan zat gizi anak, karena sangat diperlukan untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak.

Nutrisi Seperti Apa yang Diperlukan Anak?

Nutrisi yang diperlukan anak adalah nutrisi yang sehat dengan gizi lengkap dan seimbang, biasa digambarkan dalam bentuk piramida panduan makanan (lihat gambar piramida makanan di bawah). Makanan bergizi lengkap dan seimbang itu haruslah mengandung semua zat gizi yang dibutuhkan tubuh (lengkap), dan dalam jumlah (porsi) yang seimbang. Zat-zat gizi itu terdiri atas zat gizi makro (karbohidrat, protein, lemak) dan zat gizi mikro (vitamin dan mineral). Zat-zat gizi tersebut akan digunakan untuk proses pertumbuhan, perkembangan, dan pemeliharaan sel-sel tubuh dan otak.

Kekurangan zat gizi makro dapat menimbulkan gangguan kesehatan dan tumbuh kembang. Pada ibu hamil, gangguan akibat kekurangan zat gizi makro ini berdampak pada kurangnya berat badan dan berat otak bayi yang dilahirkan. Sementara kekurangan zat gizi mikro bisa menimbulkan penyakit anemia (kurang zat besi), gangguan penglihatan (kurang vitamin A), rendahnya konsentrasi dan daya ingat (kurang vitamin B), dan lain sebagainya.

Piramida Makanan

Peran Zat Gizi Makro dan Zat Gizi Mikro Bagi Otak

  1. Karbohidrat
    Layaknya mesin, otak juga memerlukan energi untuk bisa bekerja. Dan, karbohidrat merupakan sumber energi utama bagi otak dan tubuh.

    Jenis makanan yang mengandung karbohidrat seperti nasi, kentang, roti, mi, bihun, pasta, sereal, dan lainnya setelah dicerna akan diubah menjadi glukosa yang merupakan sumber energi untuk aktivitas tubuh dan otak. Kekurangan glukosa atau gula akan mengganggu kerja otak yang menyebabkan anak merasa pusing, kurang konsentrasi, dan tidak bersemangat.

    Mengingat pentingnya karbohidrat bagi kerja otak, maka orang tua perlu membiasakan anak untuk selalu sarapan pagi sebelum beraktivitas dan belajar di sekolah. Sarapan pagi membuat anak lebih bisa berkonsentrasi dan semangat untuk belajar.

    Sesuai panduan piramida makanan di atas, kelompok makanan sumber karbohidrat boleh diasup dalam porsi besar, bahkan paling besar dari sumber gizi lainnya. Meskipun demikian, asupan karbohidrat juga tidak boleh sampai berlebihan, karena dapat menyebabkan kegemukan, bahkan obesitas.

  2. Protein
    Protein, selain sebagai sumber energi bagi tubuh, juga merupakan sumber zat pembangun yang berguna untuk pertumbuhan, pemeliharaan, dan pembentukan jaringan baru, termasuk jaringan tubuh dan otak. Protein membentuk struktur sel-sel saraf otak dan membuat zat-zat pengantar rangsang di otak. Saat bekerja, otak menggunakan protein agar fungsinya dapat berjalan dengan baik. Jika otak diibaratkan layaknya mesin, maka protein ini berperan layaknya minyak pelumas yang diperlukan agar mesin (otak) tersebut bisa berfungsi dengan baik.

    Sumber makanan yang mengandung protein terdiri dari jenis protein hewani (daging, ikan, ayam, hati, telur, susu, keju, dan lainnya), dan protein nabati (tahu, tempe, kacang hijau, kacang merah, kacang polong, kacang tanah, dan lainnya). Pada piramida makanan, protein menempati baris ketiga dari bawah dengan porsi yang lebih sedikit dari karbohidrat.

  3. Lemak
    Lemak, selain sebagai sumber energi juga merupakan sumber asam lemak esensial pelarut vitamin A, D, E, K, dan sangat penting untuk kecerdasan. Kelompok makanan yang mengandung lemak sebaiknya dikonsumsi tidak terlalu banyak (sedikit saja) untuk menghindari obesitas. Makanan yang mengandung lemak diantaranya adalah lemak dari daging sapi/ayam, minyak goreng, susu, dan makanan-makanan yang manis-manis.

  4. Vitamin dan Mineral
    Zat gizi mikro yaitu vitamin dan mineral, berasal dari buah-buahan dan sayuran. Vitamin dan mineral merupakan zat pemelihara dan pengatur yang bertugas melancarkan fungsi organ tubuh. Secara umum, vitamin dan mineral penting untuk menjaga daya ingat otak dan melancarkan komunikasi antarsel saraf di otak saat menyampaikan pesan.

    Kelompok makanan yang mengandung vitamin dan mineral masih boleh diasup dengan porsi banyak tetapi tidak sebanyak porsi karbohidrat. Berbagai penelitian ilmiah memperlihatkan bahwa vitamin dan mineral memberikan efek nyata dalam melindungi sel-sel tubuh, terutama sel-sel otak.

Zat Gizi Lain untuk Kecerdasan Otak Anak
Selain zat-zat gizi makro dan mikro seperti yang sudah dijelaskan di atas, terdapat banyak zat gizi lainnya yang juga dibutuhkan untuk menunjang tumbuh kembang otak anak. Apa saja zat-zat gizi itu?

  1. Kolin
    Kolin berfungsi untuk membantu fungsi normal otak melalui pembentukan neurotransmiter asetilkolin, yaitu bentuk senyawa kolin yang sangat berperan pada fungsi otak.

    Sumber Kolin: ASI, kuning telur, kacang kedelai, hati ayam, daging sapi.

  2. Taurin
    Taurin merupakan asam amino yang membuat kinerja otak anak menjadi lebih baik. Taurin juga penting untuk perkembangan penglihatan (mata) anak.

    Sumber Taurin: ASI, daging, ayam, ikan.

  3. Omega 3 dan Omega 6
    Omega 3 dan Omega 6 merupakan asam lemak esensial yang berperan dalam pembentukan pembungkusan saraf. Kedua jenis lemak esensial ini tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh, sehingga harus didapat dari makanan.

    Anak yang kekurangan zat gizi omega 3 dan omega 6 berisiko mengalami gangguan tumbuh kembang otak, gangguan konsentrasi, penglihatan, persarafan, dan gangguan kekebalan tubuh.

    Sumber makanan Omega 3 dan Omega 6: Makanan laut seperti ikan salmon, makarel, sarden, tenggiri, ASI, daging sapi, ayam, produk susu, kuning telur, sayuran berwarna hijau, kedelai, kacang-kacangan, biji-bijian.

  4. Tirosin dan Triptofan
    Zat gizi ini berperan untuk menghasilkan neurotransmiter di otak yang berfungsi menyerap pesan dan mengolahnya sehingga pesan dapat disampaikan dengan optimal.

    Sumber Tirosin dan Triptofan: ASI, pisang, ayam, kacang-kacangan, dan makanan yang kaya protein.

  5. AA (Arachidonic Acid) dan DHA (Docosahexaenoic Acid)
    AA berperan untuk mengoptimalkan transmisi saraf dan fungsi otak. Sementara DHA amat penting bagi perkembangan saraf di otak, terutama pembentukan jaringan lemak otak (mielinisasi) dan interkoneksi antarsaraf di otak.

    Sumber AA dan DHA: ASI, ikan laut, telur, daging, dan sumber makanan hewani lainnya.

  6. Spingomielin
    Spingomielin merupakan komponen utama dalam proses pembentukan selubung mielin otak dan menjaga saraf-saraf yang berkerja di otak. Spingomielin berperan sebagai kerangka penyusun membran sel otak. Kekurangan spingomielin dapat menurunkan tingkat kecerdasan otak anak.

    Sumber Sphingomyelin: ASI, susu sapi.

  7. SA (Sialic Acid), Lesitin, dan Gangliosida
    – SA mampu mengoptimalkan perkembangan otak anak terutama di masa kritis tumbuh kembang otak.

    Sumber SA: ASI

    – Lesitin berguna untuk proses pembentukan saraf-saraf otak dan juga mampu mencegah kerusakan memori otak.

    Sumber Lesitin: Kuning telur, kedelai.

    – Sementara Gangliosida sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan, perkembangan, pematangan sel saraf otak, pembentukan struktur otak, dan pembentukan sinaps (hubungan antarsel saraf) otak. Gangliosida juga membantu proses transmisi sinyal sinaps dan menyimpan informasi.

    Sumber Gangliosida: ASI, daging, dan telur.

  8. Kolesterol
    Bila mendengar kata kolesterol, biasanya pikiran kita akan langsung tertuju pada sesuatu yang buruk dan membahayakan kesehatan. Tetapi, sebenarnya tidak selalu demikian. Bagi bayi dan anak kolesterol justru dibutuhkan karena membantu mengoptimalkan perkembangan otak anak. Zat gizi ini merupakan komponen utama dalam pembentukan sel otak dan saraf.

    Sumber utama kolesterol: ternyata kolesterol sangat banyak terkandung di dalam ASI. Sementara susu formula hanya sedikit (hampir tidak) mengandung kolesterol. Selain ASI, sumber kolesterol lainnya dapat berasal dari telur dan udang.

  9. Zat Besi (Fe), Seng (Zn), dan Yodium (I)
    – Zat besi diperlukan bagi pembentukan selubung saraf dan mencegah gangguan kecerdasan. Riset membuktikan bahwa terdapat hubungan antara kandungan zat besi dalam makanan dengan IQ. Zat besi juga penting untuk menjaga daya konsentrasi anak.

    Sumber Zat Besi: ASI, daging, hati, ayam, ikan, kuning telur, kedelai, sayuran hijau, kacang-kacangan.

    – Seng berperan dalam pertumbuhan, perkembangan, fungsi sensorik, dan stabilisasi membran otak.

    Sumber Seng: ASI, ikan, daging, ayam, telur, biji-bijian, kacang-kacangan, dan gandum.

    – Yodium juga sangat penting untuk pembentukan hormon tiroid, yaitu hormon yang diperlukan bagi tumbuh kembang fisik dan mental.

    Sumber Yodium: Sayur, daging sapi, ikan laut, garam.

  10. Beberapa jenis Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, B5, B6, B9, dan B12)
    – Vitamin B1 (Tiamin) penting untuk kesehatan otak dan sel saraf, serta membantu pertumbuhan janin.

    Sumber B1: biji-bijian, dan sereal.

    – Vitamin B5 (Asam Pantotenat) merupakan koenzim yang membantu mengantarkan rangsangan saraf.

    Sumber B5: daging, ayam, ikan, biji-bijian, susu, sayur, dan buah.

    – Vitamin B6 (Piridoksin) membantu mengubah asam amino triptofan menjadi serotonin, yaitu zat kimia otak yang bisa menimbulkan rasa tenang.

    Sumber B6: ayam, ikan, hati, sereal, biji-bijian, kacang-kacangan.

    Asam Folat sebenarnya merupakan bagian dari vitamin B yaitu vitamin B9. Asam folat mampu mengurangi resiko cacat janin dari kecacatan pada otak dan saraf tulang belakang. Setelah bayi lahir, asam folat tetap dibutuhkan untuk pembentukan selubung saraf otak agar otak dapat berkembang optimal.

    Sumber Asam Folat: Sayuran hijau (bayam, brokoli), buah-buahan (jeruk, alpukat, semangka, stroberi), daging sapi, gandum, dan kacang-kacangan.

    – Vitamin B12 (Sianokobalamin) membantu mempertahankan jaringan saraf agar tetap sehat.

    Sumber B12: telur, daging, ikan, ayam, susu dan olahannya.

Bila diperhatikan, jenis-jenis nutrisi untuk otak seperti yang dijelaskan di atas biasa kita jumpai dalam menu makan sehari-hari. Selain itu, nutri untuk otak tersebut juga tergolong murah dan mudah didapat. Hampir sebagian besar zat-zat gizi itu tersedia di dalam ASI. Itulah sebabnya mengapa dikatakan bahwa ASI merupakan makanan yang paling lengkap dan pas untuk anak, terumata di masa-masa awal kehidupan anak (usia 0-2 tahun).

Bagaimana dengan pemberian suplemen dan multivitamin? Bila dirasa kecukupan nutrisi dan zat gizi yang diperlukan anak belum tercukupi dari makanan yang dikonsumsi sehari-hari, maka tak ada salahnya untuk memberikan suplemen dan multivitamin. Tetapi, bila menu makan yang dikonsumsi sehari-hari sudah bisa mencakup semua zat gizi yang dibutuhkan, maka suplemen dan multivitamin sudah tidak dibutuhkan lagi. Suplemen hanya diberikan pada anak yang susah makan atau yang perkembangan dan pertumbuhannya di bawah rata-rata usia anak pada umumnya.



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

3 thoughts on “Nutrisi dan Zat Gizi Penting untuk Kecerdasan Otak Anak

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *