Informasi dan Tips – informasitips.com

Menonton Televisi Berlebihan Memang Berbahaya bagi Anak

informasitips.com – The American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan durasi menonton televisi untuk anak lebih dari 2 tahun tidak boleh lebih dari 2 jam per hari, dan untuk anak kurang dari 2 tahun tidak boleh menonton TV. Mungkin masih banyak orang tua yang kurang setuju dengan rekomendasi AAP tersebut, tentunya dengan berbagai alasan, seperti anak dapat belajar sesuatu melalui TV atau TV membantu orang tua untuk menenangkan anak dan juga mungkin alasan lainnya. Apapun itu, penelitian terkini (2013) yang dilakukan oleh Professor Linda Pagani mendukung rekomendasi AAP tersebut.

Temuan Linda Pagani yang diterbitkan di jurnal Pediatric Research ini sangat penting untuk diketahui oleh para orang tua. Dalam penelitiannya, Pagani dan rekannya mengamati sekitar 2000 anak yang dimulai dari sejak mereka dilahirkan. Menurut Pagani, seorang anak berumur 2.5 tahun yang menonton TV 1 jam melebihi dari apa yang direkomendasikan oleh AAP akan berdampak buruk bagi perkembangan psikologi mereka di 3 tahun ke depan, artinya dampak negatif tersebut akan dirasakan saat anak sudah masuk Taman Kanak-kanak (TK).

Bahaya TV untuk Anak

sumber: parentsociety.com

Dampak negatif yang terjadi pada anak 2.5 tahun akibat dari berlebihnya (1 jam) durasi menonton TV, antara lain adalah memburuknya kemampuan anak dalam mempelajari kosakata, mempelajari hitung-hitungan atau matematika, serta memburuknya kemampuan motor skill mereka saat mereka berusia 5 tahun. Tidak hanya itu, anak juga akan lebih susah untuk berkonsentrasi yang berarti anak akan mengalami kesulitan dalam belajar, selain itu penelitian Pagani dan kawan-kawan menunjukkan bahwa anak yang kelebihan menonton TV akan cenderung mudah untuk di-bully oleh teman sekelasnya. Secara umum, kemampuan kognitif pada anak akan berkurang akibat dari anak terlalu banyak menonton TV. Kemampuan kognitif merupakan kemampuan anak yang menyangkut perkembangan cara berpikir seorang anak dalam menerima dan mengelola informasi atau pengetahuan yang diterimanya. Kecerdasan seorang anak tergantung dari perkembangan kemampuan kognitifnya.

Hasil yang ditunjukkan oleh penelitian Pagani mengenai bahaya TV bagi perkembangan anak (toddler) sebenarnya juga telah diperlihatkan oleh penelitian-penelitian sebelumnya. Penelitian oleh Lillard dan Peterson (2011) menunjukkan bahwa menonton acara kartun walau hanya 9 menit akan langsung menimbulkan dampak negatif pada anak 4 tahun. Penelitian lainnya yang dilakukan oleh Zimmerman dan rekannya (2007) menemukan bahwa anak 3 tahun yang menonton program TV non-edukasi akan mengalami masalah gangguan konsentrasi pada saat mereka berusia 4-5 tahun.

3 tahun pertama dalam kehidupan seseorang merupakan periode yang sangat kritis bagi perkembangan otaknya. Banyak orang tua yang seringkali mengabaikan fakta penting tersebut. Menurut para ahli, sebaiknya TV dihindari untuk anak yang berusia kurang dari 3 tahun, sedangkan bagi mereka yang telah berusia lebih dari 3 tahun sebaiknya orang tua lebih selektif dalam memilih program yang ditonton buah hatinya, namun harus tetap diingat (rekomendasi AAP) bahwa anak hanya menonton TV tidak lebih dari 2 jam per hari.



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

FOLLOW INFORMASITIPS

ARTIKEL PILIHAN

NEWSLETTER

Dapatkan Informasi dan Tips terbaru langsung ke Email Anda. Masukkan alamat Email Anda di bawah ini, kemudian klik langganan: