Informasi dan Tips – informasitips.com

Mengetahui Angka Detak Jantung Normal

informasitips.com – Detak jantung adalah angka yang menunjukkan berapa kali jantung kita berdetak dalam waktu satu menit. Detak jantung tiap orang berbeda-beda, bergantung banyak faktor, seperti tingkat aktivitas fisik, tingkat kebugaran tubuh, suhu udara/lingkungan, posisi tubuh (berdiri atau berbaring, misalnya), ukuran tubuh, emosi, dan obat-obatan.

  • Semakin tinggi tingkat aktivitas fisik (misalnya sedang berolahraga), maka detak jantung akan semakin cepat (angka detak jantung tinggi).
  • Semakin baik tingkat kesehatan tubuh seseorang, maka angka detak jantung rendah.
  • Semakin tinggi suhu udara/lingkungan (semakin panas), maka detak jantung meningkat sekitar 5-10 kali per menit.
  • Perubahan emosi, misalnya saat sedang stress, sedih, cemas, atau sangat senang, dapat mempercepat detak jantung.
  • Detak jantung saat posisi duduk, berbaring atau berdiri sebenarnya sama saja. Namun, perubahan posisi dari duduk ke berdiri terkadang dapat menaikkan detak jantung, sedikit lebih tinggi dibandingkan ketika posisi duduk. Namun, tidak lama sekitar 15 – 20 detik, detak jantung akan kembali normal lagi.
  • Terlalu banyak mengonsumsi obat-obatan tertentu (seperti obat tiroid) juga dapat menaikkan (mempercepat) detak jantung. Sementara konsumsi beberapa obat-obatan tertentu (seperti obat yang memblokir adrenalin) justru dapat membuat detak jantung menjadi lebih lambat (menurunkan detak jantung).
  • Mereka yang terlalu gemuk (obesitas) biasanya memiliki angka detak jantung yang lebih tinggi, namun, biasanya tidak lebih dari 100 bpm.

Mengapa kita perlu mengetahui angka detak jantung kita per menit?
Dengan mengetahui angka detak jantung, maka kita dapat memonitor apakah jantung kita berfungsi dengan baik atau tidak (mengetahui tingkat kesehatan dan kekuatan jantung kita). Mengetahui detak jantung juga dapat memberitahukan kita bilamana ada sesuatu masalah kesehatan pada tubuh.

cara-mengukur-detak-jantung-denyut-nadi-pergelangan-tangan

Cara mengukur detak jantung lewat pengukuran denyut nadi pada pergelangan tangan

Detak Jantung yang Normal
Menurut American Heart Association (AHA), detak jantung normal saat istirahat untuk anak-anak (usia 6-15 tahun) adalah 70-100 bpm (beat per minute). Sementara, detak jantung normal saat istirahat untuk orang dewasa (18 tahun ke atas) adalah 60-100 bpm. Detak jantung normal saat istirahat adalah detak jantung yang diukur dalam kondisi (posisi) sedang duduk, berbaring, santai, dan tidak sedang/baru saja melakukan aktivitas fisik.

Bila merujuk ke National Institutes of Health, maka angka detak jantung yang normal dan sehat adalah:

  • Bayi baru lahir (0-1 bulan), detak jantung normalnya adalah 70-190 bpm
  • Bayi usia 1-11 bulan, detak jantung normalnya adalah 80-160 bpm
  • Anak-anak usia 1-2 tahun, detak jantung normalnya adalah 80-130 bpm
  • Anak-anak usia 3-4 tahun, detak jantung normalnya adalah 80-120 bpm
  • Anak-anak usia 5-6 tahun, detak jantung normalnya adalah 75-115 bpm
  • Anak-anak usia 7-9 tahun, detak jantung normalnya adalah 70-110 bpm
  • Anak-anak usia 10 tahun ke atas, termasuk orang dewasa dan orang tua, detak jantung normalnya adalah 60-100 bpm
  • Orang yang terbiasa latihan fisik seperti atlit, detak jantung normalnya adalah 40-60 bpm.

Sebagian besar ahli kesehatan sepakat bahwa angka detak jantung normal untuk orang dewasa adalah 60-100 bpm. Namun, beberapa dokter dan ahli kesehatan banyak juga yang berpendapat bahwa angka tersebut sebenarnya harus diubah, yaitu rentang detak jantung normal untuk dewasa seharusnya 50-70 bpm. Bahkan beberapa penelitian mengatakan bahwa bila detak jantung istirahat orang dewasa lebih dari 76 bpm, maka risiko terkena serangan jantung akan lebih tinggi.

Gangguan irama detak jantung

  • Bradikardia
    Secara umum, detak jantung yang berada dalam kisaran angka yang rendah (misalnya kisaran bawah antara 60-70 bpm) mengindikasikan kondisi kesehatan jantung yang baik. Sementara detak jantung yang sangat lemah (kurang dari 60 bpm) dapat mengindikasikan adanya penyakit jantung, gagal jantung, penyakit pembuluh darah, adanya bekuan darah di kaki dan tangan.

    Namun, angka detak jantung yang rendah (kurang dari 60 bpm) tidak selalu mengindikasikan adanya suatu masalah kesehatan. Detak jantung yang rendah dapat juga disebabkan karena efek mengonsumsi obat-obatan tertentu, misalnya obat-obatan yang memblokir adrenalin (beta blocker). Detak jantung yang rendah juga biasanya dimiliki oleh mereka yang terbiasa aktif secara fisik. Misalnya, seorang atlit yang sering melakukan aktivitas fisik, maka detak jantung normalnya ketika istirahat mendekati 40 bpm. Mereka yang terbiasa aktif memiliki detak jantung yang rendah karena otot-otot jantungnya berada dalam kondisi yang baik dan sehat sehingga tidak perlu bekerja terlalu keras (ekstra).

    Meskipun demikian, Anda harus segera berkonsultasi atau memeriksakan diri ke dokter bila:

    Mengalami kondisi yang disebut bradikardia, yaitu detak jantung istirahat terlalu rendah (kurang) dari 60 bpm, padahal Anda bukanlah seorang atlit atau seseorang yang terbiasa melakukan latihan fisik. Apa lagi, bila disertai juga oleh gejala lainnya seperti pingsan, pusing, sesak napas, atau nyeri pada dada, maka Anda harus segera memeriksakannya ke dokter.

  • Takikardia
    Detak jantung yang lebih tinggi dari 100 bpm atau disebut takikardia perlu diwaspadai karena dapat mengindikasikan adanya suatu masalah kesehatan pada tubuh, terlebih bila kondisi tersebut terus-menerus terjadi.

    Angka detak jantung yang tinggi (detak jantung cepat) bisa disebabkan karena stress, anemia, demam atau menderita penyakit jantung tertentu, konsumsi obat-obatan tertentu seperti obat tiroid, konsumsi stimulan seperti kopi, rokok, alkohol. Beberapa studi terbaru juga mengatakan bahwa detak jantung saat istirahat yang terlalu cepat (lebih tinggi dari angka detak jantung normal) berkaitan dengan risiko yang lebih tinggi untuk terkena serangan jantung.

    Anda harus segera memeriksakan diri ke dokter bila sering (terus-menerus) mengalami takikardia, apalagi bila disertai dengan gejala lainnya, seperti nyeri atau sakit pada dada.

  • Aritmia
    Kondisi yang juga perlu diwaspadai adalah aritmia, yaitu gangguan irama (denyut) jantung, dimana jantung berdenyut tidak menentu, bisa terlalu cepat (takikardia), terlalu lambat (bradikardia), atau tidak teratur. Beberapa kondisi aritmia bisa menyebabkan serangan jantung bila tidak segera diobati. Aritmia juga dapat ditandai dengan beberapa gejala, yaitu pingsan, irama jantung tidak teratur, jantung berdebar (cepat), atau merasa pusing seperti melayang.

Bagaimana cara mengukur detak jantung?
Pengukuran detak jantung dapat dilakukan dengan mengukur denyut nadi. Denyut nadi adalah denyutan pembuluh arteri (mengembang dan berkontraksi) dalam waktu satu menit, sebagai respon terhadap detak jantung. Jumlah denyut nadi sama dengan detak jantung, sehingga mengukur denyut nadi sama saja artinya dengan mengukur detak jantung.

Waktu yang paling baik untuk mengukur detak jantung adalah pada pagi hari, sesaat setelah bangun tidur. Pengukuran detak jantung dapat dilakukan saat sedang duduk, berbaring, atau berdiri.

Untuk mengukur detak jantung, kita dapat memeriksa denyut nadi di leher, yaitu dengan menempatkan dua jari (telunjuk dan jari tengah) pada bagian leher yang dekat dengan tenggorokan. Tekan sedikit pada bagian tersebut, lalu hitung berapa denyut nadi dalam waktu 60 detik.

Cara lainnya, menghitung denyut nadi di pergelangan tangan. Caranya adalah, tempatkan dua jari (telunjuk dan jari tengah) pada pergelangan tangan, yaitu pada pergelangan tangan antara tulang dan tendon, tepatnya pada pergelangan tangan bagian dalam yang paling dekat dengan jempol (ibu jari). Tekan sedikit pada bagian tersebut, selanjutnya, bila Anda sudah merasakan (menemukan) denyut nadi Anda, hitung berapa jumlah denyut nadi dalam waktu 60 detik. Itulah angka detak jantung Anda dalam waktu 1 menit.

Selain menghitung denyut nadi dalam waktu 60 detik (1 menit), kita juga bisa menghitung berapa denyut nadi dalam waktu 15 detik, lalu dikalikan dengan angka 4. Dari sini, kita juga akan memperoleh angka detak jantung kita dalam waktu 1 menit. Misalnya, dalam kondisi duduk, pengukuran denyut nadi di pergelangan tangan dalam waktu 15 detik adalah 18 denyut. Maka berarti, detak jantung dalam 1 menit adalah 18 dikali 4, yaitu 72 bpm. Angka ini masih berada dalam kisaran detak jantung yang normal.

Tak hanya pada bagian pergelangan tangan dan leher, pengukuran detak jantung juga dapat dilakukan dengan cara mengukur denyut nadi pada siku tangan bagian dalam atau pada kaki bagian atas. Namun, bila ingin lebih mudah, kita dapat menggunakan alat ukur detak jantung khusus. Saat ini sudah tersedia cukup banyak alat ukur detak jantung, bahkan, kita bisa melakukan pengukuran detak jantung sendiri lewat aplikasi tertentu di smartphone kita.
Jika pada saat pengukuran detak jantung, Anda mendapatkan angka yang cukup tinggi (detak jantung cepat), cobalah untuk duduk atau berbaring, sambil menarik napas dalam-dalam. Biasanya, dengan cara tersebut detak/irama jantung bisa normal kembali.

Kapan harus segera ke dokter? Anda harus segera memeriksakan diri ke dokter bila mengalami kondisi takikardia atau bradikardia yang disertai keluhan lainnya seperti irama jantung yang tidak teratur (aritmia), nyeri dada, pusing, pingsan, kepala terasa ringan seperti melayang, dan sesak napas.



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

FOLLOW INFORMASITIPS

ARTIKEL PILIHAN

NEWSLETTER

Dapatkan Informasi dan Tips terbaru langsung ke Email Anda. Masukkan alamat Email Anda di bawah ini, kemudian klik langganan: