Informasi dan Tips – informasitips.com

Mengenali Tanda Bahaya Pada Kehamilan

Posted on by in with 0 Comments

informasitips.com – Selama kehamilan, ibu hamil mungkin mengalami beberapa ketidaknyamanan. Ketidaknyamanan yang normal dapat mencakup mulas, sering buang air kecil, sakit punggung dan merasa lelah. Tapi, ada gejala lain yang mungkin itu adalah sinyal bahaya bagi ibu dan janin. Meski demikian, sebenarnya kebanyakan kehamilan tidak memiliki masalah. Namun, ada beberapa hal tentang tanda-tanda bahaya kehamilan yang sangat penting untuk diketahui oleh ibu, sehingga ibu hamil bisa mendapatkan bantuan segera, jika diperlukan. Berikut beberapa tanda-tanda bahaya pada ibu hamil yang wajib ibu ketahui :

  1. Sakit kepala yang hebat

    Sakit kepala yang menunjukkan suatu masalah yang serius, menetap, dan tidak hilang dengan beristirahat. Terkadang dengan sakit kepala yang hebat tersebut, ibu mungkin menemukan bahwa penglihatannya menjadi kabur dan berbayang. Sakit kepala yang hebat dalam kehamilan adalah gejala dari preeklampsia.

  2. Bengkak pada wajah, kaki dan tangan

    Memasuki masa kehamilan beberapa perubahan tubuh pada ibu hamil antara lain adalah kenaikan berat badan dan sedikit pembengkakan pada bagian tubuh seperti tangan, kaki dan wajah. Namun waspada bila terjadi pembengkakan pada bagian tubuh tersebut dan diikuti dengan nyeri tengkuk, nyeri ulu hati dan pusing kepala bahkan kejang-kejang mendadak dan disertai pertambahan berat badan yang berlebihan selama hamil. Semua tanda tersebut mengarah pada keadaan keracunan kehamilan atau disebut dengan preeklampsia dan eklampsia bila kejang. Ibu hamil dengan kondisi bengkak, pusing kepala, nyeri tengkuk dan ulu hati, mata berkunang kunang wajib segera memeriksakan diri ke bidan dan tenaga kesehatan terdekat.

  3. Demam tinggi

    Suhu ibu hamil memang lebih tinggi 1 derajat Celcius dengan ibu yang tidak hamil. Namun, bukan berarti mereka tidak bisa demam. Adanya infeksi yang masuk ke dalam tubuh ibu hamil dalam usia kehamilan berapapun akan menyebabkan terjadinya demam tingi, sehingga perlu segera dibawa ke tenaga kesehatan atau pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pertolongan. Keterlambatan penanganan dapat menimbulkan bahaya bagi ibu akibat infeksi. Selain itu, bayi berpotensi mengalami keguguran dan terlahir prematur bahkan kematian bayi dalam kandungan.

  4. Bayi bergerak kurang dari normal

    Bayi biasanya akan aktif bergerak, seperti menendang atau memukul. Gerakan ini tak akan berhenti hingga bayi lahir ke dunia. Bahkan, ibu juga masih bisa merasakan gerakan itu walau dalam keadaan tidur. Namun, ibu perlu waspada jika gerakan bayi mulai kurang dari normal (kurang dari 10 tendangan setiap 2 jam, menurut americanpregnancy.org). Hal tersebut, pada beberapa kasus, dapat disebabkan oleh lilitan tali pusat. Untuk merangsang gerak bayi, hal yang bisa ibu lakukan antara lain adalah mencoba untuk berbaring miring ke arah kiri dan usap perlahan perut ibu, ajak bayi berkomunikasi sambil ibu relaksasi dan menarik nafas panjang.

  5. Mengatasi Mual selama Kehamilan

  6. Nyeri Pada Lambung, Mual, Serta Muntah

    Mual serta muntah adalah hal wajar pada kehamilan muda. Hal itu bisa terjadi akibat dari terjadinya peningkatan hormon-hormon di tubuh ibu yang akan merangsang ibu untuk mual dan muntah. Namun, biasanya mual dan muntah ini akan hilang setelah kehamilan lebih dari 4 bulan. Selama mual dan muntahnya masih wajar, ibu tidak perlu merasa khawatir berlebihan. Namun, bila ibu sampai muntah, tidak mau makan, kekurangan cairan dan ibu terlihat lemas, maka harus segera dibawa ke petugas kesehatan agar segera mendapatkan pertolongan karena dapat membahayakan nyawa ibu dan janin.

  7. Perdarahan

    Yaitu terjadi pengeluaran darah dalam jumlah banyak melalui jalan lahir. Ada beberapa situasi perdarahan, yaitu:

    • Perdarahan melalui jalan lahir pada kehamilan di bawah 3 bulan dapat disebabkan oleh keguguran atau keguguran yang mengancam. Ibu harus segera meminta pertolongan bidan atau dokter. Janin mungkin masih dapat diselamatkan. Bila janin tak dapat diselamatkan, ibu perlu mendapat pertolongan agar kesehatannya terjaga.
    • Perdarahan kehamilan 7-9 bulan, meskipun hanya sedikit, tetap merupakan ancaman bagi ibu dan janin, karena mengindikasikan bahwa sesuatu telah terjadi, seperti adanya pelepasan plasenta sebelum waktunya (solusio plasenta) atau indikasi plasenta menutupi jalan lahir (plasenta previa). Ibu perlu segera mendapat pertolongan di rumah sakit.
    • Perdarahan yang banyak, segera atau dalam 1 jam setelah melahirkan, sangat berbahaya dan merupakan penyebab kematian ibu yang paling sering. Keadaan ini dapat menyebabkan kematian dalam waktu kurang dari 2 jam. Ibu perlu segera ditolong untuk penyelamatan jiwanya.
  8. Keluar air ketuban

    Bagi ibu hamil dalam usia kehamilan berapapun bila mengalami keluarnya cairan dari jalan lahir, baik itu merembes maupun mengalir, maka ibu harus segera menuju ke tempat pelayanan kesehatan untuk memastikan keadaan ibu dan janin. Jangan lupa untuk memperhatikan warna air ketuban atau perembesan air ketuban. Beritahukan pada dokter,bidan, dan petugas kesehatan lain saat memeriksa, misalnya banyaknya air ketuban hingga membasahi sprei atau berapa kali ganti pembalut, warna dan baunya.

Jika ibu sedang hamil dan memiliki salah satu dari tanda-tanda bahaya diatas, segera hubungi dan konsultasikan pada bidan atau dokter Anda. Semoga Bermanfaat.

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

JOIN US ON

NEWSLETTER

Mau berlangganan artikel Kami? Tulis Email Anda pada form di bawah ini.

Cek Email Anda setelahnya untuk mengaktifkan layanan newsletter. Terimakasih