Informasi dan Tips – informasitips.com

Mengenal Tentang Hidrosefalus

informasitips.com – Orang tua yang memiliki bayi pada umumnya lebih memperhatikan pertumbuhan berat dan tinggi badan bayi mereka pada saat kontrol setiap bulan. Sementara ukuran lingkar kepala bayi terkadang luput dari perhatian orang tua. Padahal ukuran lingkar kepala merupakan parameter pertumbuhan yang juga penting dan perlu dikontrol layaknya tinggi dan berat badan.

Ukuran lingkar kepala berkaitan dengan volume otak. Banyak orang yang mengkaitkan volume otak dengan kecerdasan. Namun, kontrol terhadap ukuran lingkar kepala bukan berarti ingin mengetahui sejauh mana kecerdasan seorang bayi, melainkan lebih kepada kontrol apakah perkembangannya normal atau tidak.

Lingkar kepala bayi akan bertambah sesuai dengan perkembangan usianya. Oleh karena itu, orang tua harus rutin memantau perkembangan ukuran lingkar kepala bayi dari bulan ke bulan, apakah berkembang normal atau tidak. Patokannya, orang tua dapat melihat grafik pertumbuhan anak yang biasanya ada di buku-buku kesehatan bayi, dan selanjutnya menyesuaikan ukuran lingkar kepala bayi dengan usianya.

Apa hidrosefalus

Jika orang tua mendapati bahwa ukuran lingkar kepala bayi ternyata melewati batas normal di grafik lingkar kepala, jangan anggap sepele. Sebab bisa saja hal itu menandakan adanya kelainan pada pertumbuhan kepala bayi, seperti hidrosefalus.

Apakah Hidrosefalus?

Hidrosefalus adalah istilah yang berasal dari bahasa Yunani: “hydro” yang berarti air dan “cephalus” yang berarti kepala.

Jika dilihat dari segi bahasan Hidrosefalus dapat diartikan dengan “cairan di otak”. Namun dalam pengertian medis, hidrosefalus adalah penumpukan cairan CSF (cerebrospinal fluid) di dalam rongga ventrikel otak. Cairan tersebut berfungsi sebagai bantalan otak, namun jika berlebihan (menumpuk) dapat menimbulkan tekanan pada otak yang menyebabkan timbulnya pembengkakan.

Akibat cairan yang mengumpul di otak tersebut membuat kepala bayi (anak) membesar. Semakin lama tekanan di dalam rongga kepala akan semakin meningkat yang selanjutnya dapat menimbulkan rasa sakit yang luar biasa di kepala.


Sekilas Tentang Cairan CSF
Cairan CSF merupakan cairan bening yang berada di antara otak dan sumsum tulang belakang yang berfungsi untuk membantu melindungi otak. Cairan ini bergerak diantara otak dan sumsum tulang belakang dan meresap ke aliran darah. Akumulasi (penumpukan) cairan CSF dapat menimbulkan pelebaran ventrikel otak (ruang-ruang di otak), yang menciptakan tekanan pada otak dan berpotensi membahayakan jaringan otak.

Kadar cairan CSF dalam otak dapat meningkat akibat terhalangnya aliran CSF dan membuat cairan tidak bisa diserap dengan baik ke aliran darah, atau bisa juga karena otak terlalu banyak memproduksi cairan ini sehingga terjadi tekanan pada otak yang menimbulkan pembengkakan dan kerusakan jaringan otak.

Sistem ventrikel terdiri dari empat ventrikel yang dihubungkan oleh bagian-bagian yang sempit di otak. Biasanya, CSF mengalir melalui ventrikel, keluar ke ruang tertutup yang berfungsi sebagai reservoir di dasar otak, menggenangi permukaan otak dan sumsum tulang belakang, dan kemudian meresap ke aliran darah.

Keseimbangan antara produksi dan penyerapan CSF sangatlah penting. Karena CSF dibuat secara terus menerus, maka kondisi medis yang menghambat aliran normalnya atau penyerapannya akan menghasilkan akumulasi berlebihan dari CSF. Akumulasi berlebihan tersebut dapat menimbulakn tekanan pada jaringan otak yang menyebabkan hidrosefalus.

Fungsi utama cairan CSF adalah:
1. Berfungsi sebagai bantalan otak untuk melindungi otak dari cedera
2. Membuang produk sisa metabolisme otak
3. Membuat otak tetap terapung dalam tengkorak kepala
4. Mengkompensasi perubahan tekanan darah di otak


Tipe Hidrosefalus
Hidrosefalus terbagi dua, yaitu:

  1. Hidrosefalus non-komunikans (tersumbat), terjadi karena adanya penyumbatan di tempat tertentu dalam otak, di jalan sempit yang dilalui cairan otak sewaktu mengalir keluar dari rongga ventrikel otak. Ini biasanya karena kelainan bawaan, tumor, dan infeksi.
  2. Hidrosefalus komunikans disebabkan karena penyerapan cairan otak yang tak memadai di tempat penyerapannya (rongga subarahnoid). Penyebabnya bisa karena kelainan bawaan atau muncul setelah sakit radang selaput otak (meningitis) atau perdarahan di bawah selaput otak.

Hidrosefalus dapat juga terjadi karena bawaan (kongenital) atau karena didapat. Hidrosefalus kongenital muncul pada saat kelahiran dan mungkin disebabkan oleh salah satu hal (infeksi) yang terjadi pada perkembangan janin selama dalam rahim, atau bisa juga karena adanya kelainan genetik.

Selama ini hidrosefalus dikenal banyak terjadi pada bayi atau anak-anak dengan ukuran kepala yang lebih besar dari ukuran normal. Padahal penyakit ini dapat pula menyerang orang dewasa dan orang tua. Meskipun Hidrosefalus mungkin saja terjadi pada orang dewasa, namun yang paling sering mengalaminya adalah bayi (anak-anak) dan orang tua.

Hidrosefalus yang didapat mulai berkembang pada usia berapapun dan dapat disebabkan karena cedera kepala, stroke, infeksi, tumor, perdarahan di kepala. Tanda-tanda hidrosefalus yang didapat (diperoleh) adalah sakit kepala, mual muntah, pandangan kabur, gangguan keseimbangan tubuh dan gangguan proses berpikir dan daya ingat. Jika tidak dilakukan penanganan yang cepat dan tepat maka dapat mengakibatkan kerusakan otak, gangguan fisik, mental bahkan kematian.

Baca selanjutnya Gejala dan Penyebab Hidrosefalus



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *