Informasi dan Tips – informasitips.com

Mengenal Sistem Pendidikan Homeschooling Lebih Dekat

informasitips.com – Pada umumnya orang tua memasukkan anak-anak mereka ke institusi pendidikan formal yakni sekolah. Sistem pendidikan anak belajar di sekolah ini sudah berlangsung sejak lama dan menjadi pilihan utama para orang tua. Tetapi sesungguhnya pendidikan bukan hanya bisa diraih lewat bangku sekolah. Orang tua bisa memilih untuk memberikan alternatif sistem pendidikan pada anak-anak mereka lewat homeschooling atau sekolah rumah.

Setiap orang tua memiliki tanggung jawab untuk memilih dan memberikan pendidikan yang terbaik bagi anak-anak mereka. Orang tua juga tentu mengetahui sistem pendidikan yang lebih tepat untuk mengembangkan bakat dan minat putra-putri mereka.

Membuat keputusan penting untuk memberikan pendidikan kepada anak bukanlah hal yang mudah. Semuanya tergantung kepada Anda sebagai orang tua. Jika Anda saat ini sedang dalam kebimbangan dalam memilih sistem pendidikan untuk anak Anda, sebaiknya simak lebih lanjut artikel ini. Semoga informasi berikut ini dapat membantu Anda dalam membuat keputusan untuk memilih pendidikan yang terbaik bagi putra-putri Anda.

Apa itu Homeschooling?
Homeschooling dikenal juga dengan sebutan home-education atau sekolah rumah. Pada intinya homeschooling adalah sistem pendidikan atau pembelajaran alternatif selain sekolah. Metode belajar mengajar pada homeschooling menyenangkan karena dilakukan “di rumah”. Tapi sesungguhnya homeschooling bukan hanya terbatas dilakukan secara terus menerus di rumah, tapi situasi belajar kondusif yang dapat dilakukan dimana saja, kapan saja, dan anak bebas memilih pelajaran yang disukainya sehingga merasa nyaman seperti “di rumah”.

mengenal sistem pendidikan homeschoolingMenurut buku Sekolah Rumah sebagai Satuan Pendidikan Kesetaraan, yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Luar Sekolah Departemen Pendidikan Nasional, homeschooling adalah proses layanan pendidikan yang secara sadar, teratur dan terarah dilakukan oleh orangtua/keluarga di rumah atau tempat-tempat lain dimana proses belajar mengajar dapat berlangsung dalam suasana yang kondusif dengan tujuan agar setiap potensi anak yang unik dapat berkembang secara maksimal.

Apabila sebuah keluarga telah memilih homeschooling bagi pendidikan anak-anak mereka, maka orang tua bertanggung jawab secara penuh terhadap proses pendidikan tersebut. Sistem pendidikan alternatif ini bisa dilakukan dimana saja, kapan saja, dan oleh siapa saja (pihak lain selain orang tua bisa dari berbagai golongan umur dan latar belakang dapat dijadikan guru atau pengajar). Hal tersebut menjadikan proses belajar mengajar menarik dan selalu segar.

Memasukkan anak ke kursus, memanggil guru privat ke rumah secara teratur, dan menitipkan anak pada sistem pendidikan homeschooling seperti komunitas atau lembaga homeschooling yang sudah ada dapat dilakukan orang tua sebagai pendukung tercapainya tujuan pendidikan yang diinginkan.


Mengapa orang tua memilih homeschooling?
Berikut berbagai kondisi atau alasan yang melatarbelakangi beberapa orang tua memilih homeschooling:

  1. Agar hubungan antara orang tua dengan anak lebih dekat

  2. Karena orang tua tidak merasa puas dengan kualitas pendidikan formal
  3. Pergaulan sekolah yang tidak terlalu baik bagi keamanan dan perkembangan anak seperti tawuran dan mengkonsumsi obat terlarang
  4. Kurikulum sekolah yang terlalu tinggi tidak sesuai dengan kemampuan dan usia anak
  5. Tugas sekolah yang terlalu banyak menjadi beban bagi anak
  6. Anak pernah mengalami kekerasan di sekolah dari guru atau teman sebaya
  7. Penyeragaman kemampuan dan keterampilan anak di sekolah dapat mematikan bakat dan minat anak
  8. Anak berasal dari keluarga kurang mampu sementara biaya pendidikan formal semakin tinggi
  9. Pengangguran atau anak putus sekolah
  10. Orang tua banyak berpindah tempat tinggal
  11. Anak terlalu aktif dan sekolah terpaksa mengeluarkan anak karena guru mengalami kesulitan dalam mengontrol anak di kelas
  12. Anak memiliki kegiatan luar sekolah yang luar biasa sehingga tidak bisa mengikuti jadwal belajar di sekolah umum
  13. Anak tidak suka sekolah formal dan lebih menyukai gaya belajar informal
  14. Anak memiliki kebutuhan khusus dan sistem di sekolah umum tidak bisa memberikan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan khusus anak.



Apa tujuan homeschooling?
Orang tua mendapatkan kebebasan untuk memilih dan menentukan yang terbaik bagi anak sehingga bakat dan minat anak dapat berkembang secara maksimal. Anak-anak memiliki lebih banyak kebebasan untuk mengembangkan minat yang mendalam dan bakat yang tersimpan, memuaskan rasa ingin tahu mereka untuk mengetahui dan memahami dunia di sekitar mereka.

Pada umumnya anak yang mengikuti sekolah formal akan dijejali dengan berbagai macam mata pelajaran. Anak menjadi terjebak dalam memilih bidang kehidupan yang kelak dijalani di masa mendatang karena saat sekolah memiliki ruang sangat sempit untuk mendeteksi bakat yang mereka miliki.

Akhirnya bisa kita lihat sekarang, dimana cukup banyak orang yang bekerja bukan pada bidang yang dipelajarinya. Hal ini dikarenakan orang tua dan anak telat mendeteksi bakat mereka yang sudah mereka bawa sejak lahir. Apabila sejak kecil orang tua mampu menemukan bakat sejak dini dan mengarahkannya agar berkembang maksimal, maka anak tentu akan bahagia menggeluti bidang yang merupakan bakat atau minatnya sehingga lebih sukses di masa depan.

Apakah homeschooling mahal?
Sistem pendidikan berbasis rumah ini sekarang maknanya menjadi bias karena sepertinya saat ini homeschooling menjadi sebuah trend. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya timbul lembaga/ sekolah berlabel “homeschooling” atau badan penyelenggara Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang banyak tersebar di kota-kota besar. “Sekolah-sekolah” berlabel homeschooling ini memasang biaya yang cukup mahal. Sebagai orang tua Anda harus jeli terhadap jumlah biaya yang harus dikeluarkan sebelum memutuskan pendidikan formal atau informal yang menjadi pilihan bagi anak Anda.

Yang pasti pada proses homeschooling tidak ada biaya tetap yang dikeluarkan setiap bulan atau tahun seperti layaknya sekolah umum seperti uang seragam, biaya gedung, iuran sekolah dan lain sebagainya. Tapi bukan berarti homeschooling tidak mengeluarkan dana sama sekali.

Mahal atau murahnya homeschooling tergantung kepada jumlah anak yang mengikuti sistem alternatif ini, juga jenis material yang digunakan. Walaupun saat ini banyak materi pelajaran yang bisa di download secara gratis melalui internet atau buku-buku pelajaran yang bisa dipinjam dari perpustakaan, ada kalanya pada beberapa mata pelajaran khusus orang tua perlu membeli banyak buku teks untuk anak dan menambah wawasan orang tua. Selain itu orang tua terkadang perlu membeli bahan ajar pendukung yang tentu saja membutuhkan dana yang tidak sedikit.

Sudah jelas bahwa proses pendidikan homeschooling adalah tanggung jawab orang tua yang sudah memutuskan untuk memilih homeschooling sebagai solusi alternatif pendidikan anak. Meskipun begitu ada kalanya orang tua tidak komitmen terhadap keputusan yang sudah diambil karena orang tua yang tidak kaya wawasan terhadap semua pelajaran yang sebaiknya dikuasai anak.

Nah, disinilah dibutuhkan les, bimbingan belajar dari guru privat yang menguasai mata pelajaran tersebut yang berfungsi sebagai pelengkap untuk pendidikan anak. Untuk memanggil guru privat ke rumah, memasukkan anak ke beberapa les mata pelajaran khusus atau lembaga/komunitas homeschooling tentu saja membutuhkan biaya yang cukup banyak.

Apabila Anda tertarik untuk membaca lebih dalam mengenai dasar hukum homeschooling di Indonesia, sistem pembelajaran, ujian dan ijazah yang bisa didapat oleh para praktisi homeschooling, Anda bisa menyimak artikel “Homeschooling di Indonesia”.



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

FOLLOW INFORMASITIPS

ARTIKEL PILIHAN

NEWSLETTER

Dapatkan Informasi dan Tips terbaru langsung ke Email Anda. Masukkan alamat Email Anda di bawah ini, kemudian klik langganan: