Informasi dan Tips – informasitips.com

Mengenal Penyakit Asam Urat

informasitips.com – Asam urat merupakan salah satu penyakit yang sering terdengar di telinga kita. Tidak salah, karena memang jumlah penderita penyakit asam urat semakin lama semakin meningkat, terutama di negara berkembang seperti negara kita. Di Indonesia sendiri, penderita asam urat banyak dijumpai pada etnis Minahasa, Toraja dan Batak.

Apakah sebenarnya penyakit asam urat itu?

Penyakit asam urat adalah suatu penyakit yang disebabkan karena tingginya kadar asam urat dalam darah. Penyakit asam urat lebih sering terjadi pada laki-laki, biasanya pada usia paruh baya, yaitu di atas usia 40 tahun, sedangkan pada wanita lebih jarang terjadi. Penderita asam urat wanita biasanya berusia lanjut yang mendekati atau telah melewati masa menopause, dan memiliki riwayat keluarga yang menderita asam urat atau memiliki penyakit hipertensi.

Asam urat sendiri merupakan suatu senyawa turunan dari protein purin yang ada di dalam makanan. Normalnya, ketika tubuh kita mengkonsumsi makanan yang mengandung purin, maka purin akan diolah menjadi asam urat. Asam urat nantinya akan dikeluarkan dari tubuh melalui air seni. Kadar asam urat dalam darah yang normal yaitu 2,5 – 8 mg/dl untuk laki-laki, dan 1,5 – 6 mg/dl untuk wanita. Ketika kadar asam urat melewati batas inilah maka bisa terjadi penyakit asam urat.

Asam Urat

Penyebab Penyakit Asam Urat

Penyebab munculnya penyakit asam urat adalah akibat tingginya kadar asam urat dalam darah. Dan tingginya kadar asam urat dalam darah dapat disebabkan oleh dua hal, yaitu:

  1. Berkurangnya pengeluaran asam urat, misalnya karena kerusakan ginjal. Akibatnya asam urat tidak dapat dikeluarkan oleh tubuh dan kemudian menumpuk di dalam darah.
  2. Pembentukan asam urat dalam tubuh yang berlebihan, misalnya karena penyakit metabolik atau pengobatan tertentu. Jumlah asam urat yang dibuang melalui air seni lebih sedikit dibandingkan jumlah yang terbentuk, sehingga akhirnya asam urat menumpuk di darah.

Penyakit ini tidak muncul secara tiba-tiba. Dibutuhkan waktu yang lama dimana terdapat kondisi kadar asam urat tinggi dalam darah yang terjadi terus menerus. Jumlah asam urat yang tinggi pada darah pun belum tentu menimbulkan gejala atau keluhan pada penderita. Kondisi yang seperti ini disebut hiperurisemia. Keadaan ini hanya dapat diketahui melalui pemeriksaan darah, namun penting untuk diketahui karena jika dibiarkan maka suatu saat nanti akan menimbulkan keluhan, baik berupa artritis (radang sendi) maupun batu ginjal.

Gejala Penyakit Asam Urat

Setelah berlangsung dalam waktu lama, maka barulah akan muncul gejala pertama, yaitu peradangan pada sendi atau disebut artritis gout (pirai).

Artritis gout adalah suatu kondisi peradangan pada sendi-sendi tubuh akibat meningkatnya kadar asam urat dalam tubuh. Peningkatan kadar asam urat tersebut menyebabkan penumpukan asam urat dalam darah dan lama-kelamaan akan mengkristal (membentuk kristal). Kristal asam urat kemudian menumpuk di sendi tubuh, yaitu pada lutut, tumit, namun terutama pada pangkal ibu jari kaki. Kristal asam urat ini akan memicu timbulnya radang pada sendi dan menimbulkan rasa nyeri dan sakit.

Serangan artritis gout seringkali terjadi di malam hari. Biasanya pada hari sebelumnya penderita tampak sehat tanpa keluhan apa-apa, lalu terbangun di tengah malam karena rasa sakit yang hebat pada pangkal salah satu ibu jari kaki. Sendi tersebut akan membengkak, panas, berwarna kemerahan dan sakit bila dipegang. Rasa sakit bisa bertahan 3 – 10 hari, kemudian menghilang dan terasa sembuh sepenuhnya hingga akhirnya datang serangan selanjutnya.

Atritis Gout

Penyebab Artritis Gout

Timbulnya nyeri Artritis gout pada penderita asam urat bisa disebabkan karena:

  • Konsumsi makanan yang kaya akan protein purin dalam jumlah banyak
  • Konsumsi alkohol
  • Trauma
  • Operasi
  • Penyakit lain, misalnya infark miokardium dan stroke

Penderita asam urat harus waspada dan mengatur makanan yang dikonsumsinya agar tidak memicu datangnya serangan baru, karena sakit yang diakibatkan oleh artritis gout sangatlah hebat dan dapat mengganggu kegiatan sehari-hari.

Jika dibiarkan terus menerus, maka penyakit asam urat ini dapat menjadi kronik dan timbul manifestasi lanjutan. Radang sendi bisa bertambah dan meluas sehingga tidak hanya satu pangkal ibu jari kaki saja yang terkena, namun bisa mengenai sendi tumit, lutut, bahkan hingga ke sendi jari-jari tangan.

Selain itu juga bisa muncul tofi, yaitu penimbunan kristal urat yang dikelilingi reaksi radang pada sendi, yang tidak menimbulkan rasa sakit namun sedikit demi sedikit akan menyebabkan kerusakan tulang. Tofi dapat muncul kurang lebih 5-10 tahun setelah serangan yang pertama. Penyakit lain yang juga bisa timbul yaitu batu ginjal.

Gejala Asam urat lainnya adalah:

  • Badan pegal-pegal dan sering merasa capek
  • Nyeri otot, kesemutan, linu yang sangat parah pada pundak, punggung, pinggang, pinggul, paha, lutut
  • Munculnya kemerahan, bengkak, nyeri, dan panas pada sendi-sendi yang terkena asam urat. Nyeri dan panas tersebut bisa terjadi pada malam dan pagi hari.
  • Kesulitan buang air kecil terutama bila penyakit asam urat sudah menyebar dan menyerang ginjal.


Pengobatan Penyakit Asam Urat

Penyakit asam urat tidak dapat disembuhkan dengan sempurna, namun dapat dikontrol dan dicegah agar tidak berkembang menjadi lebih parah. Untuk itu penderita harus mau disiplin dalam mengatur makanan yang dikonsumsi serta rajin memeriksakan kadar asam uratnya.

Haruskah kita waspada akan kemungkinan terkena asam urat? Tentu saja. Lebih baik mencegah daripada mengobati, karena itu bagi pria dan wanita berusia di atas 40 tahun sebaiknya rutin memeriksakan kadar asam uratnya minimal 1 tahun sekali. Apalagi jika terdapat obesitas atau penyakit hipertensi, karena keduanya merupakan kondisi yang sering ada pada penderita penyakit asam urat. Jika kadar asam urat lebih tinggi dari normal, segera konsultasi ke dokter untuk membicarakan langkah-langkah pencegahan yang bisa diambil.

Setelah Anda mengenal Asam Urat selanjutnya Anda bisa membaca artikel Pantangan Asam Urat

———————–

Referensi:

  1. Harrison’s Principles of Internal Medicine, 16th edition. McGraw Hills. 2005
  2. Kapita Selekta Kedokteran, edisi Ketiga. Media Aesculapius. 2001
  3. http://www.library.upnvj.ac.id/pdf/2s1keperawatan/205312039/bab1.pdf


loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *