Informasi dan Tips – informasitips.com

Kelahiran Prematur (Persalinan Prematur)

Posted on by in , with 1 Comment

informasitips.com – Usia kandungan Dini (36 tahun) sudah menginjak 33 minggu. Namun, memasuki usia ke-34 minggu, ketuban Dini pecah, sehingga bayi yang dikandungnya harus segera dikeluarkan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Bayi wanita yang bekerja di sebuah perusahaan konsultan properti di Jakarta ini mengalami proses kelahiran prematur.

Bayi Prematur (preemies/premature), seperti yang dinyatakan Badan Kesehatan Dunia (WHO), adalah bayi yang lahir sebelum usia kehamilan 36 minggu sejak terhitung masa menstruasi terakhir. Kelahiran normal bayi sendiri terhitung mulai usia kandungan 36 minggu hingga 40 minggu.

Penyebab Kelahiran Prematur (Persalinan Prematur)

Kelahiran prematur (persalinan prematur) merupakan salah satu sebab tingginya angka kematian bayi di Indonesia. Namun, ini tidak terjadi dengan sendirinya. Ada beberapa faktor penyebab timbulnya kelahiran prematur (persalinan prematur), antara lain:

bayi prematur

  1. Pre-eklampsia: yang salah satu gejala gangguannya adalah tekanan darah tinggi dan si ibu mengalami pembengkakan terus-menerus
  2. Placenta previa: letak plasenta ibu hamil berada tidak normal karena menutupi jalan lahir. Ini membuat kehamilan berisiko tinggi karena membahayakan sang ibu dan janin
  3. Infection/chorio amnionitis: infeksi pada selaput pembungkus bayi menyebabkan bayi lahir secara prematur
  4. Poly hydramnios/fetal malformation
  5. Uterine abnormalities: bentuk rahim tidak normal.

Selain itu, ada beberapa faktor lain yang juga memicu kelahiran dini (prematur), yaitu perasaan cemas yang berlebih-lebihan dan depresi karena lingkungan dan suasana kehamilan. Penggunaan tembakau, kokain, dan alkohol yang berlebihan selama kehamilan juga meningkatkan kemungkinan kelahiran prematur.

Untuk itu, pencegahan yang bisa dilakukan untuk menghindari terjadinya kelahiran (persalinan) prematur adalah menghindari faktor-faktor pemicu kelahiran prematur (persalinan prematur).

Resiko Kesehatan Bayi Prematur

Dibandingkan bayi cukup bulan, daya tahan tubuh bayi prematur lebih rendah karena pertumbuhannya yang belum sempurna sehingga lebih mudah terserang infeksi. Selain itu, bayi prematur mudah mengalami henti nafas karena ketidakmatangan paru-paru dan susunan saraf pusat, serta sulit mempertahankan suhu tubuh.

Bayi prematur sering kali tumbuh menjadi anak yang kurang sehat dan berisiko mengalami masalah jantung yang lebih besar daripada mereka yang lahir normal. Tidak hanya itu, bayi prematur memiliki risiko kondisi kesehatan akut dan kronis 32 persen lebih besar dibandingkan bayi dengan berat normal.

Untuk gangguan rohani/mental, bayi prematur memiliki masalah perilaku dan emosional dua kali lebih banyak dibandingkan dengan mereka yang lahir pada waktunya. Beberapa penelitian menyebutkan anak laki-laki dari kelahiran prematur cenderung menunjukkan masalah dengan perilaku agresif, sedangkan anak perempuan lebih suka memendamnya sendiri. Bahkan, bayi yang lahir lebih cepat dari waktu yang ditentukan dan bertubuh kecil memiliki peluang untuk menderita autisme lima kali lebih besar daripada bayi normal.

Ketika bayi terpaksa harus lahir prematur, tidak ada yang perlu disesali. Justru, hal utama yang harus dilakukan adalah menyelamatkan sang bayi dari bahaya kematian. Perlu diketahui, kemampuan beradaptasi bayi prematur memang tidak sekuat bayi yang lahir normal. Hal itu disebabkan karena organ tubuhnya belum sempurna. Sehingga, bayi harus dibantu dengan alat bantu pernapasan untuk menjaga kondisi bayi tetap stabil dan tidak jatuh pada kondisi darurat. Bila sudah stabil, bayi prematur harus mencapai pertumbuhan yang optimal, seperti layaknya bayi-bayi lain.

Cadangan lemak bayi prematur masih sedikit untuk menahan panas dan metabolisme yang belum sempurna untuk memproduksi panas sendiri. Selain itu, kehilangan panas lebih mudah terjadi pada bayi prematur karena perbandingan luas permukaan terhadap massa tubuhnya relatif lebih luas dibandingkan pada bayi yang cukup bulan. Oleh karena itu, biasanya bayi-bayi prematur harus menggunakan inkubator.

Metode Kangguru untuk Perawatan Bayi Prematur

Selain perawatan di inkubator, ada pula perawatan bayi kelahiran prematur yang lebih ekonomis ketimbang inkubator yang jelas membutuhkan biaya lebih banyak. Namanya perawatan metode kanguru. Metode yang ditemukan sejak 1983 ini menyediakan situasi dan kondisi yang mirip dengan rahim ibu.

Si bayi diletakkan di dada sang ibu dengan posisi tegak. Tubuh ibu menjadi inkubator hidup yang akan menyerap suhu panas untuk bayi ketika ia kepanasan ataupun menyalurkan suhu panas bila bayi kedinginan.

Metode kanguru ternyata sangat disukai bayi. Di samping bermanfaat untuk menstabilkan suhu tubuh, denyut jantung, dan pernapasan bayi, perawatan dengan metode ini pun dapat membangun hubungan emosi ibu dan anak, sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman.

Si bayi baru bisa menerima metode kanguru setelah dua minggu kelahirannya. Namun, dengan catatan, bayi yang dapat melakukan perawatan metode kanguru adalah mereka yang berat badan kurang lebih 2.000 gram (2 kg); yang tidak mengalami kelainan atau penyakit yang menyertai, yang memiliki refleks dan koordinasi isap serta menelan yang baik; serta bayi harus memiliki perkembangan baik selama berada di inkubator. Metode ini diterapkan hingga bayi mencapai usia 36 minggu.

Meskipun demikian, metode kanguru ini tidak sepenuhnya berhasil jika tidak didukung pemberian nutrisi yang optimal. Air susu ibu (ASI) merupakan nutrisi yang paling tepat untuk mempercepat pertumbuhan bayi. ASI memiliki kandungan protein dan kalsium yang tinggi dan mampu memproteksi bayi dari infeksi.

Bayi yang mendapat ASI memiliki pertumbuhan pada usia 18 bulan yang lebih baik daripada bayi yang mendapat susu formula. Karena itu, sang ibu harus memaksakan diri agar bisa menyusui bayi.

Jika si bayi belum bisa mengisap, ibu sebaiknya menggunakan pompa pay*d*ra untuk menyedot susu. Nah, susu yang dipompakan dapat diberikan kepada bayi. Apabila bayi mampu mengisap, ibu harus mulai menyusui untuk mendorong produksi susu lebih lanjut. Pemberian ASI ini harus terus diberikan hingga bayi mencapai ukuran tubuh yang terbilang normal.

Pengetahuan mengenai kelahiran prematur (persalinan prematur) menjadi penting karena dapat membantu menurunkan risiko kematian bayi prematur. Untuk itu, kesadaran dari dalam diri harus dibangun sebagai langkah untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terhadap calon-calon penerus bangsa.

Artikel Terkait

One thought on “Kelahiran Prematur (Persalinan Prematur)

  1. bardin

    kenapa kelahiran bayi premature,juga dapat menyebabkan kematian seorang ibu,sudah berapa cara saya lakukan untuk meyelamatkan istri saya agar tetap selamat dr persalinan mulai,dari mulai kekurngan darah a/b,bedah cesar & angkat rahim,tapi tetap juga kematian menjemputnya,saya cuma mw tanya sebatas mana keahlian seorang docter utk menyelamatkan persalinan premature,kejadian ini sangat memukul hati saya,saya masih ingat nama docter yg saya kenal namanya dr.astri,RSUD PALABUHAN RATU-SUKABUMI,sepertinya saya kurang percaya dengan docter astri karna setiap dia ambil keputusan selalu tidak percaya dengan dirinya sendiri(ragu)tp dia tetap melekukan bedah juga klwpun,beliu tdk percaya dgn solusi yg dia buat sendiri,jd ini membuat keraguan pada diri saya dgn docter trsbt,mohon solusi yang baik & benar,,,trimks.bpk bardin cilegon- banten.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

ARTIKEL TERBARU

NEWSLETTER

Mau berlangganan artikel Kami? Tulis Email Anda pada form di bawah ini.

Cek Email Anda setelahnya untuk mengaktifkan layanan newsletter. Terimakasih

OUR FRIEND