Informasi dan Tips – informasitips.com

Mengenal Dua Tipe Stroke

informasitips.com – Apa sajakah dua tipe stroke itu? Yang pertama dan yang paling umum terjadi adalah stroke iskemik, sedangkan yang kedua adalah stroke hemoragik. Secara umum, kedua tipe stroke tersebut dibedakan oleh penyebabnya. Untuk lebih detail baca lebih lanjut artikel ini.

Stroke Iskemik

Tipe stroke ini merupakan jenis stroke yang umumnya dikenal orang, sekaligus yang paling banyak diderita. Menurut data American Heart Association, sekitar 87% penderita stroke termasuk ke dalam tipe iskemik. Stroke jenis ini terjadi akibat kurangnya aliran darah menuju otak yang biasanya disebabkan oleh menyempitnya pembuluh darah arteri yang menuju ke otak. Aliran darah ke otak memiliki peran yang sangat vital, karena aliran darah membawa oksigen, glukosa dan juga bahan-bahan lainnya yang dibutuhkan otak dengan kecepatan alir yang konstan berkisar antara 50-54 ml darah per 100 gram bobot otak per menit. Namun, jika kecepatan alir itu lebih kecil dari yang seharusnya, yang dalam kasus stroke iskemik hanya berkisar 15-20 ml darah per 100 gram bobot otak per menit, maka stroke pun dapat terjadi.

Dua Tipe Stroke

Stroke Hemoragik

Meskipun tingkat kejadian stroke tipe hemoragik lebih rendah dibandingkan dengan stroke tipe iskemik, yaitu sekitar 10-15%, tetapi tingkat morbiditas dan mortalitas stroke tipe ini lebih tinggi dibandingkan dengan stroke iskemik. Stroke hemoragik, secara umum, disebabkan oleh terjadinya perdarahan pada jaringan otak, artinya darah terakumulasi pada suatu ruang di otak dimana seharusnya diisi oleh cairan serebrospinal.

Stroke hemoragik dibagi lagi menjadi dua, yaitu hemoragik subarachnoid dan hemoragik intraserebral. Kebanyakan stroke hemoragik intraserebral terkait dengan kerusakan pembuluh arteri yang disebabkan oleh hipertensi aut ataupun kronik, hipertensi tersebut akan meningkatkan resiko terjadinya stroke hemoragik intraserebral sebanyak 2 hingga 6 kali lipat. Stroke hemoragik subarachnoid terjadi akibat adanya perdarahan pada ruang subarachnoid. Normalnya, ruang subarachnoid diisi oleh sedikit cairan bening serebrospinal yang berperan penting dalam mengatur aliran darah pada tingkat arteriolar. Ketika darah yang mengisi ruang subarachnoid, maka akan menyebabkan timbulnya rasa sakit yang sangat mengganggu serta terganggunya aliran cairan serebrospinal. Peningkatan resiko terjadinya stroke hemoragik subarachnoid dapat disebabkan oleh peningkatan konsumsi alkohol, hipertensi, serta merokok.



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *