Informasi dan Tips – informasitips.com

Mengenal Diabetes Lebih Jauh

informasitips.com – Salah satu penyakit yang sudah sangat terkenal dan sering kita dengar dimana-mana. Diabetes, atau penyakit gula, atau penyakit kencing manis, memang merupakan salah satu primadona di negara kita. Menurut WHO, Indonesia berada di urutan ke-4 negara dengan penderita diabetes terbanyak setelah India, Cina dan Amerika Serikat, dengan jumlah penderita kurang lebih 7 juta orang. Diperkirakan jumlah ini akan terus meningkat hingga mencapai 21,3 juta orang pada tahun 2030. Bahkan dikatakan bahwa diabetes merupakan penyebab kematian ke-3 paling tinggi di Indonesia.

Informasi Lengkap Diabetes

sumber gambar: www.moderndiabetes.com

Diabetes merupakan sebuah penyakit kronis yang disebabkan oleh gangguan fungsi hormon insulin yang menyebabkan tingginya kadar gula dalam darah. Insulin sendiri merupakan salah satu hormon dalam tubuh yang berfungsi menurunkan kadar gula dalam darah. Penyakit ini bukan penyakit yang dapat sembuh begitu saja, namun dapat dicegah dan dapat dikontrol agar tidak muncul gejalanya. Bila tidak dikendalikan, diabetes dapat mengurangi kualitas hidup dan dapat pula berkembang menjadi keadaan yang mengancam nyawa.

Tipe Diabetes

Terdapat 2 tipe diabetes, yaitu:

  • Diabetes tipe I

    Merupakan penyakit yang didapat sejak lahir dimana tubuh tidak dapat memproduksi hormon insulin, sehingga kadar gula darah menjadi tinggi.

  • Diabetes tipe II

    Merupakan penyakit yang timbul akibat gaya hidup, dimana tubuh tidak lagi merespon kerja hormon insulin. Hal ini disebut juga resistansi insulin. Secara umum, 80% dari penderita diabetes mengidap diabetes tipe II.

Selain dari 2 tipe diabetes ini, terdapat pula diabetes yang muncul saat hamil, yaitu diabetes gestasional. Tipe diabetes ini muncul sekitar 4% dari seluruh kehamilan. Biasanya muncul pada trimester ke-3 kemudian menghilang setelah kehamilan selesai. Cenderung timbul pada wanita hamil yang:

  • Mengalami obesitas
  • Memiliki riwayat keluarga dengan diabetes tipe 2
  • Hamil kembar/lebih
  • Diabetes gestasional pada kehamilan sebelumnya

Faktor Resiko

Faktor resiko diabetes sebagian besar berhubungan dengan gaya hidup.

  1. Obesitas
    Lemak mengurangi kemampuan tubuh untuk merespon terhadap insulin, sehingga obesitas akan meningkatkan resiko terjadinya resistansi insulin.
  2. Gaya hidup tidak aktif (Sedentary life style)
    Tidak berolahraga pada akhirnya akan mengarah kepada obesitas, sehingga pada akhirnya akan meningkatkan resistansi insulin.
  3. Diet yang kurang baik
    Banyak mengkonsumsi lemak dan karbohidrat serta kurang makan sayur dan buah-buahan, memiliki kontribusi besar terhadap terjadinya obesitas, dan pada akhirnya dapat meningkatkan resiko diabetes.
  4. Riwayat keluarga
    Memiliki keluarga dengan riwayat diabetes menyebabkan timbulnya kecenderungan untuk diabetes, namun timbulnya penyakit tersebut sangat bergantung kepada gaya hidup orang tersebut.
  5. Usia
    Semakin tua usia, maka resiko timbulnya diabetes semakin besar. Seiring berjalannya usia maka fungsi organ-organ tubuh akan semakin menurun, termasuk fungsi organ penghasil insulin yaitu pankreas. Lama kelamaan jumlah insulin yang dihasilkan akan menurun. Demikian pula dengan sel-sel tubuh, semakin tua usianya maka lama-kelamaan akan muncul resistansi terhadap insulin.
  6. Tekanan darah tinggi (Hipertensi) dan kadar kolesterol tinggi
    Kedua gejala ini merupakan sebuah sindroma metabolik dengan ciri khas seperti obesitas, diet tinggi lemak dan kurangnya aktivitas. Sindroma metabolik ini memiliki resiko tinggi bagi munculnya penyakit jantung, stroke dan diabetes tipe 2.
  7. Riwayat diabetes gestasional
    Hasil penelitian menunjukkan wanita yang pernah mengalami diabetes gestasional memiliki resiko lebih besar untuk timbulnya diabetes tipe 2.

Gejala Diabetes

Gejala diabetes yang utama yaitu:

  • Sering minum
  • Sering buang air kecil, terutama di malam hari
  • Sering lemas
  • Cepat lapar

Jika penyakit diabetes ini berlanjut, maka dapat timbul komplikasi jangka pendek berupa penurunan kesadaran akibat hipoglikemi maupun hiperglikemi dan ketoasidosis.

Sedangkan komplikasi jangka panjang berupa:

  • Penyakit jantung dan stroke
  • Gagal ginjal
  • Penyakit mata : pandangan kabur, katarak
  • Rentan infeksi, seperti tuberkulosis paru, infeksi pada gusi (gingivitis) dan infeksi saluran kemih
  • Kaki diabetik, ditandai dengan kaki yang terasa kebal/baal maupun kesemutan, serta luka yang sulit sembuh

Diagnosis

Diagnosis diambil berdasarkan gejala klinis dan pemeriksaan darah. Hasil pemeriksaan gula darah sewaktu > 200 mg/dl atau glukosa darah puasa > 126 mg/dl sudah cukup untuk menegakkan diagnosis diabetes.

Pencegahan dan Pengobatan

Pengendalian diabetes sebaiknya dilakukan sedini mungkin. Dari faktor-faktor resiko yang telah dikemukan sebelumnya, telah diketahui bahwa gaya hidup memegang kontribusi terbesar dalam menyebabkan timbulnya diabetes. Karena itu pencegahan paling baik untuk diabetes adalah gaya hidup yang baik. Ajarkan semenjak masih anak-anak dan remaja pentingnya berolahraga dan makan sayur-sayuran serta buah. Kurangi makan junk food serta makanan berminyak, juga hindari kebiasaan merokok. Apalagi jika terdapat riwayat diabetes dalam keluarga, beritahukan pada anak sejak dini mengenai resiko terkena penyakit tersebut jika besar nanti. Kesadaran untuk mencegah timbulnya penyakit ini sangat penting dalam memotivasi anak untuk menjalani gaya hidup sehat.

Pengobatan untuk diabetes terbagi menjadi:

  1. Nutrisi dan diet

    Penderita diabetes harus memperhatikan pola makan dengan baik. Bukan hanya jenis makanan, namun juga jumlah makanan dan waktu untuk mengkonsumsi makanan harus diperhatikan. Mengatur makanan dengan baik juga dapat menurunkan berat badan, sehingga akan sangat membantu memperbaiki kondisi diabetes yang ada.

    • Makanan manis tidak harus dihindari sama sekali, namun dibatasi jumlahnya agar kadar gula darah tidak melonjak tinggi dengan tiba-tiba.
    • Memakan makanan dengan porsi kecil dan frekuensi lebih sering dapat membantu menjaga kadar gula agar tetap stabil
    • Ganti roti biasa dengan roti gandum, dan nasi putih dengan nasi merah
    • Tingkatkan konsumsi buah-buahan dan sayur
    • Hindari makanan berminyak
    • Hindari makanan beralkohol

    Semua hal di atas dapat membantu menjaga kadar gula darah dan mengurangi berat badan, namun akan lebih baik jika asupan kalori dari tiap makanan dihitung dan direncanakan dengan lebih teliti setiap harinya.

  2. Olahraga

    Olahraga dapat membantu menurunkan berat badan, menurunkan kadar gula dalam darah, dan juga membantu tubuh untuk lebih responsif terhadap insulin. Karena itu olahraga sangat penting dalam pengobatan diabetes. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam berolahraga bagi penderita diabetes yaitu:

    • Konsultasi kepada dokter spesialis penyakit dalam mengenai kemungkinan adanya penyakit lain akibat diabetes seperti penyakit jantung maupun ginjal, untuk merencanakan pola olahraga yang tepat.
    • Menggunakan alas kaki yang pas dan nyaman, kaus kaki yang menyerap keringat dengan baik, serta perhatikan apakah ada luka maupun lecet pada kaki sebelum dan sesudah olahraga. Jika sudah ada permasalahan pada kaki, pilih olahraga yang tidak membebani kaki seperti berenang.
    • Sebaiknya periksa kadar gula darah sebelum dan sesudah olahraga. Jika kadar gula darah di bawah 100 gr/dl, sebaiknya makan makanan ringan atau buah-buahan sebelum memulai olahraga. Ketika olahraga, jika merasa pusing atau mual, kemungkinan akibat gula darah yang terlalu rendah. Maka segera hentikan aktivitas lalu konsumsi makanan/minuman dengan gula yang cepat diserap seperti jus buah atau tes manis.
  3. Obat-obatan

    Obat-obatan dalam diabetes diperlukan untuk menjaga kadar gula darah tetap normal. Jenis, dosis, serta jumlah obat yang diberikan bisa berbeda-beda pada tiap orang, tergantung dari kadar gula darah, aktivitas, dan respon tubuh terhadap obat-obatan yang telah diberikan.

  4. Monitor kadar gula darah

    Tujuan dari pengelolaan berat badan melalui diet dan olahraga serta penggunaan obat-obatan pada pengobatan diabetes adalah untuk menjaga agar kadar gula darah tetap berada dalam batas normal. Kadar gula darah yang terlalu tinggi dapat mengancam nyawa, sedangkan kadar gula darah yang tinggi dalam jangka waktu lama dapat merusak organ tubuh dan menyebabkan penyakit lain. Karena itu sebaiknya penderita diabetes memiliki alat pengukur gula darah sendiri, dengan demikian kadar gula darah dapat dimonitor setiap hari. Hal ini juga membantu untuk mengukur efektivitas terapi yang telah diberikan.

  5. Kontrol rutin ke dokter

    Hal ini merupakan hal penting yang seringkali dilupakan penderita diabetes. Banyak penderita yang berhenti berobat setelah gejala-gejala diabetes dirasakan menghilang dan merasa dirinya telah sembuh. Padahal kondisi tersebut adalah hasil dari terapi yang menyebabkan kadar gula menjadi normal. Ketika pengobatan dihentikan, gula darah akan kembali meningkat dan akibatnya tidak terkontrol. Keadaan ini dapat berujung kepada keadaan yang mengancam nyawa.

    Selain itu pentingnya kontrol rutin ke dokter adalah untuk menentukan apakah obat-obatan yang diberikan berada dalam dosis yang tepat. Seringkali pasien berhenti berobat ke dokter dan hanya membeli obat-obatan yang pertama kali diberikan kepadanya. Padahal belum tentu kondisinya saat ini sama dengan kondisi saat pertama kali berobat. Jika kondisi penderita membaik, misalnya dengan olahraga dan pengaturan diet yang baik, dosis obat mungkin perlu dikurangi. Begitu pula sebaliknya, jika olahraga dan pengaturan diet belum dilakukan oleh penderita, maka kondisi pasien akan memburuk dan dosis obat mungkin perlu ditambah. Penggunaan obat tanpa kontrol ke dokter bisa berakibat sama buruknya dengan berhenti berobat sama sekali.

Pengobatan dan perawatan untuk diabetes dapat tampak merepotkan dan sulit untuk dilakukan pada awalnya. Namun, pusatkan pikiran kepada tujuan jangka panjangnya, yaitu untuk menjaga kualitas hidup dan mencegah timbulnya kondisi yang mengancam nyawa akibat gula darah yang tidak terkontrol. Selain itu, dengan memperbaiki gaya hidup menjadi sehat juga sekaligus melindungi diri dari penyakit jantung dan ginjal, sehingga manfaatnya lebih dari sekedar mengobati satu penyakit saja.



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *