Mengapa Kebanyakan Wanita Suka Sekali Belanja?

informasitips.com – Coba kamu pergi ke mal atau supermarket, pasti sebagian besar pengunjungnya adalah kaum wanita. Ya, wanita memang dikenal sebagai ‘tukang belanja’. Memang, tidak semuanya begitu. Terkadang, laki-laki juga suka berbelanja. Tetapi mungkin yang membedakan adalah intensitasnya. Wanita lebih sering (dan lebih senang) belanja dibandingkan laki-laki.

Laki-laki biasanya hanya berbelanja barang-barang yang memang dibutuhkan olehnya. Kalaupun untuk kesenangan, laki-laki lebih memilih untuk membeli barang-barang yang termasuk barang kesukaannya, seperti aksesoris mobil, gadget atau sesuatu yang berhubungan dengan hobinya. Sedangkan wanita, bisa jadi berbelanja semuanya. Mulai dari barang-barang yang dibutuhkan, seperti keperluan rumah tangga, sampai barang-barang yang tidak penting sekalipun. Itulah sebabnya mengapa pihak pengelola pusat perbelanjaan selalu memiliki cara untuk memikat para pembeli yang berjenis kelamin wanita. Mereka tahu bahwa kaum wanita bisa menjadi pasar yang sangat menjanjikan bagi mereka.

Menurut beberapa teori, kesukaan wanita akan berbelanja berkaitan dengan masalah ‘genetik’. Sejak zaman dahulu, wanita ditakdirkan untuk menjadi ibu rumah tangga yang bertugas mempersiapkan kebutuhan rumah tangganya. Wanita juga dituntut untuk membuat keadaan rumah menjadi lebih menyenangkan untuk keluarganya. Dalam hal makanan, wanita juga harus memilih bahan-bahan makanan yang baik untuk keluarganya. Kemungkinan besar, hal-hal tersebutlah yang menjadi penyebab munculnya ‘material desire‘ atau keinginan untuk memiliki barang-barang bagus dalam diri seorang wanita.

Wanita Suka Sekali Belanja

sumber gambar: www.urbaninfant.ca

Di sisi lain, perkembangan dunia telekomunikasi dan periklanan juga membuat para wanita semakin menggemari kegiatan yang disebut belanja atau shopping ini. Hal ini membuat wanita merasa memiliki hubungan dengan barang-barang yang muncul di media atau iklan. Oleh karenanya, mereka jadi merasa memiliki kewenangan untuk memilih dan memutuskan barang-barang yang akan dibeli.

Kalau kita tengok ke belakang, sekitar tahun 1920-an terjadi sesuatu yang disebut ‘liberation movement‘ yang dilakukan oleh para wanita. Pergerakan ini terjadi karena wanita juga merasa berhak untuk mengambil keputusan, termasuk dalam hal keuangan. Imbasnya, para wanita jadi merasa semakin berhak untuk membeli sesuatu yang mereka inginkan atau membelanjakan uang sesuai dengan keinginannya.

Bagi para wanita, berbelanja bukan hanya sekadar memilih dan membeli barang yang dibutuhkan. Belanja juga menjadi salah satu sarana bersosialisasi. Saat berbelanja, para wanita akan bertemu dengan banyak orang, melihat berbagai produk baru dan menemukan ide-ide baru.

Bagi wanita, belanja bukan hanya membeli barang, tapi juga menjadi kegiatan rekreasi.

Saat melihat produk-produk yang ada di toko atau pusat perbelanjaan, wanita merasa berhak untuk menentukan penampilan yang diinginkan, atau membuat rumah mereka menjadi lebih nyaman dan menyenangkan. Inilah yang menjadi dorongan bagi wanita untuk berbelanja.

Tak hanya itu, aroma persaingan juga turut berperan lho. Wanita selalu senang jika merasa ‘lebih’ dibandingkan dengan teman-temannya. Kebanyakan wanita ingin membuat teman-temannya terkesan. Seringkali barang-barang yang dibeli kaum wanita adalah barang yang menurutnya mampu membuat teman-temannya terkesan. Sederhananya, berbelanja bagi wanita adalah soal kebebasan, kepuasan dan harga diri.

Ada satu alasan menarik lainnya mengapa wanita senang sekali berbelanja. Studi ilmiah yang dilakukan oleh seorang dosen dari British Psychological Society, Karen Pine, seperti dilansir dari laman BBC mengatakan bahwa wanita memang memiliki hormon berbelanja. Hormon ini muncul bersama dengan siklus menstruasi wanita.

Hormon berbelanja yang ada dalam diri wanita ini biasanya meningkat saat periode menstruasi berakhir. Hormon ini membuat wanita merasa sangat tidak nyaman, stres, dan depresi, sehingga memilih untuk berbelanja sebagai hiburan. Menurut Karen, belanja dapat menjadi sarana bagi wanita untuk mengatur kembali emosi mereka.

Karena kadar hormon tersebut semakin meningkat di akhir menstruasi, maka biasanya wanita jadi berbelanja secara berlebihan pada masa akhir periode menstruasi mereka. Tak jarang, mereka juga mengaku merasa menyesal telah membeli barang-barang yang sebetulnya tidak terlalu dibutuhkan. Agar tidak terjebak dalam perilaku boros saat berbelanja, Karen menyarankan para wanita untuk menghindari tempat-tempat perbelanjaan pada saat hari-hari terakhir menstruasi mereka.

Bagikan artikel:

Rekomendasi

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>