Informasi dan Tips – informasitips.com

Mengapa Tumbuhan Cenderung Tumbuh Ke Arah Datangnya Cahaya

informasitips.com – Pernahkah Kamu bertanya-tanya, Mengapa tumbuhan yang Kita letakkan di dekat jendela tumbuhnya melengkung ke arah luar? Sebenarnya apa yang terjadi pada peristiwa tersebut?

Peristiwa di atas sering dijadikan sebagai bahan percobaan Biologi ketika Kita masih duduk di bangku sekolah, atau mungkin Kamu yang kini mendapatkan tugas tersebut dari guru Biologi di sekolah? Coba tengok gambar di bawah ini:

Tumbuhan ke Arah Cahaya

sumber gambar: oldschool.com.sg

Pada gambar di atas, tumbuhan yang diletakkan di dalam kotak cenderung tumbuh ke arah lubang yang sengaja dibuat sebagai tempat masuknya sinar matahari. Tumbuhan tersebut tumbuh melengkung ke arah datangnya cahaya.

Fenomena tersebut dikenal dengan sebutan fototropisme. Fenomena fototropisme pertama kali diselidiki oleh seorang naturalis berkebangsaan Inggris, yaitu Charles Darwin. Darwin coba menjelaskan fototropisme dengan melakukan percobaan menggunakan benih rumput hijau yang selalu tumbuh ke arah datangnya cahaya.

Fenomena fototropisme itu terjadi disebabkan karena pada tumbuhan terdapat hormon auksin yang mempengaruhi kecepatan tumbuh pada beberapa bagian tanaman, khususnya sel-sel meristematik yang aktif membelah. Auksin atau Asam Indolasetat akan membuat bagian tumbuhan yang tidak terkena cahaya tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan bagian tumbuhan yang terkena cahaya. Pada sisi tumbuhan yang lebih gelap hormon auksin lebih aktif, sementara pada sisi yang terkena cahaya aktivitas hormon auksin terhambat atau tidak ada sama sekali. Akibat dari kecepatan tumbuh yang berbeda itu, maka tumbuhan akan cenderung tumbuh melengkung ke arah datangnya cahaya. Lihat gambar berikut agar lebih jelas:

Auksin Cahaya

sumber gambar: abc.net.au

Mekanisme Kerja Hormon Auksin

Hormon auksin bekerja dengan cara mengeluarkan ion H+, sehingga pH di dalam sel-sel tumbuhan (pada sisi yang lebih gelap) akan turun atau menjadi asam. Pada suasana asam, dinding sel juga akan menjadi asam, sehingga enzim expansin akan aktif. Aktifnya expansin akan merusak ikatan-ikatan penyusun pada struktur dinding sel yang kemudian dinding sel akan menjadi lebih rapuh, sehingga kekuatannya pun menurun. Saat itulah sel-sel tumbuhan akan mudah mengembang akibat dari cairan yang masuk ke dalam sel, kemudian tekanan dari dalam sel akan dihasilkan yang selanjutnya akan memicu terjadinya fototropisme akibat dari kecepatan tumbuh sisi tanaman yang lebih gelap lebih cepat dibandingkan dengan kecepatan tumbuh sisi tanaman yang terkena cahaya. Oleh karena itulah seolah-olah tumbuhan cenderung tumbuh ke arah datangnya cahaya.



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

FOLLOW INFORMASITIPS

ARTIKEL PILIHAN

NEWSLETTER

Dapatkan Informasi dan Tips terbaru langsung ke Email Anda. Masukkan alamat Email Anda di bawah ini, kemudian klik langganan: