Informasi dan Tips – informasitips.com

Racun Ikan Buntal: Sangat Berbahaya dan Mematikan

informasitips.com – Ikan Buntal merupakan jenis ikan yang utamanya hidup di laut, namun juga kerap ditemukan di daerah estuarine, yaitu daerah dekat pertemuan sungai dan laut. Ikan Buntal termasuk ke dalam famili Tetraodontidae.

Di Indonesia, Kita mengenalnya dengan nama ikan Buntal, namun sesungguhnya ikan ini memiliki banyak nama, seperti pufferfish, puffers, balloonfish, blowfish, bubblefish, globefish, swellfish, dan masih banyak lagi.

Apakah ikan buntal beracun dan berbahaya? Ya, ikan buntal termasuk ikan yang berbahaya. Ikan Buntal tergolong jenis hewan beracun, bahkan ikan ini mendapat julukan sebagai hewan vertebrata paling beracun di dunia.

Ikan buntal memiliki kandungan racun yang sangat kuat. Racun yang terkandung dalam ikan Buntal adalah racun Tetrodotoxin. Kata Tetrodotoxin terambil dari kata Tetraodontiformes, yaitu ordo dimana spesies ikan Buntal bernaung dalam klasifikasi biologinya.

Tetrodotoxin merupakan racun atau toxin yang menyerang sel-sel saraf, atau kerap disebut neurotoxin. Racun Tetrodotoxin ini pertama kali diisolasi pada tahun 1909 oleh seorang ilmuwan Jepang, yaitu Dr. Yoshizumi Tahara.

Mekanisme Kerja Racun Ikan Buntal

Cara kerja racun Ikan Buntal adalah dengan mem-blok potensial-aksi pada saraf dengan cara terikat pada saluran-natrium (sodium-channel) yang berada di membran sel saraf. Hal itu menyebabkan ion natrium tidak dapat melewati salurannya untuk menuju sel saraf.

Blokade ion natrium tersebut menyebabkan terjadinya gangguan pada aktivitas listrik di membran sel saraf. Manifestasi dari pemblokiran ion natrium akibat keracunan tetrodotoxin tersebut adalah kegagalan dalam pernafasan, kulit membiru, kejang, hingga terjadinya gangguan pada detak jantung, dan seringkali berakhir pada kematian.

Racun Ikan Buntal Lebih Toksik Dibandingkan Sianida

Racun yang terkandung dalam ikan Buntal sangat toksik, sehingga jika seseorang sampai terkena dosis letalnya, maka yang bersangkutan dapat meninggal dengan cepat, yaitu dalam waktu 17 menit.

Dosis kematian racun ikan buntal adalah 334 mikrogram per kg, bandingkan dengan dosis letal racun sianida yang sebesar
8.5 mg per kg. Dapat dikatakan bahwa racun ikan Buntal 25 kali lebih toksik dibandingkan dengan racun Sianida.

Orang yang keracunan ikan buntal akan menunjukkan reaksi berupa muntah-muntah, mencret, disfungsi otot jantung dan otot napas yang dapat berujung pada gagal jantung dan gagal napas.

Ikan Buntal di Indonesia

Ikan Buntal terdiri atas banyak spesies. Spesies ikan Buntal yang ada di laut Indonesia merupakan spesies yang beracun.

Banyak laporan mengenai kejadian keracunan ikan Buntal setelah mengonsumsi ikan yang diambil dari daerah perairan Indo-Pasifik dimana laut Indonesia termasuk di dalamnya. Namun, belum ada laporan kasus keracunan tetrodotoxin akibat ikan Buntal yang berasal dari perairan Atlantik.

Ikan Buntal Dikonsumsi di Jepang

Meski ikan Buntal diketahui sangat beracun, namun di Jepang, ikan ini ternyata dikonsumsi oleh banyak orang, mereka menyebut makanannya Fugu. Namun, yang mengolahnya bukanlah sembarang orang, melainkan harus seorang Chef terlatih dan berlisensi.

Untuk mengonsumsi ikan ini, organ-organ dalam ikan Buntal harus terlebih dahulu dibuang agar terhindar dari racunnya yang mematikan.

Meski sudah terbiasa mengonsumsi ikan Buntal, namun kasus keracunan ikan ini di Jepang tetap terjadi. Dari tahun 2006 hingga 2009 terjadi 119 kejadian keracunan terkait ikan Buntal yang melibatkan 183 orang, 7 di antaranya mengalami kematian.

Menurut catatan pemerintah Jepang, terdapat kematian 0-6 orang per tahunnya akibat dari racun ikan Buntal.

Berikut ini makanan yang berbahan ikan Buntal, Fugu:

Fugu ikan Buntal

Gambar Ikan Buntal

Kasus keracunan ikan buntal di Indonesia beberapa kali pernah terjadi. Baru-baru ini (6 Mei 2016), ada kejadian keracunan akibat mengonsumsi ikan Buntal di daerah Lumajang yang menewaskan 4 orang.

Kejadian bermula saat mereka berhasil mendapatkan ikan dengan bobot 8 kg sebagai hasil pancingan, mereka membawanya ke rumah dan memasaknya untuk dikonsumsi.

Mereka tidak mengetahui bahwa sesungguhnya ikan yang dibawa itu adalah ikan Buntal yang sangat beracun. Hal itu mungkin saja terjadi karena mereka belum pernah melihat seperti apa rupa ikan Buntal dan juga tidak mengetahui bahwa ikan buntal termasuk jenis ikan yang beracun.

Sebelumnya, pada Desember 2012, juga pernah terjadi kasus keracunan ikan buntal di daerah Bireuen, Aceh yang menewaskan dua orang kakak beradik. Keduanya tewas setelah mengonsumsi hati ikan buntal yang digoreng.

Agar Kita semua terhindar dari kejadian keracunan ikan buntal, alangkah baiknya kita kenali seperti apa bentuk dan rupa ikan Buntal itu, berikut ini beberapa gambarnya:

Racun Ikan Buntal

Ikan Buntal Beracun

Keracunan Ikan Buntal

Ikan Buntal

Dengan semakin banyaknya orang yang mengetahui bentuk, karakteristik, dan seperti apa ikan buntal itu, diharapkan ke depan tidak akan ada lagi kasus-kasus kematian akibat keracunan ikan buntal.



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

FOLLOW INFORMASITIPS

ARTIKEL PILIHAN

NEWSLETTER

Dapatkan Informasi dan Tips terbaru langsung ke Email Anda. Masukkan alamat Email Anda di bawah ini, kemudian klik langganan: