Informasi dan Tips – informasitips.com

Mengapa Gempa Bumi Terjadi?

informasitips.com – Gempa Bumi yang dirasakan manusia merupakan manifestasi dari terjadinya gangguan pada lempeng-lempeng Bumi. Sejatinya gangguan itu tidak terjadi pada permukaan Bumi, namun terjadi di dalam perut Bumi di sepanjang lapisan lithosphere, yaitu bagian terluar Bumi dimana manusia berada di permukaannya.

Secara garis besar, ada 2 hal utama yang menyebabkan terjadinya gempa Bumi, dan kedua hal itu pada dasarnya menyebabkan munculnya gangguan pada lapisan terluar Bumi. Berikut ini 2 penyebab utama mengapa Gempa Bumi bisa terjadi:

  1. Pergerakan Tektonik

    4 Lapisan Bumi

    Bumi tersusun atas 4 lapisan utama, dimulai dari yang terluar, yaitu lithosphere, mantel, inti luar dan inti dalam. Lithosphere merupakan lapisan dimana manusia berada, lapisan ini terbilang tipis dibandingkan dengan lapisan lainnya. Tidak hanya tipis, namun lapisan ini tersusun atas bagian-bagian, artinya bukanlah satu lapisan utuh yang menyelimuti Bumi. Setiap bagian lapisan lithosphere itu senantiasa bergerak.

    Kita kerap mengenal bagian lapisan lithosphere sebagai lempeng tektonik. Setiap lempeng tektonik memiliki ujung yang saling berbatasan, yang disebut dengan lipatan. Nah, saat satu lempeng bergerak jauh, maka lempeng yang lain akan terpengaruh, terutama pada bagian lipatannya. Saat itulah, gempa Bumi bisa terjadi pada daerah lipatan tempat bertemunya lempeng tektonik. Gempa itu lah yang kemudian dirasakan manusia di permukaan, dan disebut dengan gempa tektonik.

  2. Aktivitas Gunung Berapi

    Gampa Bumi Vulkanik

    Aktivitas gunung berapi atau vulkanik juga bisa menyebabkan terjadinya gempa bumi. Biasanya gempa bumi yang terjadi akibat aktivitas gunung berapi disebabkan oleh adanya pergerakan magma di dalam perut Bumi.

    Aktivitas magma di bawah gunung berapi menciptakan munculnya tekanan, sehingga gunung berapi menyemburkan magma keluar, setelah itu tekanan terus tercipta dan diikuti oleh semburan-semburan magma berikutnya. Semburan magma itu terjadi tentunya melalui batuan-batuan di atasnya, sehingga bebatuan itu menjadi retak atau pecah. Setiap batuan yang retak atau pecah akan menyebabkan munculnya gempa, karena pada dasarnya batuan-batuan itu adalah bagian dari lempeng Bumi.

    Seperti yang dijelaskan di atas, adanya gangguan pada lempeng Bumi akan menyebabkan terjadinya gempa Bumi yang akan dirasakan manusia di permukaan. Besar kecilnya gempa yang tercipta tergantung dari besar atau tidaknya bebatuan itu terpecah oleh aktivitas semburan magma. Jadi, semakin besar semburan magma oleh gunung berapi, maka besar kemungkinan gempa bumi yang muncul akan besar pula.

    Gempa-gempa kecil itu sebenarnya bisa dideteksi dengan menggunakan alat seismograf yang akan melihat adanya tremor vulkanik pada permukaan Bumi di sekitar gunung berapi. Hal itu pula lah yang menjadi alat untuk pencegahan dini meminimalisir dampak yang muncul akibat letusan ataupun gempa vulkanik.



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

FOLLOW INFORMASITIPS

ARTIKEL PILIHAN

NEWSLETTER

Dapatkan Informasi dan Tips terbaru langsung ke Email Anda. Masukkan alamat Email Anda di bawah ini, kemudian klik langganan: