Informasi dan Tips – informasitips.com

Memahami Tentang Bipolar Disorder

informasitips.com – Kita sering kali mengalami hari baik maupun buruk dengan suasana hati yang kadang naik dan turun. Tetapi jika Anda menderita Bipolar Disorder atau Gangguan Bipolar maka grafik suasana hati Anda akan selalu turun atau naik secara tajam (ekstrim). Gejala Bipolar ini dapat mengakibatkan rusaknya suatu hubungan, misalnya hubungan Anda dengan pekerjaan, prestasi sekolah, atau interaksi Anda dengan orang-orang di sekeliling Anda. Meskipun gangguan ini dapat diobati, masih banyak orang yang tidak mengenali tanda-tandanya dan tidak tahu bantuan apa yang diperlukan untuk menangani gangguan bipolar ini. Bila tidak ditangganin secara cepat, gangguan ini akan semakin memburuk.

Apa itu Bipolar Disorder?
Bipolar disorder atau dikenal juga sebagai depresi manik merupakan gangguan jiwa yang digambarkan dengan perubahan emosi, suasana hati, pikiran, energi, dan perilaku yang sangat ekstrim dari titik tertinggi ke titik terendah atau sebaliknya. Tidak seperti perubahan suasana hati biasa, gangguan bipolar biasanya muncul secara intensif dan berlangsung selama beberapa hari, minggu, bahkan bulanan.

Perubahan emosi, suasana hati, perasaan dan mood yang ekstrim itu dari sangat senang ke sangat sedih (bahkan sampai depresi) diibaratkan seperti perubahan dari dua kutub emosi yaitu senang dan sedih, makanya disebut dengan istilah Bipolar.

Memahami apa, gejala, penyebab, dan penanganan bipolar disorder

Saat seseorang mengalami depresi, ia akan mengambil keputusan yang cukup ekstrim secara spontan, seperti tanpa melewati pertimbangan yang matang. Misalnya, di dunia karir, seseorang bisa langsung mengundurkan diri dari pekerjaannya atau merasa perlu beristirahat untuk waktu yang lama (menganggur). Saat memutuskan untuk menganggur, ia akan merasa sangat bahagia (berlebih). Namun setelahnya, ia merasa sangat membenci dirinya sendiri atas keputusasaannya itu. Penyesalan atas keputusan yang telah diambilnya itu membuat orang tersebut menjadi depresi.

Depresi pertama dari gangguan bipolar biasanya terjadi pada usia remaja atau dewasa awal. Gejala-gejala bipolar terkadang tidak terlalu jelas dan sulit dibedakan dengan perubahan emosi normal. Akibatnya, banyak orang dengan gangguan bipolar mengabaikannya karena tidak terlalu menyadari gangguan-gangguan yang muncul. Biasanya gangguan ini dapat dilihat juga dari riwayat keluarga.


Mitos dan Fakta Mengenai Bipolar Disorder
Mitos : Orang dengan gangguan bipolar tidak dapat menjadi orang yang lebih baik dan tidak bisa menjalani hidup normal.
Fakta : Banyak orang dengan gangguan ini memiliki karir sukses, keluarga yang bahagia, dan hubungan yang cukup baik dengan lingkungan. Dengan perawatan dan penanganan yang tepat, pengobatan yang baik, dukungan dan semangat dari lingkungan sekitarnya, maka keluhan-keluhan Bipolar yang muncul akan jauh berkurang.

Mitos : Gangguan bipolar hanya mempengaruhi suasana hati.
Fakta : Gangguan bipolar juga mempengaruhi tingkat energi, penilaian diri, memori, konsentrasi, nafsu makan, pola tidur, dorongan s*ks, dan harga diri. Selain itu, gangguan bipolar juga dikaitkan dengan masalah kecemasan, penyalahgunaan zat-zat tertentu (obat), dan gangguan kesehatan seperti diabetes, penyakit jantung, migrain, dan tekanan darah tinggi.

Mitos : Selain minum obat, tidak ada cara lain yang dapat dilakukan untuk mengontrol gangguan bipolar.
Fakta : Obat adalah dasar dari pengobatan terapi gangguan bipolar. Selain obat, yang juga sangat diperlukan untuk meringakan keluhan bipolar adalah olahraga secara teratur, tidur cukup, makan yang benar, mengatur suasana hati dengan baik, menjaga dan menghindari stres, serta semangat dan dukungan dari orang di sekitar penderita.

Tanda dan Gejala Bipolar Disorder
Ada 4 jenis tahapan suasana hati dalam gangguan bipolar, yaitu:
– Mania
– Hipomania
– Depresi
– Percampuran seluruhnya

  1. Tanda dan gejala umum mania:
    – Merasa luar biasa “tinggi” dan optimis atau sangat mudah marah
    – Tidak realistis, memiliki keyakinan yang terlalu muluk tentang kemampuan atau kekuasaan
    – Tidur sangat sedikit, tetapi merasa sangat energik
    – Berbicara cepat sehingga orang lain tidak bisa mengikuti
    – Balapan pikiran melompat dengan cepat dari satu ide ke ide yang berikutnya
    – Sangat mudah terganggu, tidak mampu berkonsentrasi
    – Gangguan penilaian dan impulsif
    – Bertindak sembarangan tanpa memikirkan konsekuensi
    – Delusi dan halusinasi (pada kasus yang berat)
  2. Tanda dan gejala umum hipomania:
    Hampir sama seperti pada mania tetapi derajatnya lebih ringan. Mereka dapat menjalani kehidupan sehari-hari dengan normal. Namun, hipomania sering meningkat menjadi tahapan depresi bila tidak ditangani.
  3. Tanda dan gejala umum depresi:
    – Merasa putus asa, sedih, atau kosong
    – Pemarah dan ketidakmampuan merasa senang
    – Kelelahan atau kehilangan energi
    – Perubahan nafsu makan dan berat badan
    – Masalah tidur dan konsentrasi
    – Perasaan tidak berharga atau bersalah
    – Sering memikirkan tentang kematian atau bunuh diri
  4. Tanda dan gejala umum tipe bipolar percampuran:
    Adanya depresi, perasaan gelisah, mudah marah, cemas yang berlebihan, dan susah tidur. Kombinasi energi yang tinggi dan suasana hati yang berada di level sangat rendah membuat risiko bunuh diri menjadi sangat inggi.



Bipolar Disorder dan Kasus Bunuh Diri
Fase depresi gangguan bipolar terbilang sangat parah, dan sangat beresiko untuk mengambil tindakan fatal seperti bunuh diri. Pada tingkatan yang tergolong cukup berat, penderita bipolar sering sekali memikirkan tentang kematian dan mengakhiri hidup karena merasa dirinya tidak diharapkan, tidak dimengerti, tidak dihargai, dan tidak ada gunanya lagi untuk hidup.

Waspadai beberapa tanda peringatan keinginan bunuh diri oleh penderita bipolar:
– Sering berbicara tentang kematian dan terus menyakiti diri sendiri
– Merasa putus asa atau tidak berdaya
– Merasa tidak berharga atau merasa menjadi beban bagi orang lain
– Bertindak sembarangan, seperti seseorang yang memiliki “keinginan untuk mati”
– Mengucapkan selamat tinggal
– Mencari tahu tentang senjata atau obat-obatan yang dapat digunakan untuk bunuh diri

Penyebab dan Pemicu Bipolar Disorder
Gangguan bipolar tidak memiliki penyebab tunggal. Ada kemungkinan bahwa orang-orang tertentu secara genetik cenderung untuk mengalami gangguan bipolar. Itu artinya, bila dalam riwayat keluarga terdeteksi ada yang menderita bipolar maka resiko keturunannya untuk menderita gangguan yang sama juga akan lebih besar. Namun tidak semua orang mewarisi gangguan ini. Jadi, gen bukanlah satu-satunya penyebab. Faktor lingkungan dan psikologis eksternal juga diyakini berperan cukup besar sebagai penyebab munculnya gangguan bipolar, seperti:

  • Stres
    Pemicu ini cenderung melibatkan peristiwa perubahan hidup yang cukup drastis, seperti pernikahan, perceraian, ujian perguruan tinggi, kehilangan orang yang dicintai, dipecat, atau kepindahan ke lingkungan baru.
  • Penyalahgunaan obat
    Obat-obatan seperti kokain, ekstasi, dan amfetamin dapat memicu mania. Sementara alkohol dan obat penenang dapat memicu depresi. Obat lain yang dapat menyebabkan mania termasuk obat flu, penekan nafsu makan, kafein, kortikosteroid, dan obat-obatan tiroid. Untuk itu, disarankan konsumsi obat harus benar-benar dimoderasi dan berada di bawah pengawasan dokter.
  • Perubahan musim
    Tahapan mania dan depresi sering juga mengikuti pola musiman. Tahap mania lebih umum terjadi selama musim panas dan tahap depresi lebih umum timbul selama musim gugur, musim dingin, dan musim semi.
  • Tidur
    Kehilangan jam tidur bahkan sangat sering melewatkan jam istirahat bisa memicu tahap mania.

Penanganan Bipolar Disorder
Jika Anda dapat mengenali tanda-tanda kemunculan gangguan bipolar ini pada diri Anda atau orang lain, sebaiknya jangan dianggap remeh. Anda harus bergerak cepat untuk mencari bantuan dan penanganan yang tepat agar tidak berkembang lebih parah.

Penanganan ahli

  1. Perawatan jangka panjang

    Karena gangguan bipolar adalah penyakit yang sering kambuh, sangat penting untuk melanjutkan perawatan bahkan ketika penderita sudah merasa lebih baik. Kebanyakan orang dengan gangguan bipolar memerlukan obat-obatan untuk mencegah tahapan baru yang mungkin muncul dan untuk menjaga agar tetap bebas dari gejala dan keluhan sebelumnya.

  2. Kombinasi
    Obat saja biasanya tidak cukup untuk menangani gangguan bipolar. Strategi pengobatan yang paling efektif untuk gangguan bipolar harus melibatkan kombinasi obat, terapi, perubahan gaya hidup, dan dukungan sosial dari keluarga, dan orang sekitar.
  3. Psikiatris yang berpengalaman
    Gangguan bipolar merupakan kondisi yang kompleks. Diagnosa bisa rumit dan perawatannya seringkali sulit. Untuk alasan keamanan, obat harus dimonitor. Seorang psikiater yang terampil dalam pengobatan gangguan bipolar dapat membantu Anda untuk mengontrol energi Anda.

Penanganan pribadi

  1. Pelajari sebanyak mungkin tentang gangguan bipolar. Semakin banyak Anda tahu, semakin baik dan akan membantu pemulihan Anda sendiri.
  2. Hindari situasi stres tinggi, menjaga keseimbangan kerja-hidup sehat, dan mencoba teknik-teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, dan bernapas dalam-dalam.
  3. Sangat penting untuk memiliki orang-orang yang dapat Anda andalkan sebagai tempat untuk meminta bantuan dan dorongan, misalnya keluarga dan sahabat.
  4. Jaga pola hidup sehat, seperti tidur yang baik dan cukup, makan makanan yang baik dan sehat, dan rutin berolahraga. Kebiasaan-kebiasaan pola hidup sehat tersebut dapat membantu menstabilkan suasana hati.

Semoga bermanfaat 🙂



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

One thought on “Memahami Tentang Bipolar Disorder

  1. wudjud

    Tips dan bacaan ini Sungguh sangat amat membantu kami sekeluarga, karena informasi selama ini perihal bepolar tidak pernah kami dapatkan baik disekolah maupun dalam kehidupan di masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *