Informasi dan Tips – informasitips.com

Memahami Arti Simbol Pada Kemasan Plastik

informasitips.com – Pernah membeli wadah plastik untuk tempat minuman dan makanan? Kalau anda perhatikan secara teliti pada bagian dasarnya sering terdapat simbol–simbol. Mungkin tidak semuanya mengerti apa sih arti simbol – simbol tersebut, atau bahkan anda tidak memperhatikannya sama sekali.

Jangan bingung, berikut ini akan kami jelaskan arti dari simbol – simbol itu:

  • Food Grade (Bergambar gelas dan garpu): Menandakan wadah tersebut aman digunakan untuk makanan dan minuman.

  • Non Food Grade (Gambar garpu dan gelas dicoret): Ini kebalikannya dari Food Grade, yang berarti wadah tersebut bukanlah wadah yang diperuntukkan bagi makanan dan minuman, karena kandungan zat yang terdapat didalamnya dapat membahayakan kesehatan anda.
  • Oven Safe (Gambar oven –dua garis horizontal) : Simbol ini berarti wadah aman digunakan untuk menghangatkan makanan dalam oven karena dapat menahan suhu panasnya.
  • Non Safe Oven (Gambar dua garis horizontal dicoret): Tentu saja berarti wadah ini tidak aman digunakan untuk menghangatkan makanan dalam suhu oven karena tidak tahan dengan suhu panasnya, dan jika dipaksakan tentu saja akan dapat merusak bentuk asli wadah.
  • Microwave Safe (Gambar garis bergelombang): Wadah dengan simbol ini aman digunakan untuk menghangatkan makanan dalam suhu tinggi microwave.
  • Non Microwave Safe (Gambar garis bergelombang dicoret): Wadah ini tidak memiliki ketahanan untuk digunakan sebagai penghangat makanan dalam suhu microwave.
  • Grill Safe (Gambar pemanggang atau gril –tiga segitiga terbalik): Menandakan aman untuk digunakan sebagai wadah untuk memanggang di dalam pemanggang.
  • Non Grill Safe (Gambar dicoret): Wadah yang terdapat simbol ini tidak aman untuk dipergunakan didalam pemanggang karena tidak memiliki ketahanan panas yang baik.
  • Cut Safe (Gambar pisau): Berarti wadah tersebut aman digunakan sebagai alas untuk memotong bahan – bahan makanan.
  • Non Cut Safe (Gambar pisau dicoret): Menandakan wadah dengan simbol ini tidak dapat digunakan untuk memotong bahan – bahan makanan. Jika anda paksakan dapat merusak materi plastiknya, karena akan tergores bahkan dapat terpotong.
  • Freezer Safe (Gambar bunga salju): Wadah yang aman digunakan untuk menyimpan makanan pada suhu beku/rendah, dapat pula digunakan didalam freezer.
  • Non Freezer Safe (Gambar dicoret): Wadah ini tidak dianjurkan untuk dipergunakan sebagai penyimpan makanan dalam suhu beku/rendah.
  • Dishware Safe (Gambar gelas terbalik): Berarti wadah ini aman dan kuat untuk dicuci dalam mesin pencuci piring.
  • Non Dishware Safe (Gambar dicoret): Tentu saja wadah ini bukan diperuntukkan dicuci dalam mesin pencuci piring, melainkan manual.

Selain simbol – simbol diatas, di wadah plastik biasanya juga terdapat gambar segitiga yang ditengahnya ada nomornya, simak yuk apa saja artinya:

Kode angka wadah plastik

1. PET (Polyethylene Terephthalate)

PETE 1

Direkomendasikan hanya untuk sekali pakai

Simbol ini biasanya tertera pada bagian bawah kemasan botol plastik, bergambar logo daur ulang dengan angka 1 di tengahnya dan tulisan PETE atau PET di bawah segitiga. Simbol itu biasa dipakai untuk botol plastik yang jernih/transparan/tembus pandang seperti botol air mineral, botol jus, dan hampir semua botol minuman lainnya. Mayoritas bahan plastik PET di dunia untuk serat sintetis (sekitar 60 persen), dalam pertekstilan PET biasa disebut dengan polyester (bahan dasar botol kemasan 30 persen). Botol Jenis PET/PETE ini direkomendasikan “hanya untuk sekali pakai”.

Alasannya, bila terlalu sering dipakai, apalagi digunakan untuk menyimpan air hangat apalagi panas, akan mengakibatkan lapisan polimer pada botol tersebut akan meleleh dan mengeluarkan zat karsinogenik yang dapat menyebabkan kanker.

2. HDPE (High Density Polyethylene)

HDPE 2

Meski aman digunakan, namun direkomendasikan hanya untuk sekali pakai

Pada bagian bawah tertera logo daur ulang dengan angka 2 di tengahnya, serta tulisan HDPE di bawah logo segitiga.
HDPE biasa dipakai untuk botol susu yang berwarna putih susu, tupperware, galon air minum, kursi lipat, dan lain-lain. HDPE merupakan salah satu bahan plastik yang aman untuk digunakan karena kemampuan untuk mencegah reaksi kimia antara kemasan plastik berbahan HDPE dengan makanan/minuman yang dikemasnya.

HDPE memiliki sifat bahan yang lebih kuat, keras, buram, berwarna putih susu, tidak mengkilat, dan lebih tahan terhadap suhu tinggi. Meski cukup aman digunakan, HDPE direkomendasikan hanya untuk sekali pemakaian (jangan sering digunakan), karena pelepasan senyawa antimoni trioksida terus meningkat seiring waktu.

3. V atau PVC (Polyvinyl Chloride)

V 3

Berbahaya dan hindari. Tidak aman digunakan

Tertera logo daur ulang (terkadang berwarna merah) dengan angka 3 di tengahnya, serta tulisan V yang berarti PVC (polyvinyl chloride), yaitu jenis plastik yang paling sulit didaur ulang. Plastik itu bisa ditemukan pada plastik pembungkus (cling wrap) dan beberapa botol minuman.

PVC mengandung DEHA (di-2-ethylhexyl adipate) yang dapat bereaksi dengan makanan yang dikemas dengan plastik berbahan PVC, saat bersentuhan langsung dengan makanan tersebut. Karena DEHA bisa lumer pada suhu 150 derajat celsius.
Reaksi yang terjadi antara PVC dengan makanan yang dikemas dengan plastik ini berpotensi berbahaya untuk ginjal, hati dan penurunan berat badan.

Sebaiknya kita mencari alternatif pembungkus makanan lain yang tidak mengandung bahan pelembut seperti plastik yang terbuat dari polietilena, seperti daun pisang yang lebih alami.

4. LDPE (Low Density Polyethylene)

LDPE 4

Aman dan cukup baik digunakan sebagai wadah makanan karena sulit bereaksi kimiawi dengan makanan

Terdapat logo daur ulang dengan angka 4 di tengahnya, serta tulisan LDPE, yaitu plastik tipe cokelat (thermoplastic/dibuat dari minyak bumi). Biasanya LDPE dipergunakan untuk tempat makanan, plastik kemasan, dan botol-botol yang lembek.

Sifat mekanis jenis plastik LDPE adalah kuat, agak tembus cahaya, fleksibel dan permukaan agak berlemak. Pada suhu di bawah 60 derajat celsius sangat resisten terhadap senyawa kimia, daya proteksi terhadap uap air tergolong baik, akan tetapi kurang baik bagi gas-gas yang lain seperti oksigen.

Jenis plastik ini aman dan cukup baik digunakan sebagai wadah makanan karena sulit bereaksi secara kimiawi dengan makanan. Biasanya digunakan untuk tempat makanan, plastik kemasan, botol yang lunak, atau barang yang fleksibel tapi kuat.

Plastik ini dapat didaur ulang, baik untuk barang-barang yang memerlukan fleksibilitas tetapi kuat, dan memiliki resistensi yang baik terhadap reaksi kimia.

Barang berbahan LDPE ini sulit dihancurkan, tetapi tetap baik untuk tempat makanan karena sulit bereaksi secara kimiawi dengan makanan yang dikemas dengan bahan ini.

5. PP atau Polypropylene

PP 5

Paling aman digunakan sebagai wadah makanan dan minuman

Tertera logo daur ulang dengan angka 5 di tengahnya. PP adalah jenis yang aman untuk digunakan sebagai kemasan pangan yang diisi ulang. Bentuk aslinya berwarna bening atau transparan. Ini adalah pilihan terbaik dan aman untuk bahan plastik, terutama untuk produk yang berhubungan dengan makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minum dan terpenting botol minum untuk bayi.

Karakteristik berupa botol transparan yang tidak jernih atau berawan. Polipropilen lebih kuat dan ringan dengan daya tembus uap yang rendah, ketahanan yang baik terhadap lemak, stabil terhadap suhu tinggi dan cukup mengkilap.

Carilah dengan kode angka 5, bila membeli barang berbahan plastik untuk menyimpan kemasan berbagai makanan dan minuman. Plastik PP (Polypropylene) merupakan jenis plastik paling aman dan direkomendasikan untuk wadah makanan atau botol minuman, terutama botol untuk bayi.

6. PS (Polystyrene)

PS 6

Tidak direkomendasikan untuk dipakai, sebaiknya hindari

Terdapat logo daur ulang dengan angka 6 di tengahnya, serta tulisan PS. Plastik jenis ini biasa digunakan sebagai bahan tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai, dan lain-lain.

Bahan tersebut harus dihindari. Plastik ini bila bersentuhan langsung dengan makanan yang bersuhu panas dapat mengeluarkan styrene. Elemen plastik ini (styrene) bisa bercampur dengan makanan dan tentu saja hal ini sangat berbahaya untuk kesehatan otak dan sistem syaraf, berbahaya bagi ubu hamil dan janin. Selain itu juga dapat mengganggu hormon estrogen pada wanita yang berakibat pada masalah reproduksi, pertumbuhan dan sistem syaraf. Bahan itu juga sulit didaur ulang. Jika harus didaur ulang, PS memerlukan proses yang sangat panjang dan lama.

PS dapat dikenali dengan kode angka 6, namun bila tidak tertera kode angka tersebut pada kemasan plastik, bahan ini dapat dikenali dengan cara dibakar (cara terakhir dan sebaiknya dihindari). Ketika dibakar, bahan ini akan mengeluarkan api berwarna kuning-jingga, dan meninggalkan jelaga.

7. OTHER atau biasanya Polycarbonate

Kemasan plastik 7

Jenis PC (polycarbinate) tidak aman digunakan karena bisa melepaskan BPA yang berbahaya dan dapat merusak sistem hormon tubuh

Kode 7 atau OTHER ini gabungan dari 4 jenis, yaitu SAN (styrene acrylonitrile), ABS (acrylonitrile butadiene styrene), PC (polycarbonate) dan Nylon.

OTHER dapat ditemukan pada tempat makanan dan minuman seperti botol minum olahraga, suku cadang mobil, alat-alat rumah tangga, komputer, alat-alat elektronik, dan plastik kemasan. Plastik ini relatif aman digunakan kecuali untuk jenis PC (polycarbonat) karena bisa melepaskan Bisphenol-A (BPA).

PC (polycarbonat) dapat ditemukan pada botol susu bayi, gelas anak balita, botol minum polikarbonat, dan kaleng kemasan makanan dan minuman, termasuk kaleng susu formula. PC dapat mengeluarkan bahan utamanya yaitu Bisphenol A ke dalam makanan dan minuman yang berpotensi merusak sistem hormon, kromosom pada ovarium, penurunan produksi sperma, dan mengubah fungsi imunitas.

Dianjurkan untuk tidak dipergunakan untuk tempat makanan ataupun minuman karena Bisphenol-A dapat berpindah ke dalam minuman atau makanan jika suhunya dinaikkan karena pemanasan.

Ironisnya botol susu sangat mungkin mengalami proses pemanasan, entah itu untuk tujuan sterilisasi dengan cara merebus, dipanaskan dengan microwave, atau dituangi air mendidih atau air panas.

SAN dan ABS memiliki resistensi yang tinggi terhadap reaksi kimia dan suhu, kekuatan, kekakuan, dan tingkat kekerasan yang telah ditingkatkan.

Biasanya SAN terdapat pada mangkuk mixer, pembungkus termos, piring, alat makan, penyaring kopi, dan sikat gigi, sedangkan ABS biasanya digunakan sebagai bahan mainan lego dan pipa. SAN dan ABS merupakan salah satu bahan plastik yang sangat baik untuk digunakan.


Tips yang perlu diperhatikan

  • Melihat bahayanya yang terkandung dalam plastik, sudah saatnya kita harus bertindak bijak dalam penggunaan plastik, khususnya plastik dengan kode 1, 3, 6, dan 7 (khususnya polycarbonate). Karena seluruhnya memiliki bahan bahaya secara kimiawi.

  • Namun, hal itu tidak berarti bahwa plastik dengan kode yang lain secara utuh aman, hanya perlu dipelajari lebih jauh lagi. Maka, jika kita harus menggunakan plastik, akan lebih aman bila menggunakan plastik dengan kode 2, 4, 5, dan 7 (kecuali polycarbonate), bila memungkinkan..
  • Bila tidak ada kode plastik pada kemasan tersebut, atau bila tipe plastik tidak jelas (misalnya pada kode 7, di mana tidak selamanya berupa polycarbonate), cara terbaik yang paling aman adalah menghubungi produsennya dan menanyakan mereka tentang tipe plastik yang digunakan untuk membuat produk tersebut.
  • Cegah penggunaan botol susu bayi dan cangkir bayi (dengan lubang penghisapnya) berbahan polycarbonate. Cobalah pilih dan gunakan botol susu bayi berbahan kaca, polyethylene, atau polypropylene.
  • Gunakanlah cangkir bayi berbahan stainless steel, polypropylene, atau polyethylene. Untuk dot, gunakanlah yang berbahan silikon, karena tidak akan mengeluarkan zat karsinogenik sebagaimana pada dot berbahan lateks.
  • Jika penggunaan plastik berbahan polycarbonate tidak dapat dicegah, janganlah menyimpan air minum ataupun makanan dalam keadaan panas.
  • Hindari penggunaan botol plastik untuk menyimpan air minum. Jika penggunaan botol plastik berbahan PET (kode 1) dan HDPE (kode 2), tidak dapat dicegah, gunakanlah hanya sekali pakai dan segera dihabiskan karena pelepasan senyawa antimoni trioksida terus meningkat seiring waktu. Bahan alternatif yang dapat digunakan adalah botol stainless steel atau kaca.
  • Hindari memanaskan makanan yang dikemas dalam plastik, khususnya pada microwave oven, yang dapat mengakibatkan zat kimia yang terdapat pada plastik terlepas dan bereaksi dengan makanan lebih cepat. Hal itu dapat terjadi bila kemasan plastik digunakan untuk mengemas makanan berminyak atau berlemak.
  • Bungkuslah terlebih dahulu makanan dengan daun pisang atau kertas sebelum dibungkus dengan plastik pembungkus, ketika makanan akan dipanaskan di microwave oven.
  • Atau anda bisa mencoba untuk menggunakan kemasan berbahan kain untuk membawa sayuran, makanan, ataupun belanjaan dan gunakanlah kemasan berbahan stainless steel atau kaca untuk menyimpan makanan atau minuman.


Nah, sekarang anda tidak bingung lagi dengan simbol – simbol tersebut kan?! Jangan sampai yang tadinya ingin membuat makanan atau minuman yang sehat bagi keluarga anda malah merusak kesehatan orang – orang tercinta anda. Jadilah konsumen yang pintar dalam memilih.

(Berbagai Sumber. *SilverSkylane)



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

FOLLOW INFORMASITIPS

ARTIKEL PILIHAN

NEWSLETTER

Dapatkan Informasi dan Tips terbaru langsung ke Email Anda. Masukkan alamat Email Anda di bawah ini, kemudian klik langganan: