Informasi dan Tips – informasitips.com

Mau Studi Ke Luar Negeri? Pahami Dulu Seperti Apa Sistem Pendidikan di Sana

informasitips.com – Melanjutkan studi di luar negeri tentu bukan perkara mudah. Selain harus memahami sistem pendidikan yang ada di negara yang dituju, kita juga harus pandai-pandai mempersiapkan diri sehingga bisa dengan mudah beradaptasi dengan lingkungan baru. Sistem pendidikan di luar negeri tentu berbeda dengan sistem pendidikan yang kita anut di Indonesia. Seperti apakah kira-kira sistem pendidikan di luar negeri? Berikut penjelasan singkat mengenai hal tersebut:

Sistem Pendidikan di Luar Negeri

Gambar : wit.ie

Sistem Pendidikan di Luar Negeri
Setiap negara tentu memiliki sistem pendidikan yang berbeda dengan sistem pendidikan di Indonesia. Sebagai contoh, Belanda memiliki standard pendidikan dasar dan menengah 14 hingga 15 tahun, yang terdiri dari pendidikan dasar yang ditempuh selama 8 tahun dan dilanjutkan dengan pendidikan menengah yang ditempuh selama 5-6 tahun. Bandingkan dengan sistem pendidikan di Indonesia di mana kita biasanya menempuh masa TK selama 1-2 tahun, SD selama 6 tahun, SMP lalu SMA, yang masing-masing ditempuh selama 3 tahun.

Jenjang pendidikan tinggi di Belanda dibagi menjadi dua, yaitu university dan university of professional education atau hogeschool. University bertujuan untuk melatih mahasiswa menggunakan ilmu yang diperolehnya secara mandiri, sedangkan university of professional education lebih menekankan pada praktek nyata yang dilakukan mahasiswa.

Untuk itu, jika seorang pelajar SMA di Indonesia ingin melanjutkan studinya di Belanda, terlebih dahulu ia harus menempuh bridging (penyetaraan) selama 1 tahun sebelum akhirnya dapat diterima sebagai mahasiswa Bachelor Degree (S1) di universitas di Belanda. Namun, hal ini tidak berlaku jika si pelajar telah mendaftar ke Hogeschool karena ia bisa langsung menggunakan ijazah SMA untuk mendaftar di universitas tanpa harus menempuh bridging.

Untuk pendidikan pascasarjana, setiap negara memiliki sistem pendidikan yang berbeda pula. Di negara-negara Eropa seperti Belanda, Jerman dan Prancis, misalnya, Diplome merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut jenjang pendidikan Master Degree atau S2. Umumnya, negara-negara di dunia menggunakan sistem pendidikan Bachelor (S1) – Master (S2) – Doctoral (S3), di mana Bachelor ditempuh selama 4-6 tahun, Master ditempuh selama 2-3 tahun, dan Doctoral ditempuh selama minimal 4 tahun.

By Course vs. By Research
Ketika menempuh pendidikan pascasarjana di luar negeri, istilah by course dan by research akan sering terdengar. S2 by course merupakan sistem pendidikan S2 yang harus ditempuh dengan menyelesaikan semua mata kuliah, baik itu kelas maupun lapangan, serta harus menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan dalam mata kuliah-mata kuliah tersebut. Hanya dengan memenuhi jumlah kredit (SKS) minimal mata kuliah dengan nilai yang ditentukan, kita sudah dapat lulus S2 by course. Maka dari itu, S2 by course bisa ditempuh selama 1 hingga 1,5 tahun.

Sebaliknya, S2 by research merupakan sistem pendidikan S2 yang meniadakan mata kuliah. Kalaupun ada mata kuliah yang harus diambil, biasanya hanya terdiri dari beberapa SKS dan bisa diselesaikan dalam 1 semester. Sesuai namanya, mahasiswa yang melakukan penelitian yang dilaporkan dalam bentuk thesis dan publikasi ilmiah bisa dinyatakan lulus S2 by research.


Persiapan
Ketika kita memutuskan untuk melanjutkan studi ke salah satu universitas di luar negeri, tentu ada banyak hal yang harus dipersiapkan, baik itu dari segi mental maupun materi. Beberapa hal yang patut kita perhatikan di antaranya:

  1. Negara tujuan
    Sebelum berangkat ke negara tujuan, ada baiknya bila kita memiliki banyak informasi mengenai negara yang kita tuju tersebut. Apa saja informasi yang perlu kita ketahui? Sederhana saja, seperti bahasa sehari-hari, mata uang, budaya setempat, kebiasaan, dan lain sebagainya. Jika kita mengetahui seluk beluk negara yang kita tuju, tentu kita menjadi lebih nyaman berada di sana karena setidaknya kita telah tahu sedikit banyak tentang kehidupan di sana.
  2. Bahasa
    Mempelajari bahasa negara tujuan akan memberikan banyak manfaat tersendiri. Meski kita fasih berbahasa Inggris, belum tentu warga di sana juga fasih berbahasa Inggris. Kita membutuhkan bahasa setempat untuk bisa berkomunikasi dengan warga sekitar, bersosialisasi, sehingga kita pun makin mengenal lingkungan baru kita.
  3. Budaya
    Tiap negara tentu memiliki budaya yang berbeda dengan Indonesia. Cari tahu mengenai budaya dan kebiasan di negara tujuan akan membuat kita lebih siap menghadapi culture shock nantinya.
  4. Peraturan setempat
    Memahami peraturan setempat penting bagi kita supaya kita tidak melakukan kesalahan hukum hanya karena hal sepele. Sebagai contoh, di Indonesia orang-orang terbiasa menyeberang jalan seenaknya tanpa melalui zebra cross. Namun, hal ini tidak berlaku di Spanyol, misalnya. Orang-orang tidak boleh menyelonong begitu saja di tengah jalan tanpa melalui zebra cross. Bisa-bisa kita harus membayar denda nantinya.
  5. Mencari teman
    Cobalah untuk mencari informasi perkumpulan warga Indonesia yang tinggal di negara yang kita tuju. Mengapa harus mencari sesama orang Indonesia? Bukan tidak mungkin kita perlu mencari tahu hal-hal sederhana mengenai negara tujuan yang mungkin lebih enak bila dijelaskan oleh mereka yang telah lebih dulu tinggal di negara tersebut.

Ingat, setiap negara memiliki sistem pendidikan yang berbeda dengan negara lainnya. Untuk itu, pastikan kita lebih dulu memahami sistem pendidikan negara tujuan sebelum melanjutkan studi di sana. Carilah informasi sebanyak-banyaknya, baik melalui Internet atau bertanya langsung pada mereka yang sudah pernah mengenyam pendidikan di sana.



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *