Home » Kesehatan » Masalah Obesitas, Penyebab dan Gejalanya

Masalah Obesitas, Penyebab dan Gejalanya

Oleh Informasitips.com on January 17, 2012 in Kesehatan, Penyakit - No comments

Masalah kesehatan Obesitas, penyebab dan gejalanyainformasitips.com – Obesitas didefinisikan sebagai kelebihan berat badan akibat penimbunan lemak tubuh yang berlebih. Obesitas terjadi akibat ketidakseimbangan jumlah asupan kalori yang masuk ke dalam tubuh dengan jumlah kalori yang dikeluarkan oleh tubuh. Kelebihan jumlah asupan kalori tersebut akan disimpan di dalam otot.

Tubuh memerlukan lemak sebagai tempat menyimpan cadangan energi dan sebagai penghasil panas agar suhu tubuh tetap terjaga. Namun pada kondisi berlebih, lemak menjadi ancaman paling berbahaya bagi jantung. Jantung yang terbungkus lemak sangat beresiko terhadap infark miokardium (serangan jantung tiba-tiba). Tidak hanya berbahaya bagi jantung, obesitas juga menjadi penyebab berbagai macam penyakit seperti diabetes type II yang muncul pada usia dewasa, hipertensi, stroke, gagal jantung, kanker prostat dan kanker usus besar, batu kandung empedu, gout dan osteoartritis.

Penyebab Obesitas

Apa saja sih penyebab obesitas?

  1. Genetik
    Berdasarkan pengamatan lisan, orang tua yang bertubuh gemuk rata-rata memiliki anak-anak yang juga bertubuh gemuk. Dari fakta tersebut, secara genetik obesitas cenderung diturunkan. Orang tua tidak hanya menurunkan gen kepada anak-anaknya namun juga menurunkan gaya hidup dan kebiasaan makan.
  2. Psikis
    Ketika terjadi gangguan emosional misalnya stres, sebagian orang memanifestasikan rasa stresnya pada aktivitas makan. Stres yang tidak dikelola dengan baik, berdampak buruk terhadap banyak hal, salah satunya kegemukan meski itu awalnya hanyalah sebuah manifestasi.
  3. Penyakit
    Beberapa penyakit yang menyebabkan kegemukan diantaranya syndrom cushing (kelenjar adrenal beraktivitas terlalu aktif sehingga menghasilkan kortikosteroid berlebih. Kelebihan kortikosteroid memicu katabolisme lemak sehingga terjadi redistribusi lemak ke bagian tubuh tertentu), syndrom prader willi (kelainan genetik langka yang berhubungan dengan kromosom 15 dan gen OCA2. Biasanya menyerang anak-anak. Anak-anak dengan kelainan ini tidak bisa mengontrol nafsu makannya) dan hipotiroidism (kelenjar tiroid kurang aktif sehingga menghasilkan hormon tiroid yang sangat sedikit).
  4. Obat-obatan
    Obat-obatan yang mengandung steroid (lemak hasil sintesa kimia) dan obat-obat anti depresan dicurigai dapat meningkatkan berat badan.
  5. Perkembangan
    Seseorang yang gemuk pada masa kanak-kanak memiliki sel lemak 5 kali lebih banyak dibanding dengan anak-anak seusianya yang memiliki berat badan normal. Jika tidak segara ditangani keadaan ini akan berlanjut hingga dewasa.

Gejala Obesitas
Gejala yang paling nyata dan yang paling mudah dimengerti untuk mendeteksi obesitas adalah penambahan berat yang tidak terkontrol. Seseorang bahkan tidak perlu menimbang bobot tubuhnya untuk mengetahui apakah dirinya mengalami kegemukan atau tidak.

Gejala yang menyertai penderita obesitas adalah sesak nafas (jika lemak sudah membungkus jantung dan menekan paru-paru), apnue (pernapasan terhenti sementara sewaktu penderita tidur di malam hari), akibatnya penderita sering mengantuk di siang hari.
Gejala obesitas yang lain adalah nyeri tulang punggung, memperburuk riwayat osteoarthritis (radang sendi/rematik akibat penipisan bantalan sendi) terutama di daerah pinggul, lutut, dan pergelangan kaki, berkeringat lebih banyak, dan sering ditemukan pembengkakan pada tungkai dan pergelangan kaki akibat penimbunan sejumlah cairan.

Komplikasi obesitas sangat mengerikan, apalagi pada penderita obesitas dengan klasifikasi class III obesity. Bayang-bayang rasa sakit dan kematian sering kali menurunkan gairah hidup mereka. Penurunan gairah hidup ini turut memperburuk status kesehatan mereka sendiri.

Jika Anda merasa kegemukan mulai mengintai Anda, pastikan bobot tubuh Anda berada pada klasifikasi obesitas yang mana, mengunakan rumus berikut ini:

IMT = Berat Badan (kg)/(Tinggi Badan (cm)/100)2

Contoh :
BB = 50 kg, TB = 160 cm
IMT = 50/(160/100)2 = 50/2,56 = 19,53

Klasifikasi Nilai IMT dapat dilihat pada tabel berikut:

IMT Status GiziKategori
< 17.0KurangSangat Kurus
17.0 - 18.5KurangKurus
18.5 - 25.0BaikNormal
25.0 - 27.0Lebih Gemuk
> 27.0LebihSangat gemuk

Sumber: Departemen Kesehatan RI

Ingin tahu bagaimaca cara mengatasi obesitas? Baca juga artikel “Bagaimana Cara Mengatasi Obesitas?

Copyright secured by Digiprove © 2012










Tentang Penulis

Lunetta Yoshe

Kenalkan nama saya Lunetta Yoshe, senang di panggil Yoshe. Aktivitas saya saat ini adalah membantu orang-orang sakit yang menginap di rumah sakit. Saya menjumpai orang sakit setiap hari, mereka selalu datang dengan berbagai macam penyakit. Banyaknya orang sakit yang saya temui setiap hari itu memunculkan keinginan saya untuk berbagi pengetahuan. Salah satu hobi Saya yang paling saya sukai adalah menulis. Semoga artikel Saya dapat membantu Anda. Salam

archiveArsip Penulis



Untuk Berlangganan Artikel Kami, Tulis Email Anda Pada Form di Bawah ini.

Jangan Lupa Cek Email Anda Setelahnya. Terimakasih



Post Comment

© 2012 Informasi dan Tips oleh Informasitips.com. All rights reserved. Icons by Komodo Media.