Informasi dan Tips – informasitips.com

Masalah-masalah di Tempat Kerja dan Solusi Mengatasinya

informasitips.com – Semua orang yang pernah menjadi karyawan di suatu perusahaan pasti setuju bahwa tak ada pekerjaan yang mulus tanpa masalah. Semua bidang pekerjaan pasti pernah mengalami berbagai macam problematika yang menghadang.

Ada beberapa hal yang sering menjadi masalah di tempat kerja, seperti kesulitan untuk menjalin kerjasama dengan atasan dan rekan kerja, beban pekerjaan yang terlalu berat dan tak sesuai dengan kapasitasnya. Bahkan, ada juga yang sampai bosan setengah mati di kantor karena tak ada pekerjaan yang perlu dilakukan.

Pada saat seperti itu, keinginan untuk kabur dari lingkungan yang tak menyenangkan pasti ada dan biasanya yang dilakukan adalah resign (mengundurkan diri) dan mencari pekerjaan baru alias pindah kantor. Namun, resign tidak selalu menjadi jalan keluar yang paling tepat untuk semua masalah di lingkungan pekerjaan.

Karena, tidak ada jaminan di tempat yang baru nanti pasti akan lebih baik. Bahkan, bisa jadi malah lebih buruk dari suasana kantor yang sebelumnya. Selain suasana kerja baru yang mungkin saja tak menyenangkan, kamu juga harus berjuang melawan rasa sesal karena salah mengambil keputusan.

Oleh karena itu, pertimbangkan baik-baik sebelum mengambil keputusan untuk resign, apakah masalah yang ada masih bisa diatasi atau tidak. Jangan sampai salah mengambil keputusan hanya karena emosi atau sekedar untuk lari dari masalah.

Masalah di tempat kerja dan solusi

Berikut ini merupakan beberapa masalah/keluhan yang sering memicu seseorang untuk resign, beserta solusi yang perlu dilakukan untuk mengatasinya:

  1. Gaji kurang
    Gaji kurang sering menjadi alasan karyawan untuk resign. Sebagai manusia normal, tentu sangat wajar bila menginginkan pendapatan atau gaji yang besar.

    Apalagi, berbagai kebutuhan hidup dengan harga-harga yang mencekik saat ini, sangatlah wajar bila seseorang mengharapkan gaji yang lebih. Namun, apakah karena masalah itu kita langsung buru-buru memutuskan untuk resign? Tentunya tidak, kan. Kita tidak boleh buru-buru memutuskan untuk resign karena merasa gaji yang didapat tidak cukup besar.

    Lalu, bagaimana solusi yang terbaik untuk mengatasi masalah tersebut?

    Solusi: Dalam menyikapi masalah gaji, sebaiknya yang dilakukan adalah survey dengan rekan-rekan kamu yang bekerja di perusahaan lain dengan jabatan yang sama. Bila kisaran gajinya masih sama, atau hanya beda-beda tipis, mungkin kamu tak harus menyalahkan soal gajimu yang kurang. Kamu mungkin perlu melakukan tindakan cost efficiency atau mulai mencari sumber penghasilan tambahan.

    Bila memungkinkan, kamu bisa meminta kenaikan gaji kepada atasan.

    Namun, bila setelah survey ke rekan-rekanmu di perusahaan lain ternyata range salary untuk posisimu saat ini berada di bawah gaji yang didapat teman-temanmu di perusahaan lain tersebut, jangan buru-buru gegabah menyalahkan kantor tempatmu bekerja saat ini. Pertimbangkan juga hal-hal lainnya di luar masalah gaji, seperti, lingkungan kerja yang mungkin saja lebih nyaman, tunjangan/fasilitas lain yang diberikan, kemungkinan untuk jenjang karir yang lebih baik, atau keuntungan-keuntungan lainnya yang mungkin saja tidak akan ditemui di tempat kerja yang gajinya lebih besar itu. Jadi, kita harus benar-benar cermat untuk menyikapi masalah ini.

  2. Tidak ada Bonus
    Selain soal gaji, masalah lain yang terkadang menjadi ganjalan bagi para pekerja adalah soal bonus bulanan.

    Bonus bulanan atau tahunan biasanya diberikan oleh perusahaan-perusahaan tertentu yang mungkin ingin memberikan reward bagi karyawan sesuai dengan kinerjanya dan keuntungan yang diperoleh perusahaan. Hal ini biasanya bukan merupakan tanggung jawab suatu perusahaan, kecuali dari awal sudah tercantum dalam surat perjanjian kerja.

    Namun demikian, masih sering terdengar keluhan mengenai ketiadaan bonus, apalagi bila pada jaman sebelumnya pernah ada acara pemberian bonus.

    Solusi: Tetaplah bekerja dan memberikan peforma yang terbaik dengan pertimbangan bahwa bila kinerja semakin baik, maka keuntungan yang didapat perusahaan akan semakin besar dan perusahaan bisa memberikan bonus kepada karyawan-karyawannya.

  3. Tidak ada business trip ke luar negeri, tidak ada training untuk menambah skill, tidak ada company outing
    Tidak ada business trip ke luar negeri, tidak ada training untuk menambah skill, tidak ada company outing adalah beberapa keluhan yang juga menjadi masalah di tempat kerja.

    Hal itu bagi perusahaan yang sedari awal menjanjikannya atau pernah mengadakannya memang menjadi harapan tertentu bagi karyawan. Namun, bila ternyata setelah berjalan sekian tahun dan peluang untuk hal itu ternyata cukup kecil, maka harap bersabar dulu. Biasanya memang program demikian ditujukan bagi jabatan atau posisi tertentu dalam perusahaan. Kecuali untuk company outing, biasanya dilakukan beramai-ramai dan itu pun tergantung pada kondisi keuangan perusahaan.

    Solusi: Daripada harus pusing karena ini, untuk menambah wawasan dan pengalaman bisa diperoleh dengan membaca buku-buku yang berhubungan dengan pekerjaan, atau mengikuti seminar-seminar.

    Jika alasannya hanya karena ini, rasanya agak terburu-buru bila langsung mengambil keputusan untuk resign. Terlebih lagi, di jaman seperti sekarang ini dimana mencari pekerjaan sangatlah susah. Pertimbangkanlah baik-baik dan matang-matang sebelum kamu mengambil keputusan.

  4. Atasan Galak/Otoriter
    Atasan model begini berpotensi besar bikin kita tertekan batin. Atasan galak ditambah pula dengan sikapnya yang kurang menghargai pendapat bawahan dan menganggap bawahan selalu jadi pihak yang salah dalam setiap situasi, tentu akan membuat para karyawan dan bawahannya menjadi tidak betah.

    Solusi: Perlu diketahui, si bos marah besar tentu ada sebabnya. Mari introspeksi diri dulu. Dari kejadian pertama kita diomelin, tentunya kita bisa menebak seperti apa karakter atasan kita tersebut. Hasil kerja seperti apa yang ia sukai dan yang tidak ia sukai.

    Bila sudah tahu, berusahalah memberikan hasil kerja terbaik yang bisa anda lakukan. Lihat juga sisi positifnya, bos model begitu akan membuat kita tetap rendah hati dan menyadari bahwa kita masih harus banyak belajar untuk mencapai kesempurnaan.

    Nah, kalo sudah berusaha sebaik mungkin, dan si bos masih suka marah-marah tidak jelas, sangatlah wajar bila pada akhirnya kamu mengambil keputusan untuk resign, karena meskipun kamu adalah bawahannya, kamu juga manusia yang tidak bisa diperlakukan seenaknya, kan?

  5. Atasan Cuek/tidak perhatian
    Dibanding bos galak, mungkin lebih baik bos yang cuek. Tetapi, sebagai bawahan, ada kalanya kita butuh untuk lebih diperhatikan oleh atasan. Apalagi, bila kita sudah berusaha semaksimal mungkin dengan prestasi kerja yang bagus dan gemilang.

    Cukup banyak juga bos atau atasan yang terkesan tidak peduli dengan pencapaian yang telah diraih karyawannya. Sebaik apapun hasil kerja kita, si bos tetap tak peduli dan tak pernah memberikan reward apapun, bahkan untuk sekedar memuji.

    Situasi kerja yang seperti itu tentu menimbulkan perasaan tidak nyaman. Lantas, apakah kita harus langsung resign bila mendapati suasana kerja yang demikian? Tunggu dulu, ada baiknya kita lebih bersabar dan tidak buru-buru untuk resign.

    Solusi: Bila kita menghadapi suasana kerja yang seperti itu, sebaiknya kita kembali ke motivasi awal kita bekerja, bahwa kita bekerja bukanlah untuk mengesankan siapa-siapa.

    Kita bekerja sebagai bentuk untuk aktualisasi diri kita. Kita bekerja demi keluarga dan anak-anak kita. Kita bekerja agar bisa berkontribusi dengan ilmu yang kita miliki, bukan semata-mata mencari pujian atau perhatian dari atasan.

    Selama tak ada hak-hakmu yang dicurangi, tetaplah bekerja dengan baik dan sadarilah bahwa Tuhan maha tahu. Tidak akan ada hal baik yang sia-sia. Bersabarlah, suatu saat, hal yang baik pasti akan menghampirimu, sesuai dengan apa yang telah kamu upayakan.

  6. Rekan kerja nggak asik/nggak menghargai

    Masalah ini sedikit banyak tentu akan mengganggu kinerjamu. Bila hanya satu dua orang saja yang nggak asyik atau nggak menghargai, mungkin kamu masih bisa cuek dengan hal tersebut. Bagaimana bila semua orang melakukan hal yang sama?

    Solusi: Langkah pertama yang bisa dilakukan tentunya adalah introspeksi diri. Sudahkah kita bersikap baik dan berusaha menjalin hubungan yang baik dengan rekan kerja? Bila belum, cobalah untuk memperbaiki diri.

    Resign bukanlah jalan keluar untuk mendapatkan lingkungan yang lebih baik. Karena, kemungkinan besar masalahnya ada dalam diri kamu sendiri.

    Jangan berharap selalu dimengerti orang lain. Orang-orang memiliki terlalu banyak beban hidup yang harus dipikirkan daripada pusing-pusing memikirkan bagaimana caranya membuatmu bahagia di kantor.

    Kalau cukup nyali, bisa melakukan survey, kira-kira hal apa yang tidak disukai oleh rekan kerja dari dirimu, tanyakan dengan jujur dan katakan bahwa kamu ingin memperbaiki diri.

    Andaikan kamu sudah introspeksi dan memperbaiki diri tapi rekan-rekan kerjamu tetap nggak asik dan nggak bisa menghargai, tak perlu terlalu sedih. Tetaplah tenang dan usahakan agar jangan terpengaruh dengan hal tersebut. Jadilah orang yang kuat dan tetaplah semangat bekerja, meskipun lingkungan tidak bersikap ramah padamu.

    Kamu bukan bekerja untuk teman-temanmu, kan? Pekerjaanmun juga tidak digaji oleh teman-temanmu, kan? Lalu, buat apa terlalu dipusingkan.

  7. Rekan kerja suka menjatuhkan
    Tak dapat dipungkiri, politik di dunia kerja memang terkadang kejam. Kadang, untuk mencapai suatu maksud dan tujuan, seseorang tak sungkan-sungkan menghalalkan berbagai cara, sampai cara-cara yang tidak manusiawi sekalipun. Salah satunya adalah menjatuhkan rekan di depan atasan untuk membuat dirinya menjadi yang terbaik, mencuri ide-ide brilianmu dan mengklaim itu idenya. Bagaimana caranya bisa bertahan dengan rekan kerja seperti itu?

    Solusi: The answer is tetaplah bekerja dengan baik dan jangan terlibat di dalam cara-cara kotor seperti itu.

    Tak perlu terlalu khawatir, meskipun mungkin rekan-rekan kerjamu berusaha menjatuhkanmu. Yakinlah bahwa rejeki setiap orang sudah diatur oleh Tuhan. Tetaplah semangat dan selalu berikan performa terbaikmu.

    Merasa sangat terganggu dengan rekan kerja yang seperti itu sampai-sampai memutuskan untuk pindah kerja? Wah, rasanya sangat disayangkan, ya. Karena, belum tentu di tempat baru nanti, kamu akan mendapati lingkungan kerja yang menyenangkan dengan rekan-rekan kerja yang baik. Ingatlah, sekuat apapun kita berusaha menjadi orang yang baik, pasti akan selalu ada orang-orang yang tidak menyukai kita.

    Tetaplah bekerja dengan baik dan selalu berhati-hatilah dalam setiap kali kamu melangkah atau mengerjakan sesuatu, agar jangan sampai kamu berbuat kesalahan yang bisa menjadi celah bagi orang lain untuk menjatuhkanmu.

  8. Pekerjaan Overload/mirip kerja rodi
    Pekerjaan overload atau melebihi kapasitas yang membuatmu sering terpaksa jadi sukarelawan dengan membawa pulang pekerjaan ke rumah. Bila terjadi pada hari-hari tertentu mungkin bisa diterima, bagaimana kalau setiap hari harus begitu?

    Solusi: Bila beban kerja yang kamu dapatkan sesuai dengan upah atau keuntungan lain yang kamu dapatkan, tentunya kamu harus bertahan di kondisi tersebut. Karena, memang biasanya untuk gaji yang lumayan besar, maka beban pekerjaan pun akan semakin bertambah berat. Yang perlu dilakukan adalah belajar mengatur pekerjaan dengan baik. Buat jadwal pekerjaan dan lakukan dengan disiplin.

    Cari cara kreatif untuk menyelesaikan suatu pekerjaan agar tidak menumpuk. Bila memang sudah tak tertanggulangi, coba dikomunikasikan dengan atasan untuk mengambil kebijakan terbaik.

  9. Bosan nggak ada kerjaan atau Job description nggak jelas
    Setiap hari menuju kantor dengan pikiran yang dipenuhi pertanyaan : “Hari ini gw mo ngapain yah di kantor?”

    Hal ini bisa terjadi juga untuk jenis-jenis pekerjaan tertentu, dimana job description tidak jelas dan bisa terjadi juga bila karena masalah tertentu, misalnya seorang atasan tidak lagi memberikan pekerjaan kepadamu karena merasa kamu tidak kompeten dalam hal itu. Pada jenis pekerjaan yang terlalu santai, bagi orang-orang tertentu mungkin bisa sangat membosankan.

    Solusi: Berpikir kreatif untuk menemukan hal-hal baru yang bisa dilakukan di kantor, tentunya yang mendukung pekerjaan utama. Waktu yang ada juga bisa diisi dengan belajar banyak hal sehingga kamu memiliki kesempatan untuk memberikan hasil yang memuaskan. Dengan cara-cara seperti ini, tak tertutup kemungkinan atasan yang pada awalnya mungkin enggan memberikan pekerjaan kepadamu malah justru melihat kelebihan lain yang ada dalam dirimu. Dan, pada akhirnya kamu justru menjadi salah satu karyawan yang paling diandalakannya.

  10. Pekerjaan nggak sesuai minat

    Tuhan menciptakan setiap orang dengan minat dan bakat yang berbeda, tentu ada maksudnya. Yaitu, agar bisa diaplikasikan dengan baik sesuai dengan bakatnya itu. Namun, kadang kita tidak menyadari apa yang sebenarnya menjadi bakat dan minat kita, sehingga, kita memilih karir dan pekerjaan yang kurang tepat. Ujung-ujungnya, kita pun kurang menikmati pekerjaan tersebut. Nah, untuk mengatasi masalah pekerjaan yang tidak sesuai dengan minat ini, baiknya seperti apa ya?

    Solusi: Bila memang kamu sudah terlanjur bekerja di karir yang kurang kamu minati, kamu bisa mencoba untuk bertahan dengan mulai mencoba menyukai dan menikmati pekerjaan tersebut. Jika kamu tidak bisa untuk “Do what you love”, setidaknya kamu bisa untuk “Love what you do“, kan?

    Cobalah juga untuk menggali dan mempelajari bidang tersebut. Jangan buru-buru memutuskan untuk resign karena bisa jadi kamu juga memiliki talenta di bidang tersebut.

    Bila memang kamu sudah berusaha mencoba namun minat dan kemampuan kamu memang bukan di sana, tidak ada salahnya bila kamu ingin beralih ke profesi lain yang benar-benar sesuai dengan bidangmu. Pastinya, pertimbangkan baik-baik segala keputusanmu agar tidak sampai salah memilih pekerjaan untuk yang kedua kalinya.

  11. Gak ada promosi/kenaikan jabatan

    Sudah bertahun-tahun kerja di perusahaan tersebut dan kamu masih berada di level yang sama? No progress? Bagaimana sebaiknya?

    Solusi: Semua pihak pasti tahu dan bisa menilai jenis karyawan yang pantas dipromosikan atau tidak. Jika kamu memang pantas, maka peluang akan selalu ada untuk jabatan dan tanggung jawab yang lebih tinggi.

    Kalau belum? Perlu belajar dulu, lalu buktikan bahwa kamu memang sudah pantas untuk jabatan yang lebih tinggi dengan hasil kerja yang excellent. Tapi, perlu kamu lihat juga kondisi di perusahaan tempat kamu bekerja, apakah memang ada sistem yang memadai mengenai promosi jabatan.

  12. Jarak rumah ke kantor jauh banget

    Perjalanan yang jauh dan melelahkan plus acara macet yang hampir membunuh semangat kerja?

    Solusi: Belajarlah mengatur waktu dengan baik. Kamu bisa ngekos atau beli rumah di dekat kantor. Kalau hal itu tidak memungkinkan, sadarilah, bahwa kamu tidak sendirian. Hampir semua karyawan di kota besar mengalaminya. Tetaplah semangat menjalani hari-hari sibukmu!

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove © 2012
Bagikan artikel ini:

5 thoughts on “Masalah-masalah di Tempat Kerja dan Solusi Mengatasinya

  1. zacx

    Bagaimana jika kita bekerja di suatu perusahaan…tugas diluar kota-gaji yg didapatkan sama persis dengan seseorang yg ditetapkan di dekat rumahnya..??posisi dan jabatan sama…seseorang yg bekerja di luar kota akan mengeluarkan uang transport(perusahaan tdk cover), kebutuhan makan yg lbih besar(perusahaan tdk cover) dan keperluan sehari2 yg lbh besar karena harus membiayai 2 dapur sekaligus…apakah wajar jika sesorang itu ingin mangajukan resign..karena semakin hari seseorang itu pendapatannya akan minus bahkan nombok,,,,mohon jwabannya..

  2. santoso

    solusi adaah jawaban yang benar dari suatu hikayat sesuatu benda yang ada didalam diri manusia pada utuhnya.

  3. paman gevi

    Insya allah saya akan brusaha untuk melakukan solusi itu……!!!karna.a saya udah merasa malu dengan problem dalam pekerjaan saya…

  4. yudi hasman

    Mudah2 an dengan ada nya batu loncatan yg baru sy bisa move on,dan mengejar karir yg gemilang.bangka belitung I will come again.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSLETTER

Dapatkan Informasi dan Tips terbaru langsung ke Email Anda. Masukkan alamat Email Anda, kemudian klik langganan

FOLLOW INFORMASITIPS