Informasi dan Tips – informasitips.com

Macam-macam Gerak Refleks Pada Bayi

Posted on by in , with 0 Comments

macam-macam gerak refleks bayi informasitips.com – Ketika melihat bayi baru lahir, apa yang kira-kira anda fikirkan tentangnya? Beberapa pertanyaan yang mungkin akan muncul adalah kenapa saat bunda menyentuh tangan bayi tiba-tiba saja bayi mengenggam tangan bunda, ketika bayi mendengar suara yang keras otomatis bayi langsung kaget, saat bunda mendekatkan puting kearah bibir bayi, sontak bayi langsung membuka mulutnya dan siap untuk menghisap pay*d*ra bunda. Taukah bunda mengapa sang Bayi melakukan hal-hal seperti yang disebutkan tadi? Jawabnya adalah karena adanya gerakan refleks. Bayi memiliki gerak refleks agar bisa beradaptasi dengan lingkungan barunya.

Apa itu gerakan refleks itu?
Saat terlahir ke dunia, bayi dibekali Tuhan dengan gerak refleks. Gerak refleks merupakan gerak alami diluar kesadaran bayi yang bersifat normal dan berguna untuk melindungi tubuh bayi. Gerak refleks juga merupakan cara bayi untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan diawal kehidupannya yang masih sangat lemah. Gerak bayi dimasa awal kelahiranya didominasi oleh gerakan refleksnya dan gerakan ini lama-kelamaan akan hilang sesuai dengan perkembangan usianya.

Gerakan refleks bayi mulai menghilang saat usia bayi sekitar 2 dan 3 bulan. Setelah itu, gerakan bayi mulai didasarkan atas kebutuhan dan rangsangan yang diterimanya dari luar. Saat bayi berusia 3-4 bulan, bayi mulai mampu melakukan gerakan-gerakan karena kemauannya sendiri dan tidak dipengaruhi gerak refleks lagi. Pada masa ini, bayi sudah mulai memiliki kemampuan-kemampuan yang bisa membuatnya lebih mandiri. Perhatikan gerak lehernya yang mampu berdiri tegak, senyum yang muncul saat kita mengajaknya bercanda. Kesemuanya bukan lagi gerak refleks melainkan gerak yang muncul atas kesadarannya dan kebutuhannya sendiri.

Apa saja gerak refleks pada bayi?

  1. Gerak refleks menghisap (Sucking)
    Saat putting bunda diarahkan ke bibirnya, spontan bibir bayi akan membuka mulut, menghisap untuk menyusu.
  2. Gerak refleks mengenggam (Grasping)
    Saat bunda menyentuh telapak tangan bayi, maka telapak tangan bayi akan terbuka dan akan mengenggam tangan yang menyentuhnya.
  3. Gerak refleks kaget (Moro)
    Gerak refleks yang tiba-tiba muncul saat bayi terkaget. Saat kaget, tangan dan kakinya bergerak lalu jarinya refleks ikut membuka, tubuhnya pun meregang. Setelah itu baru bayi menutup kembali tangannya.
  4. Gerak refleks berjalan (Stepping)
    Saat bayi diangkat dengan diposisikan berdiri dan menyentuh lantai atau tempat datar, maka bayi akan refleks meluruskan kakinya seperti hendak berdiri atau berjalan. Gerak refleks berjalan ini akan bertahan sampai 2 – 3 bulan setelah lahir. Dan saat menginjak usia satu tahun, baru bayi benar-benar bisa berjalan.
  5. Gerak refleks mencari putting (Rooting)
    Saat putting bunda atau tangan di sentuhkan pada pipi bayi, maka bayi akan memalingkan wajahnya mencari putting tersebut atau mencari tempat datangnya rangsangan tersebut. Gerak rooting ini diperlukan bayi untuk memenuhi kebutuhan makan dan minumnya. Gerak ini akan bertahan sampai usia 4 bulan. Setelah itu, akan hilang.
  6. Gerak refleks leher asimetrik (Tonic Neck)
    Gerak refleks leher asimetrik ini dapat dilakukan dengan mencoba melakukan hal berikut: baringkan bayi bunda, lalu miringkan kepala bayi ke arah kiri misalnya. Maka, tangan kiri bayi akan segera merentang lurus ke luar, sedangkan tangan kanannya akan menekuk ke arah kepalanya.
  7. Gerak refleks berenang (Swimming)
    Saat bunda memandikan bayi lalu memasukkannya dalam bak mandi yang berisi air layaknya kolam renang, maka secara refleks bayi akan menggerak-gerakkan tangan dan kakinya seperti akan berenang.
  8. Gerak refleks Babinski
    Saat telapak kaki bayi dibelai atau disentuh dari tumit hingga ke jarinya, maka jari-jari kakinya akan mengembang dan ibu jari memiliki posisi yang lebih tinggi.

Gerakan-gerakan refleks sebagaimana yang dijelaskan diatas, merupakan gerakan normal bayi yang harus ada pada bayi diawal kehidupannya. Jika pada awal kelahirannya bayi tidak memiliki gerakan tersebut maka akan susah bagi bayi untuk melindungi dirinya dan bertahan hidup. Bila hal ini terjadi, jangan lupa untuk memeriksakan kondisi tersebut ke dokter. Gerakan-gerakan refleks ini akan hilang dengan sendiri sesuai usia perkembangannya. Jika pada usia sekitar 6 bulan, bayi masih memiliki gerak refleks tersebut, maka hal itu dapat dikonsultasikan kepada dokternya, dikhawatirkan ada kelainan dalam perkembangan sarafnya.

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

ARTIKEL TERBARU

NEWSLETTER

Mau berlangganan artikel Kami? Tulis Email Anda pada form di bawah ini.

Cek Email Anda setelahnya untuk mengaktifkan layanan newsletter. Terimakasih

OUR FRIEND