Informasi dan Tips – informasitips.com

Lewat Tusuk Gigi Ini, Indonesia Raih Emas di Kompetisi Ilmiah Internasional

informasitips.com – Makanan yang mengandung boraks banyak beredar di pasaran. Namun, tidak banyak masyarakat yang bisa dengan mudah mengetahui mana makanan yang mengandung bahan kimia berbahaya tersebut. Selama ini, deteksi boraks pada makanan terbilang tidak praktis dan efektif, karena harus melalui tes dan uji laboratorium yang memakan waktu cukup lama, bisa berjam-jam, bahkan berhari-hari. Namun kini, deteksi boraks bisa dilakukan dengan mudah, praktis, dan cepat. Dengan menggunakan alat yang bentuknya mirip tusuk gigi, deteksi boraks pada makanan bisa langsung dilakukan kapanpun, tanpa harus melalui uji di laboratorium.

Indonesia Raih Emas di IEYI 2014

Gambar: RRI

Adalah Dayu Laras Wening dan Luthfia Adila, dua pelajar SMA Negeri 3 Semarang yang berhasil menciptakan SIBODEC (Stick of Borak Detector), yaitu tusuk gigi pintar pendeteksi borak. Dengan tusuk gigi itu, siapapun dapat dengan mudah mengetahui apakah suatu makanan mengandung boraks, hanya dengan menusukkan tusuk gigi ke sampel makanan yang akan diuji. Tak butuh waktu lama, hanya sekitar 5 menit SIBODEC langsung bisa memberikan hasil. Bila terjadi perubahan warna pada tusuk gigi menjadi oranye, berarti sampel makanan yang diuji positif mengandung boraks. SIBODEC dilengkapi dengan bahan kimia tertentu yang memang hanya sensitif terhadap boraks. Dengan demikian, perubahan warna yang terjadi, memang menandakan adanya boraks pada sampel makanan.

Lewat inovasi tusuk gigi pintar pendeteksi borak itu, Dayu dan Luthfia berhasil meraih medali emas pada International Exhibition for Young Inventors (IEYI) 2014, sebuah ajang kompetisi inovasi anak muda tingkat dunia yang berlangsung di Jakarta pada 30 Oktober – 1 November 2014. IEYI diselenggarakan setiap tahun sebagai komitmen dunia internasional dalam mendukung anak-anak muda di bidang sains dan teknologi.

Indonesia Raih Emas dalam Ajang Kompetisi Ilmiah Internasional IEYI 2014

IEYI kali ini diikuti oleh 11 negara diantaranya adalah Indonesia, Malaysia, Tailand, Jepang, dan Taiwan. Tahun ini merupakan penyelenggaraan IEYI yang ke-10, dimana Indonesia menjadi tuan rumah dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sebagai penyelenggaranya.

Dalam IEYI 2014 kali ini, Indonesia mendapatkan 2 emas, 5 perak, dan 11 perunggu. Dayu Laras Wening dan Luthfia Adila meraih emas untuk invensi (penemuan) dalam bidang Food and Agriculture dengan judul Stick of Borak Detector (SIBODEC). Sementara pelajar Indonesia lainnya yang juga meraih emas adalah Naufal Rasendriya Aptar dan Arche Valiano dari SMP Al Azhar 26 Yogyakarta lewat inovasinya dalam bidang Safety and Health, dengan judul Sign lamp Helmet Autimatically : Safety standard For.

Ini merupakan prestasi yang membanggakan dari putra-putri Indonesia dan tentu saja, hal-hal seperti ini harus terus didukung dan dikembangkan. Semoga dengan prestasi ini, semakin banyak lagi anak-anak muda Indonesia yang termotivasi dan terinspirasi untuk berprestasi dan berkarya.

(Berbagai sumber)



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

FOLLOW INFORMASITIPS

ARTIKEL PILIHAN

NEWSLETTER

Dapatkan Informasi dan Tips terbaru langsung ke Email Anda. Masukkan alamat Email Anda di bawah ini, kemudian klik langganan: