Informasi dan Tips – informasitips.com

Kontrol Pernapasan oleh Sistem Saraf

informasitips.com – Apa hubungannya antara sistem pernapasan dan sistem saraf ya? Nah, kalian perlu tahu bahwa bernapas ialah salah satu dari beberapa aktivitas tubuh yang dapat dikendalikan baik secara sadar maupun tidak sadar. Contoh pernapasan yang dilakukan secara sadar misalnya pada saat yoga, berenang, bernyanyi, atau berpidato. Sedangkan pernapasan yang berlangsung saat kita tidur lelap, itu adalah pernapasan yang dilakukan secara tidak sadar.

Kontrol Pernapasan

Kontraksi otot dan relaksasi mengontrol laju perluasan dan penyempitan paru-paru. Otot-otot ini dikendalikan oleh sistem saraf otonom dari bagian di batang otak (yang mengontrol pernapasan): medula dan pons. Bagian batang otak membentuk pusat pengaturan respirasi. Ketika peningkatan kadar karbon dioksida dalam darah (dalam bentuk asam karbonat), tingkat pH darah turun. Hal ini menyebabkan medula mengirimkan impuls saraf ke diafragma dan otot-otot di antara tulang rusuk untuk berkontraksi dan mengingkatkan laju pernapasan. Kontrol yang bersifat otomatis ini dapat terganggu oleh penyakit atau obat tertentu.

Tanpa bernapas dalam beberapa menit menyebabkan kadar oksigen tubuh menurun menjadi sangat rendah. Selain itu, karbon dioksida menumpuk dalam darah dan jika berlangsung lebih lama maka menyebabkan hilangnya kesadaran. Pada kondisi demikian, sistem saraf otonom mengontrol dan memulai pernapasan kembali. Namun, jika berlangsung lama maka menyebabkan kerusakan otak permanen, kemudian diikuti dengan kematian.

Referensi: Ebook CK-12 Biology oleh Jean Brainard, Mark Davis, Corliss Karasov, Doris Kraus, Michelle Rogers-Estable, dan Jane Willan.



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *