Informasi dan Tips – informasitips.com

Review Konser Roxette di Jakarta

informasitips.com – Penikmat musik di Tanah Air kembali dimanjakan oleh konser nostalgia, setelah sebelumnya kita disapa oleh penampilan tiga boybands Eropa dan Amerika yang ’bersatu’ dalam tur konser mereka, Blue, A1 & Jeff Timmons ’98 Degrees, beberapa hari lalu, kali ini Jakarta kedatangan duo pop rock asal Swedia, Roxette.

Duo yang telah malang melintang sejak tahun 80-an ini hadir di Jakarta pada Sabtu, 3 Maret lalu untuk memuaskan dahaga para penggemar setianya. Bertempat di Mata Elang International Stadium, Ancol, Jakarta, Marie Fredriksson dan Per Gessle menyapa pecinta mereka lewat tur konser bertajuk ”Roxette 2012 Live”. Adalah promotor Big Daddy dan Live Nation yang bersama–sama berhasil memboyong duo asal Halmstad, Swedia itu kesini.

Konser dibuka sekitar pukul delapan malam tanpa band pembuka, Roxette dan band pendukung mereka langsung menggeber 3.500-an penonton dengan lagu ber-beat cepat ’Dressed For Success’ yang diambil dari album kedua mereka ’Look Sharp!’. Pemilihan tembang yang tepat, terbukti langsung memancing histeria penonton yang sudah mengantri sejak sore hari. Sebagian besar penonton ikut menyanyikan lagu yang muncul dialbum yang rilis tahun 1988 itu.

Sleeping In My Car’ dari album ‘Crash! Boom! Bang!’ disuguhkan selanjutnya, kemeriahan masih terus memanas, apalagi Marie, yang saat itu mengenakan kaus hitam berpadu jaket putih dan legging hitam selalu memberikan aba–aba kepada penonton untuk bertepuk tangan, “Mengagumkan melihat kalian. Wow fantastic!”, seru Marie menutup lagu keluaran tahun 1994 tersebut.

Review konser Roxette di Jakarta Indonesia 2012

Foto : vivanews.com

Memang jika dilihat sebagian besar isi venue yang berkapasitas 4.000 orang malam itu berisi para penonton yang sudah dewasa, rata – rata berkisar diatas usia 30 tahun. Kebanyakan pasangan suami istri, jarang sekali terlihat ABG alias para remaja, kalaupun ada mereka yang datang bersama orang tuanya. Wajar saja, Roxette adalah duo yang tenar di tahun 80-an dan 90-an, sebagian besar remaja tentu pada jaman itu masih kecil atau bahkan belum lahir.

‘The Big L’ yang diambil dari album ‘Joyride’ (1991) menjadi suguhan selanjutnya, dan berturut turut mengalir ‘Wish I Could Fly’, ‘Stars’, ‘She’s Got Nothing On (But Radio)’, membuat para penonton beramai – ramai mengangkat tangan mengikuti irama musik yang membangkitkan kenangan masa lampau. Dan tanpa perlu menunggu lama, mereka kembali menggelontorkan tiga tembang lama dari album ‘Tourism’ (1992), kita pun dibawa masuk kedalam sesi mellow Roxette yang diawali tembang ‘Perfect Day’, dengan iringan keyboard.

Berlanjut melalui ‘Things Will Never Be The Same’, yang diisi petikan gitar akustik Per mengiringi alunan suara Marie yang walaupun tahun ini menginjak usia 54 tahun tetap tampil dengan penuh percaya diri. Penyakit tumor otak yang sempat dideritanya pada 2002 silam menguras habis tenaga Marie. Ia tak tampak banyak bergoyang dan tetap setia berdiri ditempatnya. Kabarnya mata kanan Marie telah mengalami kebutaan karena penyakit yang dideritanya itu.

Usai dua lagu mellow, kembali mereka membangkitkan memori para penonton dengan menyajikan tembang yang amat populer diawal tahun 90-an, ‘It Must Have Been Love’. Hits dari soundtrack film ‘Pretty Woman’ yang dibintangi aktor dan aktris papan atas Hollywood, Richard Gere dan Julia Roberts ini mendapat applaus meriah seisi venue. Rupanya ini adalah salah satu lagu yang dinanti – nanti para penonton, ditengah – tengah lagu, Per dan Marie menghentikan musik dan memberikan kesempatan kepada para penonton untuk bernyanyi bersama, serempak koor langsung membahana membuat merinding siapapun yang mendengarnya.

Setelah puas ber-mellow ria, mereka kembali dengan full band membawakan lagu ’Fading Like a Flower’, Marie sengaja menyodorkan mic kearah penonton dan membiarkan kita ikut bernyanyi agak lama, lanjut dengan Per yang rupanya tak mau kalah dengan Marie malam itu, ia menyumbangkan suaranya membawakan ‘Crash! Boom! Bang!’. Usai itu dua lagu ikut di-medley, ’How Do You Do!’ dan ‘Dangerous’. Setelah itu Per mengenalkan satu persatu personil band pendukungnya malam itu, termasuk sang gitaris, Christopher yang membuat penonton terkaget – kaget karena langsung memainkan melodi tembang ‘Nona Manis Siapa yang punya’, kontan para penonton langsung menyambutnya dengan gemuruh tepuk tangan. Setelah itu mereka kembali membawakan tembang yang membuat nama Roxette mencuat di blantika musik dunia, ‘Joyride’ (1991).

Kelar Joyride, tak disangka mereka langsung cabut ke backstage, ooh.. biasa, trik encore mulai dipancing. Dan benar saja, para penonton serempak berteriak ”We Want More” berulang kali. Dan seperti bisa diduga, mereka kembali on stage dan tanpa babibu langsung menggeber lagu yang juga sudah sangat dihapal luar kepala para penggemar setia mereka, ‘Spending My Time’ yang lagi – lagi ditutup dengan irama ‘Nona Manis Siapa Yang Punya’.

Suasana makin panas dengan ‘The Look’ yang kembali membuat pengunjung bergoyang. Penonton serasa berkaraoke, hanya dengan diiringi ketukan drum dan suara pelan gitar, bas dan keyboard yang mengalun, kembali terdengar sing along yang cantik.

Rupanya Roxette ketagihan encore, kembali mereka ke belakang panggung untuk kedua kalinya, dan penonton yang masih belum puas karena masih ada satu lagu yang ditunggu – tunggu kembali berteriak “We want more!”. Mereka akhirnya memang muncul lagi dan membawakan tembang abadi ‘Listen To Your Heart’.

“Kami tak mungkin meninggalkan kalian tanpa menyanyikan lagu ini”, ujar Per.

Namun saat – saat memasuki bagian akhir lagu ini sound system mulai mengalami kendala. “Sound” tiba – tiba padam, kejadian tak terduga ini membuat Marie kecewa, pasalnya ia hanya tinggal mengambil nada tinggi untuk merampungkan tembang tersebut, tapi suaranya tak mau keluar dari mic, dua kalimat terakhir di tembang tersebut pun dinyanyikannya tanpa iringan musik. Kejadian ini tentu membuat penonton bingung dan bertanya – tanya, tetapi meskipun begitu para penonton tetap menyemangati Marie dengan memberikan teriakan dukungan ”We love you!”.

Terlihat Per yang kembali dari balik panggung berkali – kali mengelus pundak Marie dan membisikkan sesuatu. Marie kembali menuju stand Microphone dan mencoba menyampaikan sesuatu kepada para penggemarnya, namun sayangnya tetap tak ada kata – kata yang terdengar lewat pengeras suara. Kekecewaan nampak jelas diwajahnya. Akhirnya Marie cs memutuskan untuk langsung mengakhiri konser tersebut dan meninggalkan panggung sekitar jam sepuluh. Alhasil mereka pun urung membawakan satu lagu terakhir “Church of Your Heart’ yang sedianya akan menjadi tembang pamungkas penampilan mereka malam itu.

Konser berdurasi sekitar dua jam ini pun ditutup dengan antiklimaks. Satu moment yang membuat penonton tersentuh adalah ketika Per membantu Marie meninggalkan pentas dengan memapah rekan duetnya yang nampak sudah sangat keletihan itu. Ia memeluk Marie dan mereka pun pamit undur diri tanpa kata – kata perpisahan.

Walaupun begitu ke-19 lagu yang telah mereka bawakan telah benar – benar memanjakan para penggemar setia Roxette yang serasa dibawa kembali berenang melalui mesin waktu pada jaman mereka muda. Indonesia mendapat kehormatan menjadi negara asia pertama yang mereka kunjungi setelah sebelumnya mereka beraksi di Perth, Australia. Dan setelah di Indonesia jadwal tur mereka selanjutnya adalah Singapura.



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

FOLLOW INFORMASITIPS

ARTIKEL PILIHAN

NEWSLETTER

Dapatkan Informasi dan Tips terbaru langsung ke Email Anda. Masukkan alamat Email Anda di bawah ini, kemudian klik langganan: