Informasi dan Tips – informasitips.com

Konser Perdana Morrissey di Jakarta Sihir Ribuan Penonton

informasitips.com – Konser pria asli Inggris bernama Steven Patrick Morrissey atau yang lebih populer dengan nama Morrissey di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, tanggal 10 Mei 2012 kemarin sukses menghipnotis sekitar 4 ribuan penggemar Britpop di Indonesia.

Adalah promotor Indika Productions yang sebelumnya telah sukses menggandeng Train dan rapper 50 Cent ke Jakarta beberapa waktu lalu, kini mereka kembali berhasil memboyong legenda hidup Britpop, Morrissey, pria yang juga dikenal atas kepeduliannya yang tinggi terhadap lingkungan dan berbagai isu sosial lainnya, serta seorang aktivis di PETA (People for the Ethical Treatment of Animals) atau pegiat hak–hak binatang ini. Terbukti dalam konsernya di Tanah Air kali ini, Morrisey meminta promotor untuk tidak membuka booth makanan yang mengandung daging, seperti burger ataupun hotdog, di areal konser, begitu juga dengan peringatan untuk tidak merokok dalam konser perdananya ini.

Morrissey, yang vegetarian ini mengawali karirnya tahun 1982, ia menjadi vokalis dari grup band “The Smiths”, band yang dianggap sebagai salah satu band indie yang paling berpengaruh di era 80-an, karena memiliki pengaruh yang luar biasa bagi genre musik indie atau yang belakangan dikenal dengan Britpop. Setelah The Smiths bubar tahun 1987, Morrissey tetap melanjutkan karirnya sebagai penyanyi solo hingga saat ini.

Morrissey

Sekitar pukul 21.00, Morrissey memulai pertunjukkannnya Kamis malam itu, penonton yang sudah sejak sore hari mengular di areal Tennis Indoor, seakan sudah tak sabar lagi untuk menunggu. Konser dibuka dengan sapaan mantan pentolan band The Smiths tersebut, “Selamat malam Jakarta!”, sapanya dalam Bahasa Indonesia yang terbata – bata, sejurus kemudian tembang hits The Smiths, ‘How Soon Is Now’, yang pernah mengisi soundtrack serial populer “Charmed” tahun 90-an akhir, bergulir. Sontak para penonton yang sedari tadi duduk menunggu, langsung berdiri dan menyambut penyanyi asal Lanchasire, Inggris, ini.

Malam itu Morrissey yang tanggal 22 Mei nanti akan genap berusia 53 tahun ini tampil cukup perlente mengenakan kemeja warna biru cerah dipadu celana jeans dan sepatu kulit –meskipun akhirnya ditengah-tengah konsernya ia juga ikutan membuka bajunya karena kegerahan.

Meski dirinya tampil cukup rapi, tapi tidak dengan para punggawa bandnya, yang beraksi dengan bertelanjang dada dan hanya mengenakan celana jeans saja. Namun diantara mereka ada satu yang cukup menarik perhatian, pria pembesut gitar Morrissey yang malam itu mengenakan longdress wanita berkelir perak dengan muka full make up!

‘You Have Killed Me’, ‘You’re The One For Me, Fatty’ dan ‘When Last I Spoke To Carol’, digelontorkan sebagai playlistnya selanjutnya. Meskipun usianya tak lagi muda, namun Morrissey tetap terlihat enerjik sepanjang konser, membuat para penonton ikut panas. Terlebih saat Morrissey membawakan ‘First of The Gang To Die’, ada salah seorang penonton pria yang nekad naik keatas pentas, namun petugas keamanan dengan sigap langsung menghalanginya. Tapi, Morrissey yang melihat kejadian itu dengan santainya langsung menarik pria nekad tersebut keatas panggung. Kemudian pria itu memberikan bunga pada Morrissey dan setelah menerima bunganya, ia memeluk pria itu. Kontan para penonton berteriak histeris seolah iri atas kelakuan nekad pria beruntung itu.

Morrissey benar – benar menghipnotis para penonton dengan tembang – tembang hitsnya yang sudah dihapal luar kepala oleh para penggemar Britpop di Tanah Air, seperti ‘Alma Matters’, ‘Meat Is Murder’, ‘Black Cloud’, ‘Let Me Kiss You’, ‘Shoplifters of the World Unite’ dan ‘Everyday is Like Sunday’, tembang gacoan yang diambil dari album pertamanya, “Viva Hate” secara refleks mengajak seluruh penonton untuk sing along, suasana semakin high. Selain lagu – lagu miliknya dan The Smiths, Morrissey juga sempat membawakan tembang milik Frankie Valli, ‘To Give (The Reason I Live)’. Valli ialah seorang penyanyi lawas asal Amrik yang dikenal dengan suara emas falsettonya.

Morrissey memang tak lagi gesit seperti dulu, maklum saja, penyanyi lawas kelahiran 22 Mei 1959 ini usianya memang sudah setengah abad lebih, namun tak menyurutkan para penonton yang rata – rata berusia 20 – 35 tahun untuk sing along dan bergoyang sepanjang konser berlangsung, maklum kesempatan yang cukup langka nih, sudah 15 tahun mereka menanti penampilan live dari penyanyi yang sering dianggap sebagai sumber inspirasi ikonik dari banyak band indie-pop dan indie-rock masa kini.

Interaksinya dengan para penonton pun cukup baik, sesekali ia mengajak bercanda mengatakan, “Your English is good, My English is bad”, ujarnya disambut gelak tawa penonton. Ada – ada aja deeh… 🙂

18 hits telah digelontorkan demi kepuasan para pecintanya, saatnya Morrissey dan awak bandnya kembali ke belakang panggung. Para penonton tentu saja belum puas dan kembali kompak memanggil Morrissey untuk kembali keluar. Sejenak kemudian iapun menuruti kemauan penggemarnya, Morrissey kembali menampakkan batang hidungnya seraya berujar, “Aku cinta kamu with all my heart, may we never be apart!” ujarnya disambut histeria.

Akhirnya lagu terakhir ia sajikan dalam pagelaran konsernya yang berdurasi sekitar 1.5 jam. Tembang pamungkas milik The Smiths kembali mengudara, ‘Still Ill’ resmi menyudahi konser Morrissey malam itu. 19 lagu dan 90 menit pertunjukkan dirasa kurang puas bagi para penonton, sampai – sampai petugas keamanan harus turun tangan menarik Morrissey keluar panggung akibat banyaknya penonton yang ingin berjabat tangan dengan legenda hidup pemilik album “Years of Refusal” (2009) itu.

Lima belas tahun penantian terbayar sudah dengan indah. Thank you Morrissey!!

(Media Sources. *SilverSkylane)



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *