Informasi dan Tips – informasitips.com

Khitan (Sunat) Pada Anak

informasitips.com – Khitan atau sunat merupakan kebiasaan yang banyak dilakukan oleh umat islam. Hukum khitan (sunat) bagi umat islam adalah wajib pada anak laki-laki, sedangkan bagi perempuan masih terjadi kontroversi. Beberapa berpendapat bahwa khitan perempuan adalah sesuatu yang mulia, sedangkan pihak lain mengatakan bahwa hal tersebut melukai perempuan dan tidak diperbolehkan.

Khitan (sunat) pada laki-laki dilakukan dengan cara membuka preputium (ujung pe n i s) kemudian menariknya ke belakang. Dengan demikian p e ni s lebih mudah untuk dibersihkan. Sedangkan khitan (sunat) pada perempuan dilakukan dengan cara berbeda-beda, seperti mengambil sedikit kulit k l i to r is, menggoresnya, mengeroknya, atau mengambil sebagian atau seluruh k l i to r is. Jika yang dilakukan adalah mengambil sebagian atau seluruhnya, maka hal tersebut merugikan wanita karena bisa menyebabkan fr i gi di tas.

Khitan (sunat) pada anak

Gambar : antarafoto.com

Usia anak yang dikhitan biasanya sekitar 8-15 tahun karena pada usia ini seorang anak sudah bisa diberi penjelasan. Ada pula dokter yang menyarankan sunat pada usia pertengahan 15 tahun dengan alasan agar jaringan pe n i s matang sehingga tidak mengganggu pertumbuhannya, namun jika dilaksanakan pada usia dibawah itu tidak menimbulkan resiko berarti. Beberapa dokter menganjurkan untuk tidak melakukan khitan pada bayi karena dikhawatirkan menimbulkan trauma psikologis dan memberikan hasil yang kurang maksimal.

Meskipun boleh dilakukan di semua usia, sebaiknya dilakukan saat anak sudah memiliki keberanian untuk dikhitan. Hal ini bertujuan untuk menghindari trauma psikis yang mungkin terjadi. Sebagai orangtua hendaknya menjelaskan mengenai khitan kepada anak sebelum melaksanakannya agar dia bisa mempersiapkan mental. Selain itu, jangan lupa untuk melakukan pemeriksaan dan buang air kecil sebelum khitan. Hal lain yang tidak kalah penting adalah menemani selama proses khitan agar ketakutan anak berkurang. Sekarang khitan sudah menggunakan bius yang meminimalisir rasa sakit.

Terbukanya preputium membawa dampak positif bagi kesehatan seperti:

  1. Mencegah infeksi : hal ini karena preputium bisa menjadi sarang kuman dan sulit untuk membersihkan sisa s pe r ma dan air seni.
  2. Menurunkan resiko cidera saat berhubungan : hal ini dilansir dari penelitian yang diumumkan ikatan urologi Amerika ke 104 bahwa khitan atau sunat mengurangi resiko trauma se ng gama.
  3. Mencegah kanker: air seni pada p en is yang tidak dikhitan menyisakan kontoran yang akhirnya mengendap menjadi smegma. Smegma ini bersifat karsinogenik sehingga menimbulkan kanker pada pria.
  4. Mencegah phimosis yaitu peradangan p en is yang disebabkan penyempitan preputium sehinggga tidak bisa ditarik.

Sebaiknya seorang anak yang baru dikhitan (disunat) mengkonsumsi protein dalam jumlah besar untuk menyembuhkan luka dan membuat jaringan baru. Protein yang dikonsumsi boleh dari jenis hewani maupun nabati. Konsumsi protein tidak akan menyebabkan bau amis seperti yang ditakutkan masyarakat.

Hal lain yang perlu diperhatikan pasca khitan adalah menjaga luka agar tetap kering hingga 4 atau 5 hari. Jangan menggunakan pakaian ketat yang bisa menimbulkan gesekan pada luka sehingga terjadi luka baru. Terakhir, orangtua harus memperhatikan kebersihan daerah luka sampai benar-benar sembuh untuk menghindari infeksi.

Khitan atau sunat bisa dilakukan dengan berbagai metode mulai dari metode klasik yang sudah tidak digunakan hingga metode smart klamp yang kini banyak digemari.

Berikut ini adalah metode khitan yang masih digunakan:

1. Smart klamp
Alat khitan terbaru ini sangat popular di kancah dunia sejak diluncurkan pada tahun 2001. Smart klamp adalah alat khitan disposibel (sekali buang) yang sangat praktis dan memiliki berbagai keuntungan seperti:

  • Proses cepat dan mudah yaitu dengan membius dan membersihkan alat ke l amin, memasang alat, lalu menguncinya, dan membuang kulit ku lup. Alat ini dipasang sampai hari ke-5 untuk anak, dan hari ke-7 untuk orang dewasa. Proses pemasangan memerlukan waktu 5-7 menit.

  • Terhindar dari infeksi nosokomial (penularan penyakit)
  • Luka lekas pulih yaitu dalam 20 hari sejak dikhitan
  • Meminimalisir rasa nyeri
  • Klien bisa langsung beraktifitas setelah pemasangan
  • Tersedia dalam berbagai ukuran
  • Ekonomis
  • Cocok untuk semua kalangan termasuk pasien hemofili dan hiperaktif.



2. Tara klamp
Dari berbagai metode klamp, tara klamp adalah salah satu yang popular di Indonesia selain smart klamp. Kelebihannya hampir sama dengan smart klamp. Cara kerja alat ini adalah melebaran bagian yang akan dikhitan, kemudian menekannya dengan alat tersebut. Kulit akan terlepas setelah 3-5 menit. Alat ini tidak menimbulkan rasa nyeri.


3. Laser (light amplification by stimulated emission of radiation)
Laser yang digunakan untuk khitan adalah laser jenis Sharplan Sure-touch CO2. Metode ini relatif aman, sedikit perdarahan, proses cepat, dan hasil bagus secara estetika. Hanya saja harga laser relatif mahal yaitu sekitar 60 juta dan harus dilakukan oleh dokter yang sangat berpengalaman. Metode ini lebih cocok untuk anak remaja.


4. High Frequent Electro Cauter (HFEC)
Alat bekerja dengan cara dipanaskan, lalu digunakan untuk memotong ku lu p. Masyarakat biasa menyebutnya dengan khitan laser, meskipun sebenarnya alat ini lebih menyerupai solder. Kelebihan metode ini adalah cepat dan minim perdarahan. Kekurangannya resiko kecelakaan besar karena menggunakan energi listrik, menimbulkan luka bakar, dan kurang tepat digunakan anak usia kurang dari 3 tahun.


5. Metode standart sirkumsisi konversional
Metode ini banyak digunakan dan telah memenuhi syarat medis sehingga resiko relatif kecil. Hanya saja diperlukan tenaga ahli dan waktu mengkhitan yang agak lama yaitu 15-20 menit.


6. Metode flashcutter
Alat yang digunakan dalam metode ini adalah logam yang berbentuk seperti pisau yang sangat tajam. Di dalam alat terdapat batere sehingga tidak perlu menyambungkannya dengan listrik. Kelebihan metode ini adalah tidak menimbulkan perdarahan, luka bakar minim, dan preputium terpotong sempurna dengan cepat.


Setelah mengetahui berbagai metode khitan, orang tua bisa memilihkan metode yang paling tepat sesuai kondisi putranya. Sebaiknya lalukan khitan pada ahli yang sudah berpengalaman untuk meminimalisasi resiko.



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

One thought on “Khitan (Sunat) Pada Anak

  1. elianto

    Tapi sampek sekarang justru masih juga banyak yg menggunakan cirkom sisi manial

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

FOLLOW INFORMASITIPS

ARTIKEL PILIHAN

NEWSLETTER

Dapatkan Informasi dan Tips terbaru langsung ke Email Anda. Masukkan alamat Email Anda di bawah ini, kemudian klik langganan: