Informasi dan Tips – informasitips.com

Keputihan

keputihaninformasitips.com – Kadang keluar sedikit, kadang keluar banyak, ya itulah si keputihan. Cairan dari v*g*n* ini terdiri dari deskuamasi sel-sel v*g*n* yang rontok, cairan dari leher rahim dan bakteri tahan asam Lactobacillus, yang merupakan penghuni normal v*g*n* anda. Rongga v*g*n* dihuni oleh 95% bakteri normal tersebut, sedangkan 5% lainnya adalah bakteri patogen yang bisa menimbulkan peradangan dan penyakit. Lactobacillus bersama cairan v*g*n* berfungsi membuat suasana v*g*n* anda asam (pH v*g*n* normal = 4-4.5), sehingga bakteri patogen tidak dapat berpopulasi terlalu banyak.

Normal atau Tidak ?? mari kita bandingkan.

  1. Warna
    Normal: bening, jernih sampai keputih-putihan
    Tidak: agak abu-abu, hijau, atau kuning
  2. Jumlah
    Normal: jumlahnya seperti biasanya saat sehat
    Tidak: Lebih banyak daripada biasanya
  3. Aroma
    Normal: cenderung tidak berbau
    Tidak: berbau tidak sedap
  4. Menimbulkan gatal
    Normal: tidak gatal
    Tidak: gatal di v*g*n*
  5. Kesan saat buang air kecil
    Normal: tidak ada masalah
    Tidak: ada rasa nyeri
  6. Saat berhubungan intim
    Normal: tidak ada masalah
    Tidak: merasa tidak nyaman atau ada rasa sakit
  7. Darah
    Normal:darah hanya ada saat menstruasi
    Tidak: ada darah yang bercampur cairan keputihan

Kapan cairan keputihan dianggap wajar?

  • Pada pertengahan siklus menstruasi
  • Pada kehamilan
  • Sesaat sebelum menstruasi untuk pertama kalinya (menarche)

Adanya peningkatan hormon estrogen menyebabkan keadaan-keadaan di atas, dan ini normal. Keluarnya cairan pada rangsangan juga tentu saja normal, karena cairan yang dikeluarkan oleh kelenjar Bartholin tersebut, gunanya sebagai pelumas, agar hubungan nyaman.

Apa saja yang mempengaruhi lingkungan v*g*n*

  • Kebersihan yang berlebihan
    Sabun mandi, sabun pembersih kewanitaan, deodorant spray, pantyline dan tisu pewangi, semuanya adalah pelengkap wanita untuk kebersihan daerah V. Tapi sayangnya semua itu mempengaruhi lingkungan dan keasaman v*g*n*. Semua pelengkap tadi terlalu berlebihan. lalu bagaimana cara membersihkannya? V*g*n* membersihkan dirinya sendiri dengan cairan yang dihasilkannya. Cukup bilas bagian luar v*g*n* dengan air setiap habis buang air kecil.
  • Kurangnya kebersihan
    Beristinja atau membersihkan diri setelah buang air kecil/besar, kalau tekniknya salah, bisa-bisa bakteri dari anus pindah ke v*g*n*. Memang paling enak membasuh dari anus ke depan, tapi itu salah!!! mulai sekarang cucilah dari depan lalu ke belakang. Bagi yang memakai tampon, jangan lebih dari 6 jam menyimpannya dalam v*g*n* anda ya. Satu yang tidak kalah penting, coba periksa penis pasangan anda, dibagian leher penis apakah ada sesuatu putih nan lengket? Sesuatu tersebut bernama smegma. Kuman juga senang bersarang pada smegma. Jangan sampai kuman dalam segma mengunjungi si V.
  • Alegri
    Alergi dapat menimbulkan peradangan dan ini baik untuk si kuman. Coba ingat-ingat, apakah anda alergi kondom (latex), sabun tertentu, intimspray, kain sintetis?
  • Kontrasepsi
    Spiral bisa saja menyebabkan iritasi dan memperbanyak cairan v*g*n*. Kontrasepsi oral yang mengandung tinggi estrogen memicu produksi gula/glikogen dalam mukosa v*g*n*. Gula merupakan makanan bagi jamur Candida yang hidup di v*g*n*.
  • Obat-obatan
    Mengkonsumsi antibiotik jangka panjang dapat membunuh bakteri baik/Lactobacillus dalam v*g*n*. Obat yang mengandung kortisol mempengaruhi kekebalan tubuh terhadap kuman.
  • Penyakit
    Kelebihan kadar gula dalam darah pada diabetes melitus sangat menguntungkan untuk pertumbuhan jamur. Orang yang terganggu sistem imunya seperti penderita HIV, v*g*n*nya lebih rentan terhadap kuman. Infeksi bakteri atau jamur akibat penularan secara , tentu akan menimbulkan cairan v*g*n* yang abnormal, selain itu terdapat tanda-tanda peradangan (merah, gatal, bengkak dan rasa terbakar).
  • Tumor pada rahim, leher rahim atau v*g*n*
    Jika terdapat polip, tumor jinak, atau kanker pada organ wanita, salah satu tandanya, adalah cairan v*g*n* yang bercampur darah.
  • Keadaan psikis
    Stress juga bisa memicu perubahan lingkungan asam v*g*n*.
  • Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda yang memiliki masalah seputar keputihan. Infeksi bateri dan jamur penyebab keputihan dibahas dalam artikel yang berbeda.

    Salam
    dr.Vetta Fegitalasky

    Digiprove sealCopyright secured by Digiprove © 2012


    loading...
    Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

FOLLOW INFORMASITIPS

ARTIKEL PILIHAN

NEWSLETTER

Dapatkan Informasi dan Tips terbaru langsung ke Email Anda. Masukkan alamat Email Anda di bawah ini, kemudian klik langganan: