Kepribadian Berdasarkan Urutan Lahir

informasitips.com – Di dalam satu keluarga, setiap anak memiliki karakteristik atau kepribadian yang saling berbeda. Ada yang berpendapat bahwa perbedaan itu salah satunya disebabkan oleh perbedaan urutan lahir dari masing-masing anak. Anak pertama memiliki karakter tertentu yang berbeda dengan anak kedua, begitu juga dengan anak ketiga dan keempat. Dan memang benar, berdasarkan penelusuran dari berbagai kejadian ditemukan adanya pola tertentu pada kepribadian anak yang dilahirkan paling awal, anak yang lahir di pertengahan, dan anak yang lahir paling akhir.

Berikut ini kepribadian seseorang berdasarkan urutan lahirnya:

Anak Pertama

Sebagai anak pertama, Kamu cenderung bersikap dominan dan perfeksionis, serta suka untuk mengambil wewenang. Secara alami, anak pertama memang dilahirkan untuk memimpin. Misal, jika suatu hari ada acara yang berlangsung di dalam keluarga, maka anak pertama cenderung untuk mengatur segala hal yang terkait dengan acara itu, misal: apa saja makanannya, siapa saja yang diundang, bagaimana bentuk acaranya, dan lain sebagainya. Mengikuti sifat alaminya, si anak pertama akan merasa senang jika pihak lain mau mengikuti arahannya.

Sebagai anak pertama, Kamu suka untuk menetapkan tujuan dan bersemangat untuk menggapainya. Boleh dibilang, biasanya anak pertama adalah anak yang paling banyak prestasinya di dalam suatu keluarga bila dibandingkan dengan saudara-saudaranya.

Anak pertama menerima perhatian penuh dari orang tuanya, bisa dikatakan bahwa anak pertama merupakan versi mini dari kedua orang tuanya. Apa yang kedua orang tuanya inginkan pada diri seorang anak dicurahkan pada anak pertamanya, anak pertama dibentuk secara penuh oleh kedua orang tuanya.

Anak Kedua (Lahir di Pertengahan)

Anak kedua cenderung lebih fleksibel ketimbang kakaknya. Tidak suka untuk ambil pusing atas segala hal, termasuk hal-hal yang boleh jadi big deal bagi si sulung. Jika ada acara di dalam keluarga, maka anak kedua hanya akan mengurus apa yang dirasanya perlu, malah mungkin hal itu dilakukan di saat-saat akhir saat acara akan dimulai.

Anak yang lahir di pertengahan memiliki karakter kompetitif, dan secara umum tidak suka untuk diperintah-perintah, makanya antara dia dan kakaknya kerap kali berselisih paham atas perbedaan yang mereka miliki. Yang sulung suka memerintah, adiknya tidak suka diperintah. Hal-hal seperti itu seringkali membuat pusing orang tuanya.

Posisi sebagai anak kedua sebenarnya tidaklah terlalu menguntungkan, karena dia tidak memiliki hak-hak yang dimiliki kakaknya, juga tidak memiliki hak istimewa seperti adiknya, posisinya cukup terjepit. Namun, konsekuensi dari keadaan itu adalah anak kedua memiliki kemampuan negosiasi yang lebih baik dibandingkan saudaranya, serta lebih bisa untuk berkompromi dengan keadaan. Alhasil, anak kedua memiliki kemampuan sosial yang cukup baik saat terjun ke masyarakat.

Anak yang Paling Kecil

Mereka yang berkedudukan sebagai si bungsu di dalam keluarga memiliki pesona ketimbang yang lainnya, sehingga kemungkinannya untuk tampil popular juga lebih besar. Anak paling kecil memiliki kemampuan agar orang lain mau untuk melakukan apa yang diinginkannya, hal itu mungkin disebabkan oleh pesona yang dimilikinya.

Sebagai si bungsu, keinginannya untuk diperhatikan sangat besar, sehingga dia kerap bertindak sesuatu dengan tujuan hanya untuk mendapatkan perhatian anggota keluarga lainnya. Anak yang lahir paling belakangan ini memiliki karakter yang lebih santai dan spontan, apalagi jika harus dibandingkan dengan si sulung, jelas berbeda. Terlepas dari hal-hal yang telah tadi disebutkan, anak terakhir dalam keluarga ini memiliki sisi egois yang cukup menonjol.

Anak Tunggal (Satu-Satunya)

Mereka yang menjadi anak tunggal dalam keluarga memiliki kecenderungan untuk bertanggung jawab, matang, dan percaya diri dalam kemandiriannya. Anak tunggal memiliki sifat yang teliti dan juga rajin. Oleh karena itu, dia sangat terorganisir dan cenderung untuk perfeksionis. Sebagai anak tunggal yang selalu mendapat perhatian di dalam keluarganya membuat dia ingin tampil menonjol saat berada di tengah orang-orang, dirinya merasa nyaman menjadi pusat perhatian banyak orang.

Loading...

Rekomendasi

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>