Informasi dan Tips – informasitips.com

Kejang Demam Pada Anak

Posted on by in , , with 0 Comments

informasitips.com – Demam biasanya terjadi ketika tubuh mengalami infeksi (baik virus atau bakteri), misalnya infeksi saluran pernapasan, infeksi saluran pencernaan, infeksi saluran kemih dan radang telinga. Demam sebenarnya bukan merupakan penyakit melainkan cara tubuh melawan infeksi penyakit (virus atau bakteri) yang menyerang masuk ke dalam tubuh. Suhu normal tubuh untuk anak-anak dan orang dewasa adalah 36,33 – 37,77oC. Kondisi demam terjadi apabila suhu tubuh lebih tinggi dari 38oC.

Demam yang sangat tinggi (suhu tubuh sangat tinggi) dapat menimbulkan kejang. Kejang atau yang dikenal juga dengan istilah step terjadi karena kontraksi otot yang berlebihan yang tidak bisa dikendalikan dalam waktu tertentu.

Banyak orang tua yang cemas ketika mendapati anak-anak mereka demam tinggi disertai kejang. Biasanya kejang demam terjadi pada anak karena peningkatan suhu tubuh yang cukup tinggi di atas 38,5oC. Kejang demam juga bisa terjadi karena faktor keturunan pada anak yang memiliki riwayat kejang pada keluarga (orang tua dan saudara kandung).

kejang demam pada anak

gambar: injuryboard.com

Apa saja jenis kejang demam?

Pada umunya kejang demam terbagi dua, yaitu :

  1. Kejang demam sederhana terjadi apabila kejang demam berlangsung singkat, kurang dari 15 menit dan biasanya akan berhenti sendiri. Kejang tidak terjadi berulang kali dalam waktu 24 jam.
  2. Kejang demam kompleks terjadi apabila kejang demam berlangsung lebih dari 15 menit, kejang berulang kali terjadi atau lebih dari satu kali dalam 24 jam.

Bisa kejang dialami sekitar 2-3 % anak-anak. Umumnya terjadi pada anak usia 6 bulan sampai dengan 5 tahun, tergantung dari toleransi tiap anak terhadap demam. Pada anak yang memiliki toleransi rendah, maka demam pada suhu tubuh 38oC sudah bisa membuatnya kejang. Sementara pada anak yang toleransinya normal, kejang baru terjadi bila suhu tubuh sangat tinggi mencapai 39oC atau lebih.



Apa ciri-ciri anak kejang demam?

- Tubuh nampak kaku
- Terjadi gerakan-gerakan kejut dari tangan dan kaki
- Punggung melengkung
- Gigi terkatup
- Bola mata mendelik/terbalik ke atas
- Keluar banyak air liur atau busa dari mulut
- Pada kasus yang berat disertai kehilangan kesadaran
- Berhenti bernapas sampai 30 detik
- Kehilangan kontrol pada kandung kemih dan perut yang kadang menyebabkan anak buang air kecil atau buang air besar tanpa disadari
- Lama kejang bervariasi, dari beberapa detik sampai beberapa menit



Apa akibat atau resiko yang mungkin terjadi?

Ada kemungkinan anak yang pernah terkena kejang, bisa mengalami kejang lagi. Pada umumnya kejang demam yang berlangsung kurang dari 5 menit tidak membahayakan dan tidak menyebabkan rusaknya sel-sel otak anak. Biasanya setelah kejangnya berhenti anak akan tertidur dengan lelap.

Tetapi apabila kejang terjadi lebih dari 5 menit dan sering terjadi, hal ini dapat mengakibatkan terjadinya kerusakan otak yang berpengaruh pada menurunnya tingkat kecerdasan anak dan anak tumbuh kembangnya tidak optimal. Hal ini karena setiap kali kejang anak akan mengalami kerusakan sel karena terhambatnya aliran oksigen ke otak.

Bisa dibayangkan banyaknya sel otak yang rusak apabila anak sering mengalami kejang. Bila tidak ditangani dengan serius, beberapa kasus kejang demam dapat berkembang menjadi epilepsi, kelumpuhan, bahkan retardasi mental.



Bagaimana cara mengatasi kejang demam?

Orang tua dapat melakukan beberapa hal berikut bila anaknya demam:

  • Tetap tenang dan tidak panik.
  • Ukur suhu tubuh anak dengan teratur. Jika hasilnya menunjukkan angka 36oC – 37,5oC artinya suhu tubuh masih normal. Jika lebih dari 37,5oC maka kemungkinan anak terkena demam. Jika sampai 39oC berarti anak sudah mengalami demam tinggi.
  • Coba turunkan suhu tubuhnya dengan mengompres anak dengan handuk kecil yang dibasahi dengan air biasa atau air hangat (bukan dengan air es karena akan mengakibatkan anak menggigil). Hal ini untuk menurunkan suhu di permukaan tubuhnya karena panas tubuh digunakan untuk menguapkan air pada kompres.
  • Jangan berikan makanan atau minuman segera setelah kejang behenti. Tunggu sampai anak benar-benar sadar, orang tua bisa memberikan banyak air putih, makanan berkuah atau buah-buahan yang banyak mengandung air untuk menggantikan cairan tubuh yang menguap akibat suhu tubuh tinggi.
  • Cukup banyak orang tua yang justru menyelimuti anak dengan selimut tebal dan mendekap anak ketika demam. Hal ini tidak disarankan karena justru akan meningkatkan suhu tubuhnya. Pada saat anak demam justru disarankan agar anak menggunakan pakaian yang tipis dan buatlah suhu ruangan agar tidak panas.
  • Sebagai pertolongan pertama anak dapat diberikan obat penurun panas seperti parasetamol dan Ibuprofen. Ini dimaksudkan untuk mencegah supaya jangan sampai anak mengalami demam tinggi yang bisa berakibat kejang.

Hal yang sebaiknya dilakukan orang tua apabila anak kejang

  • Kendorkan atau longgarkan pakaian anak.
  • Keluarkan segala sesuatu yang mungkin masih ada dalam mulut anak.
  • Posisikan terlentang dengan kepala miring. Hal ini agar anak tidak tersedak air liur/muntahnya dan tersumbat saluran napasnya. Air liur yang banyak keluar ini terjadi karena syaraf yang mengatur kelenjar air liur tidak terkontrol. Bersihkan muntahan atau air liur yang keluar dari mulutnya.
  • Jangan memasukkan apapun ke mulut anak agar tetap terbuka dengan mengganjal sesuatu di antara giginya misalnya memasukkan sendok ke dalam mulut karena dapat menyebabkan gigi anak patah.
  • Jangan memberikan obat atau minuman ketika anak masih kejang. Untuk menghindarkan bahaya tersedak, sebaiknya tunggu sampai anak benar-benar sudah sadar.
  • Jangan tinggalkan anak selama kejang.
  • Saat anak kejang jangan menahan gerakan kejangnya untuk menghindari patah tulang.
  • Biasanya kejang akan berhenti dengan sendirinya.
  • Catat lama waktu kejangnya dan amati bagian tubuh yang mengalami kejang untuk referensi dokter.
  • Bawa segera ke klinik atau rumah sakit terdekat apabila kejang berlangsung lebih dari 5 menit untuk pertolongan lebih lanjut dari dokter.

Rekaman otak atau electroencephaiografi (EEG) biasanya tidak dilakukan secara rutin, karena tidak berguna untuk memperkirakan apakah kejang akan terjadi kembali, dan juga tidak dapat diperkirakan apakah akan terjadi epilepsi di kemudian hari atau tidak. Pemeriksaan CT scan atau MRI juga tidak perlu untuk dilakukan.

Perlu juga diberikan obat anti kejang pada anak yang mengalami kejang demam dengan kasus seperti berikut:

  • Kejang demam berlangsung lebih dari 15 menit.
  • Terjadi kejang hanya di salah satu sisi tubuh/kiri atau kanan, disertai gejala syaraf yang berat, misalnya ada kelumpuhan sebelum atau sesudah kejang
  • Kejang terjadi berulang, 2 kali atau lebih dalam 1 hari.
  • Kejang Terjadi pada anak berumur kurang dari 1 tahun dan terjadi lebih dari 4 kali per tahun.

Pada anak-anak yang memiliki kecenderungan tinggi mengalami kejang demam, orang tua dapat memberikan anak obat anti kejang yakni diazepam, saat anak demam. Risiko kejang demam menjadi epilepsi umumnya hanya sebesar 2-3 %. Namun jika terjadi hal-hal seperti di atas, risiko kejang demam menjadi epilepsi dapat meningkat sampai 12 %.

Obat anti kejang lainnya yang biasa digunakan adalah luminal (phenobarbital). Obat ini sangat efektif tetapi sering menimbulkan efek samping seperti, anak menjadi hiperaktif, agresif, tidak suka belajar karena menurunnya daya konsentrasi.

Obat lainnya bernama valproate, menjadi pilihan utama karena efek sampingnya yang lebih sedikit, tetapi dapat menggangu fungsi hati bila diberikan pada anak yang berumur kurang dari 2 tahun. Pengobatan kejang demam dengan Valproate biasanya dilakukan selama 1 tahun.

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

JOIN US ON

NEWSLETTER

Mau berlangganan artikel Kami? Tulis Email Anda pada form di bawah ini.

Cek Email Anda setelahnya untuk mengaktifkan layanan newsletter. Terimakasih

OUR FRIEND