Informasi dan Tips – informasitips.com

Jenis-jenis Teh dan Manfaatnya

informasitips.com – Teh merupakan minuman khas yang banyak dikonsumsi masyarakat dunia. Rasanya yang nikmat saat diseduh dalam keadaan hangat maupun dingin membuat teh banyak digemari, termasuk orang Indonesia. Selain bisa dikonsumsi dalam momen apapun, teh juga mengandung antioksidan yang diperlukan untuk menjaga kesehatan tubuh.

Ternyata, teh yang biasa kita konsumsi tidak hanya satu macam, namun ada beberapa macam. Tanaman yang memiliki nama latin Camellia sinensis ini dibedakan menjadi tiga yaitu teh hitam, teh hijau dan oolong. Masing-masing mengandung khasiat yang berbeda. Nah, berikut ini penjelasan lebih detailnya:

  1. Teh Hijau

    Teh jenis ini banyak dikonsumsi masyarakat China dan Jepang. Proses pembuatan teh hijau tergolong lebih mudah dibanding yang lain. Rasa teh hijau lebih pahit dari teh hitam karena masih mengandung sari teh meskipun tidak utuh lagi. Teh yang diproses melalui empat tahap (pelayuan, pendinginan, penggulungan, dan pengeringan) ini mengandung senyawa aktif yang baik untuk kesehatan.

    Kandungan EGCG, senyawa bioaktif dalam teh hijau lebih tinggi dari jenis teh yang lain. Senyawa ini membuat rasa teh menjadi pahit dan sepat. Manfaat EGCG adalah mempercepat oksidasi lemak jahat sehingga tidak menyumbat pembuluh darah. Secara tidak langsung teh hijau efektif mencegah hipertensi dan penyakit jantung koroner.

    jenis-jenis teh

    sumber gambar: ozzibug.net

    Masyarakat Jepang dan China sejak lama mempercayai khasiat teh hijau sebagai pembakar kalori sekaligus menjaga kestabilan gula darah. Inilah alasan mengapa teh hijau seringkali diiklankan untuk diet. Bagi penderita obesitas yang ingin menurunkan berat badan dapat mencoba teh hijau tanpa gula agar lemak yang tersimpan di bawah jaringan kulit terbakar.

    Antioksidan poliferol dalam teh hijau lebih tinggi dibandingkan jenis teh yang lain. Hal ini terlihat dari warna kekuningan air yang diseduh dengan teh hijau. Warna ini masih alami. Tingginya poliferol dalam teh hijau mampu menangkal radikal bebas yang menyebabkan penurunan daya tahan tubuh, mencegah berbagai penyakit dan penuaan dini. Oleh karena itu, teh hijau dipercaya sebagai salah satu resep kecantikan.

    Manfaat lain yang dapat diambil dari teh hijau adalah teh ini berperan besar dalam proses sekresi zat-zat racun dalam tubuh melalui urin. Karena sistem pembuangan urin lancar, maka ginjalpun terjaga kesehatannya.

    Teh yang memiliki rasa pahit ini mampu mencegah gusi berdarah dan karies gigi. Kandungan katekin dalam teh hijau bersifat antimikroba yang melawan kuman-kuman di mulut. Bagi Anda yang sering sakit gigi atau mengalami gusi berdarah dapat menjadikan teh hijau sebagai alternatif pengobatan.

  2. Teh Oolong

    Teh oolong tidak sepopuler teh hijau dan teh hitam, namun tetap memiliki penggemar tersendiri. Teh yang banyak diproduksi di China, India dan Taiwan ini mengalami proses pelayuan hingga dua kali, yaitu dengan sinar matahari dan dalam ruangan. Setelah itu baru memasuki proses penggulungan dan pengeringan.

    Teh yang memiliki rasa buah-buahan segar ini juga memiliki kadar antioksidan yang cukup untuk membantu melancarkan proses pencernaan. Rasa teh yang unik tanpa tambahan bahan lain sangat tepat untuk dijadikan teman makanan ringan.

  3. Teh Hitam

    Nah, teh jenis ini paling banyak dikonsumsi dan diproduksi di dunia. Proses produksinya bisa dibilang sangat rumit. Mulai dari perajangan, pelayuan, penggilingan, fermentasi, hingga pengeringan. Oleh karena itu, rasa dan aroma teh yang dihasilkan lebih mantap. Rasa itu berasal dari minyak atsiri yang keluar karena penggilingan. Rasa pahit dari sari teh juga banyak berkurang akibat proses panjang tersebut.

    Antioksidan katekin yang ada dalam teh berubah menjadi arubigin dan aflavin pada teh hitam. Kedua zat tersebut menyebabkan teh hitam berwarna kecoklatan dan orange saat diseduh. Teh hitam ini sangat baik dalam mencegah kanker, utamanya kanker esophagus, kulit, dan tumor. Menurut penelitian yang dilakukan Joseph Mclaughlin mengonsumsi teh hitam lima kali sehari dapat menurunkan resiko kanker hingga 20 persen pada laki-laki dan 50 persen pada perempuan.

    Penderita penyakit jantung perlu mengonsumsi teh hitam tiga cangkir sehari secara teratur. Menurut penelitian dari universitas California, teh hitam dapat mencegah penyakit serangan jantung hingga 20 persen. Hal ini disebabkan flavonoid dalam teh hitam mampu memperbaiki sel gepeng pada lapisan pembuluh darah.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

JOIN US ON

NEWSLETTER

Mau berlangganan artikel Kami? Tulis Email Anda pada form di bawah ini.

Cek Email Anda setelahnya untuk mengaktifkannya. Terimakasih