Informasi dan Tips – informasitips.com

Jenis-jenis Investasi Beserta Keuntungan dan Kerugiannya

informasitips.com – Kemajuan zaman menuntut kualitas finansial yang senantiasa sehat guna keseimbangan pemenuhan kebutuhan hidup yang semakin melambung. Terkadang, penghasilan yang diperoleh sebatas bekerja di kantor pun tidak menjamin terpenuhinya kebutuhan pokok. Namun, ini sifatnya relatif tergantung seberapa besar pengeluaran dan pendapatan Anda tentunya.

Bisnis investasi menjadi pilihan yang kini digandrungi banyak orang untuk memperoleh tambahan penghasilan. Namun, tidak semua orang paham dengan apa itu investasi. Untuk menambah pengetahuan kita semua, kami paparkan informasi sederhana tentang apa itu investasi, jenis-jenisnya, serta untung ruginya. Semua kami sajikan untuk mempermudah Anda mempertimbangkan investasi seperti apa yang akan Anda pilih.

Jenis-jenis investasi beserta keuntungan dan kerugiannya

Investasi merupakan suatu cara yang dilakukan untuk memperoleh sejumlah keuntungan dengan cara menanamkan sejumlah uang atau membeli aset berharga yang ditawarkan. Dalam jangka waktu tertentu, uang atau aset yang dimiliki tersebut bisa bertambah nilainya. Pertambahan nilai itulah yang dikatakan sebagai keuntungan.
Kendati jenis-jenis investasi yang ada selalu menjanjikan tawaran keuntungan berlipat ganda, Anda tetap harus berhati-hati menerima penawaran tersebut. Bagaimanapun, segala bentuk investasi pasti memiliki resiko sendiri-sendiri.

Berikut beberapa jenis jenis investasi beserta untung ruginya:

  1. Deposito
    Deposito adalah sistem investasi dengan cara menyimpan uang dalam jumlah tertentu dan jangka waktu tertentu pula di suatu bank. Uang yang disimpan ‘diendapkan’ dan hanya dapat dicairkan jika telah jatuh tempo sesuai tanggal yang tertera dalam ketentuan tertulis investasi ini dilakukan. Bila tetap ingin mencairkan dana sebelum jatuh tempo maka akan dikenakan penalti.

    Keuntungan deposito, resiko terjadinya kerugian dan persaingan kecil. Keuntungan bunga lebih besar dibandingkan sistem investasi tabungan biasa.

    Kerugiannya, tidak bisa sewaktu-waktu ditarik dan adanya penalti yang justru akan mengurangi nilai penambahan keuntungan.

  2. Emas
    Investasi emas sangat cocok dilakukan oleh siapa saja. Investasi emas termasuk jenis investasi yang aman dan menguntungkan. Tidak terbatas pada kaum hawa yang terkenal doyan menggunakan perhiasan.

    Saran kami, jika ingin memiliki investasi dalam bentuk emas, sebaiknya pilihlah emas batangan (logam mulia) atau dalam bentuk koin emas. Sebab, emas batangan atau koin emas tidak mengalami penyusutan harga karena upah pembuatan. Berbeda dengan emas yang telah dilebur menjadi bentuk perhiasan yang akan dikenakan upah pembuatan setiap kali Anda akan menjualnya.

    Keuntungan investasi emas terletak pada kemudahan sistemnya. Anda beli, simpan, dan kapanpun bisa Anda jual. Itu sebabnya mengapa emas dikatakan sebagai aset liquid. Selain itu, emas memiliki nilai yang lebih stabil. Nilai tukar dollar yang searah dengan emas juga membuat para investor emas mendapatkan keuntungan berlipat bila harga emas naik.

    Kerugiannya terletak dari resiko penyimpanan benda tersebut. Bila Anda tidak menitipkannya di bank atau tempat-tempat yang benar-benar aman, bisa-bisa benda berharga Anda tersebut menjadi sasaran rampok atau maling. Oleh karena itu, sebaiknya emas disimpan di safe deposit box bank agar lebih aman. Namun sayangnya, untuk menyimpan emas di safe deposit box bank biasanya biaya yang harus Anda keluarkan juga tidaklah sedikit.

  3. Saham
    Bisnis investasi saham sudah menjamur di berbagai kota. Cara yang dilakukan adalah investor menanamkan sejumlah uang pada perusahaan tertentu. Uang tersebut yang kemudian menjadi modal untuk jalannya sebuah perusahaan.

    Perusahaan akan memberikan keuntungan berupa deviden pada investor. Bila image operasional suatu perusahaan dianggap baik, investor berlomba-lomba menanamkan sahamnya dan hal ini akan berpengaruh pada nilai jual saham yang tinggi nantinya. Namun bila perusahaan bangkrut, maka saham Anda pun menjadi imbasnya.

    Investasi saham sendiri sebenarnya memiliki keuntungan yang sangat besar saat harga saham naik. Modal sedikit akan kembali dalam bentuk keuntungan yang berlipat-lipat ganda.

    Sedangkan kerugiannya justru terletak pada resiko terjadinya penurunan harga saham. Saat harga saham turun, kemungkinan terburuk yang bisa terjadi adalah investor gulung tikar.

  4. Properti
    Bisnis investasi properti merupakan bisnis yang paling banyak dilakukan. Terkadang tidak harus dalam bentuk besar terlebih dahulu. Aset dalam investasi properti bisa berupa kepemilikan rumah dan tanah. Harga rumah dan tanah selalu mengalami kenaikan dari waktu ke waktu. Bahkan bisa melambung tinggi apabila didukung dengan lokasi yang strategis, fasilitas yang disediakan dan maintance yang baik.

    Keuntungannya, investasi properti tidak memiliki resiko yang besar. Selain Anda memanfaatkan rumah sebagai tempat tinggal, Anda juga bisa memilih menyewakannya sebelum mengambil keputusan untuk menjualnya. Sama halnya dengan tanah, dimana Anda bisa menyewakannya dengan orang lain sebagai tempat bercocok tanam apabila Anda belum menghendaki untuk dijual.

    Kerugiannya, proses jual beli properti cukup memakan waktu. Aset properti bukanlah aset liquid yang bisa dengan cepat dijual saat Anda membutuhkan uang. Butuh waktu untuk menunggu seseorang yang berminat membelinya.

  5. Obligasi
    Mungkin belum banyak yang tahu sistem investasi obligasi itu seperti apa. Obligasi merupakan sistem investasi dimana seorang investor memberikan pinjaman dana pada suatu perusahaan atau pemerintah dan dibuktikan dengan adanya surat hutang dari negara. Pihak yang berhutang akan dikenakan bunga dan jangka waktu pengembalian lewat dari satu tahun.

    Keuntungan sistem investasi obligasi terletak pada bunga yang diperoleh lebih besar dibandingkan sistem investasi deposito.

    Kerugiannya, sistem ini tidak mudah untuk ditarik kembali sebelum tanggal kesepakatan antara investor dan perusahaan penerima hutang. Apabila perusahaan mengalami bangkrut, maka investor juga bernasib sama. Sebab, hutang tidak dapat dikembalikan.

  6. Reksadana
    Jenis investasi reksadana merupakan model investasi dengan cara menghimpun dana secara kolektif. Seorang investor akan menyediakan sejumlah aset kepada manager investasi untuk dikelola dalam bentuk investasi-investasi lainnya. Keuntungan yang didapat akan dibagi sama rata dengan investor lainnya. Begitu pula bila mengalami kerugian. Bentuk-bentuk reksadana yang ada bermacam-macam, diantaranya, reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana saham dan reksadana campuran.

    Keuntungan reksadana terletak pada efisiensi waktu, dimana seorang investor tidak perlu turut campur dalam aktivitas pemutaran modal. Sebab, ada orang ahli yang akan mengelola modal Anda tersebut dengan baik. Sistem investasi seperti ini cocok bagi pemula yang ingin berinvestasi namun tidak memiliki cukup waktu dan ilmu untuk mengelola aset/modal yang dimilikinya.

    Kerugiannya terletak pada pembagian keuntungan. Sebab, keuntungan yang didapat tentu harus dibagi rata dan dikenakan biaya bagi yang mengelolanya.

  7. Tabungan
    Nah ini model investasi paling sederhana, mudah, dan banyak peminatnya. Modalnya tidak terbatas dan cara yang dilakukan sangat mudah. Anda cukup menyimpan sejumlah dana pada bank, dapat ditarik bila diperlukan. Adanya sistem bunga bisa menjadi keuntungan yang bisa Anda peroleh. Namun, biasanya bunga yang diperoleh nilainya ikut tergerus oleh biaya administrasi bank.

    Keuntungannya terletak pada resiko kecil (nyaris tidak ada resiko gulung tikar), mudah dicairkan kapanpun Anda butuhkan. Selain itu, menabung (menyimpan uang) di bank tergolong aman.

    Kerugiannya, bunga yang diperoleh tidak terlalu banyak. Terlebih bunga bank di Indonesia saat ini sangat rendah. Oleh karena itu, bisa juga dikatakan tidak berinvestasi karena keuntungan yang didapat sangat kecil. Ditambah lagi dengan kemungkinan adanya tingkat inflasi yang cukup tinggi yang berimbas pada nilai uang sehingga membuat nilai uang dalam tabungan menjadi tidak berarti apa-apa di masa yang akan datang. Selain itu, karena mudahnya dilakukan penarikan, kedisiplinan menabung semakin kecil. Dana yang terhimpun pun lama kelamaan akan habis.

Bagaimana? Sudah tahu jenis-jenis investasi beserta untung ruginya, kan? Tinggal Anda yang memilih ingin berinvestasi seperti apa. Semoga artikel ini membantu Anda menentukan pilihan yang tepat untuk kesehatan finansial Anda ke depan. Semoga beruntung.



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *