Informasi dan Tips – informasitips.com

Inilah Alasan Madu Tidak Boleh Diberikan pada Anak Kurang dari 1 Tahun

informasitips.com – Madu adalah makanan yang menangandung banyak zat gizi. Beberapa ahli menyatakan bahwa madu berfungsi sebagai antibiotik.

Di Indonesia sendiri madu seringkali dimanfaatkan masyarakat sebagai obat batuk. Meski demikian pemberian madu pada bayi dibawah satu tahun masih menjadi kontroversi.

American Academy of Pediatric menyatakan bahwa madu tidak boleh diberikan pada anak di bawah satu tahun, sedangkan sebagian masyarakat beranggapan bahwa madu boleh-boleh saja diberikan pada anak dibawah satu tahun.

Minuman yang berasal dari lebah ini diduga mengandung spora Clostridium botulinum yang didapat ketika lebah mengambil makanan dari tanah atau tumbuhan.

Bahaya Madu untuk Anak Kurang dari 1 Tahun

sumber gambar: www.organicsoul.com

Spora Clostridium botulinum dapat bertahan hidup di usus dan mengeluarkan racun botulinum.
Sebenarnya, racun botulinum tidak berbahaya bagi orang dewasa. Hal ini disebabkan pada pencernaan dewasa tingkat keasaman usus cukup tinggi untuk menghilangkan efek toksik botulinum.

Namun, pada bayi yang berusia kurang dari satu tahun, organ pencernaan mereka masih belum matang, termasuk kadar asam dalam usus yang masih rendah sehingga tidak mampu menangkal racun botulinum dari madu.

Adapun pencernaan bayi yang telah berusia lebih dari satu tahun sudah cukup berkembang sehingga spora tidak dapat tumbuh.

Keracunan makanan yang berat akibat botulinum yang dibawa spora Clostridium botulinum ini disebut botulisme. Efek dari keracunan ini bisa berujung pada kematian.

Gejala awal bayi yang keracunan botulinum antara lain sembelit, sering menangis, kesadaran menurun, sakit perut, pusing, serta sulit menelan.

Efek ini biasanya timbul 8-36 jam setelah mengonsumsi madu. Jadi, wajib bagi orang tua untuk memperhatikan putra/putrinya selama rentang waktu tersebut dan segera membawa sang buah hati ke fasilitas kesehatan ketika muncul tanda-tanda keracunan.

Sebenarnya, tidak semua madu mengandung racun botulinum. Banyak masyarakat yang terbiasa memberikan madu sejak usia bayi kurang dari satu tahun, bahkan sejak lahir dan tidak terjadi keracunan botulisme. Kasus keracunan botulisme sendiri memang jarang terjadi. Namun, tidak menutup kemungkinan hal tersebut terjadi pada bayi anda.

Sebaiknya, orang tua tetap waspada karena madu biasanya dikonsumsi dalam bentuk mentah, tanpa adanya proses sterilisasi, pasteurisasi, sehingga mengandung spora Clostridium botulinum. Seandainya pun dipasteurisasi, tetap tidak mampu membunuh spora Clostridium botulinum.

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove © 2012


loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *