Informasi dan Tips – informasitips.com

Penyakit Hipertensi (Darah Tinggi)

informasitips.com – Hipertensi atau sering disebut juga darah tinggi merupakan penyebab paling utama dari penyakit gagal jantung, stroke dan gagal ginjal. Penyakit ini juga merupakan bagian dari suatu kumpulan penyakit, hampir selalu ditemani dengan adanya kondisi obesitas, diabetes dan penyakit ginjal.

Di Amerika, diperkirakan 1 dari 4 orang dewasa menderita hipertensi. Dari beberapa penelitian didapatkan bahwa penyakit hipertensi yang tidak terkontrol mengalami resiko terkena stroke 7 kali lebih besar, resiko gagal jantung kongestif 6 kali lebih besar, dan serangan jantung 3 kali lebih besar. Menurut WHO dan The International Society of Hypertension (ISH) pada tahun 2003, terdapat 600 juta penderita hipertensi di seluruh dunia.

Di Indonesia sendiri, menurut hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 2001, sebanyak 8,3 % penduduk menderita hipertensi dan meningkat menjadi 27,5% pada tahun 2004. Dengan gaya hidup masa kini di masyarakat yang telah erat dengan pola hidup tidak sehat, seperti merokok, kurang olahraga dan makanan tinggi lemak dan kalori, maka jumlah ini diperkirakan akan terus meningkat.


Apakah hipertensi itu?

Masih banyak pendapat yang salah mengenai hipertensi. Hipertensi dianggap ada pada seseorang yang mudah marah, gelisah, maupun tidak bisa diam. Kenyataannya, seseorang yang tenang pun bisa saja mengalami hipertensi.

Organ-organ dalam tubuh Anda memerlukan oksigen untuk tetap hidup. Oksigen akan dibawa dari paru-paru oleh darah untuk disampaikan ke jaringan tubuh. Darah berada di dalam suatu sistem pembuluh darah dan dipompa oleh jantung. Tekanan darah sendiri merupakan pengukuran tekanan aliran darah terhadap dinding pembuluh saat jantung memompa darah ke seluruh tubuh. Hipertensi merupakan sebuah istilah yang digunakan untuk menjelaskan kondisi dimana terdapat tekanan darah yang tinggi.

Pembacaan tekanan darah biasanya disebutkan dalam dua angka, misalnya 120 per 80 (ditulis 120/80). Angka pertama disebut tekanan darah sistolik, sedangkan angka kedua disebut tekanan darah diastolik.


Apa yang terjadi dalam tubuh jika tekanan darah terlalu tinggi?

Pembuluh darah terbuat dari otot dan jaringan bersifat semi-fleksibel yang akan meregang saat jantung memompa darah melalui pembuluh. Semakin besar tekanan pada pembuluh, maka dinding pembuluh akan semakin meregang untuk memudahkan darah mengalir di dalamnya. Jika pembuluh darah diberikan tekanan yang tinggi terus menerus, lama kelamaan pembuluh akan teregang di luar batas normal, sehingga menyebabkan masalah-masalah seperti:

  1. Kelemahan dinding pembuluh, sehingga pembuluh darah mudah pecah sehingga dapat menyebabkan stroke.

    hipertensi (darah tinggi)

  2. Timbul luka kecil pada dinding pembuluh darah dan timbul jaringan parut yang mudah menangkap gumpalan darah dan komponen lain dalam darah. Pada akhirnya, gumpalan darah tersebut dapat lepas dan terbawa aliran darah, kemudian menyangkut di pembuluh darah yang ukurannya lebih kecil. Tergantung lokasi pembuluh darah yang tersumbat, organ yang bersangkutan lama-kelamaan akan kekurangan oksigen dan nutrisi sehingga tidak dapat berfungsi kembali.
  3. Apabila dinding pembuluh darah sudah tidak elastis, jantung akan bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Lama kelamaan dapat terjadi gagal jantung karena jantung terlalu lelah bekerja.



Adakah jenis-jenis hipertensi?

Berdasarkan penyebabnya, hipertensi dibagi menjadi 2 golongan, yaitu

  1. Hipertensi primer/esensial
    Disebut juga hipertensi idiopatik, karena penyebabnya tidak diketahui. Dari semua kasus hipertensi, 95% adalah hipertensi primer. Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi, seperti genetik, lingkungan, dan faktor resiko lainnya.

  2. Hipertensi sekunder

    Terdapat penyebab spesifik yang diketahui menyebabkan timbulnya hipertensi, misalnya penyakit ginjal, hipertensi vaskular renal, kehamilan, dan lain-lain.
    Sedangkan berdasarkan tinggi tekanan darahnya, terdapat klasifikasi yang diambil dari Seventh Report of the Joint National Comittee of Prevention, Detection, Evaluation, and Treatment of High Blood Pressure (JNC –VII), sebagai berikut:

    KlasifikasiTekanan Darah Sistolik (mmHg)Tekanan Darah Diastolik (mmHg)
    Normal< 120< 80
    Prehipertensi120 – 13980 – 90
    Tingkat 1140 – 15990 – 99
    Tingkat 2≥ 160≥ 100

Terdapat pula klasifikasi untuk kasus-kasus hipertensi yang lebih berat.

  1. Hipertensi berat, yaitu tekanan darah di atas 180/110 tanpa adanya gejala.

  2. Hipertensi urgensi, yaitu tekanan darah di atas 180/110 dengan disertai gejala ringan, seperti sakit kepala dan napas yang terasa berat.
  3. Hipertensi emergensi, yaitu tekanan darah sama dengan atau di atas 220/140 dengan disertai gejala disfungsi organ yang mengancam nyawa.

Klasifikasi tersebut ditegakkan setelah dilakukan 2 kali pengukuran tekanan darah pada 2 kali atau lebih kunjungan yang berbeda. Pengukuran tekanan darah dilakukan dalam keadaan pasien duduk bersandar setelah beristirahat 5 menit.


Siapa sajakah yang rentan terkena hipertensi?

Semua orang dapat terkena hipertensi. Terdapat beberapa faktor resiko yang dapat menyebabkan timbulnya hipertensi, dan dengan demikian akan meningkatkan pula resiko terhadap penyakit jantung, serangan jantung maupun stroke:

  1. Riwayat keluarga dengan hipertensi
    Jika orangtua ataupun keluarga dekat memiliki hipertensi, maka besar kemungkinan Anda akan mengalaminya juga. Anda juga dapat menurunkan kecenderungan tersebut kepada anak-anak Anda. Karena itu, sangat penting untuk melakukan pemeriksaan tekanan darah secara berkala. Mengadopsi gaya hidup sehat juga sangat berguna untuk mencegah timbulnya hipertensi, walau Anda memiliki kecenderungan tinggi untuk timbulnya penyakit tersebut.

  2. Usia
    Semakin tua usia seseorang, maka resiko hipertensi menjadi semakin besar. Hal ini disebabkan karena semakin lama pembuluh darah akan kehilangan elastisitasnya dan menjadi lebih kaku sehingga memberikan tekanan yang lebih besar.

  3. Jenis kelamin
    Pada usia di bawah 45 tahun, pria lebih banyak mengalami hipertensi dibandingkan wanita. Pada usia 45 hingga 64 tahun, persentase penderita sama antara pria dan wanita. Sedangkan di atas usia tersebut, lebih banyak penderita wanita dibandingkan pria.

  4. Kurangnya aktivitas fisik
    Aktivitas fisik sangat baik untuk menyehatkan jantung dan pembuluh darah, sedangkan kurang olahraga akan memudahkan terjadinya obesitas.

  5. Diet yang kurang baik
    Untuk tetap sehat, Anda membutuhkan nutrisi yang tepat. Ini berarti asupan karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral-mineral yang seimbang dan bisa didapatkan dari berbagai jenis makanan. Makanan yang tinggi kalori, lemak dan gula selain tidak menyehatkan juga akan membuat Anda mengalami obesitas. Selain itu, diet yang tinggi garam juga dapat meningkatkan tekanan darah karena garam akan menyimpan cairan dalam tubuh, sehingga volume darah bertambah dan kerja jantung menjadi lebih berat.

  6. Obesitas
    Obesitas atau kegemukan dapat meningkatkan beban kerja jantung dalam memompa darah ke seluruh tubuh. Selain itu, obesitas juga identik dengan kadar kolesterol dan lemak darah yang tinggi, yang dapat menyebabkan timbulnya sumbatan pada pembuluh darah. Sumbatan pada pembuluh darah inilah yang akhirnya dapat memicu serangan jantung atau stroke.

  7. Alkohol
    Minum alkohol dalam jumlah yang terlalu banyak secara terus menerus dapat meningkatkan tekanan darah, menyebabkan obesitas, detak jantung yang tidak beraturan, bahkan gagal jantung.

  8. Merokok
    Merokok akan meningkatkan tekanan darah selama beberapa saat dan meningkatkan resiko terjadinya kerusakan pada pembuluh darah. Hal ini berlaku untuk perokok aktif maupun pasif.

  9. Stres
    Berada dalam kondisi yang menyebabkan stres dapat meningkatkan tekanan darah untuk beberapa lama. Adanya hubungan antara stres dan penyakit hipertensi kemungkinan berkaitan dengan perilaku seseorang ketika sedang stres, misalnya banyak makan, malas bergerak, minum alkohol, dan lain-lain.



Apakah gejala dan tanda hipertensi?

Biasanya hipertensi tidak memiliki gejala apapun. Namun kadang-kadang bisa ditemukan sakit kepala, epistaksis (berdarah dari hidung), telinga berdengung, rasa berat di tengkuk, sulit tidur, mata berkunang-kunang atau pusing. Hipertensi hanya dapat diketahui dari pemeriksaan tekanan darah.

Ada pula gejala yang harus diwaspadai sebagai gejala krisis hipertensi, yaitu sakit kepala berat, gelisah, perdarahan dari hidung atau sesak napas. Hipertensi krisis merupakan sebuah kondisi gawat darurat dan memerlukan penanganan medis sesegera mungkin.


Apakah hipertensi dapat disembuhkan?

Seperti halnya diabetes, hipertensi merupakan suatu penyakit yang dapat dicegah dan dikontrol. Artinya, jika Anda memiliki bakat hipertensi namun menganut gaya hidup sehat seperti rajin berolahraga, diet yang sehat serta menjaga berat badan agar tetap ideal, maka besar kemungkinan Anda tidak akan menderita hipertensi. Sebaliknya, jika Anda jarang berolahraga dan tidak menjaga pola makan dengan baik, Anda kelak dapat menderita hipertensi walaupun tidak memiliki riwayat keluarga demikian.

Bagi Anda yang memang memiliki hipertensi, terdapat obat-obatan yang dapat membantu menurunkan tekanan darah. Namun obat-obatan ini tentunya hanya bersifat sementara. Banyak kesalahpahaman yang timbul di masyarakat, dimana setelah meminum obat maka tubuh kembali terasa sehat dan tekanan darah kembali normal, lalu dianggap sudah sembuh. Padahal hipertensi dapat muncul kembali setelah efek obat habis. Pemakaian obat hipertensi perlu dipantau oleh dokter. Seiring dengan waktu, penyakit ini dapat membaik atau malah bertambah parah. Mungkin ada waktunya Anda tidak memerlukan bantuan obat lagi, namun mungkin pula dosis obat Anda perlu ditambah. Karena itu, kunjungilah dokter Anda secara rutin untuk mendapatkan penanganan yang paling optimal.

—-

Baca juga:

Hipertensi (Darah Tinggi) Si Silent Killer yang Perlu Diwaspadai

Hipertensi Saat Hamil

8 Cara Menurunkan Tekanan Darah Tinggi



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *