Informasi dan Tips – informasitips.com

Informasi Tentang Anemia (Penyakit Kurang Darah)

informasitips.com – Anemia adalah kondisi dimana jumlah sel darah merah/hemoglobin dalam darah berada di bawah nilai normal. Batasan nilai normal hemoglobin berbeda antara pria dan wanita. Nilai normal hemoglobin pada pria adalah 13.5-17 g/dl sedang pada wanita 12-15 g/dl, BBLR 14-24 g/dl, ibu hamil 11-12 g/dl.

Selengkapnya dapat dilihat pada tabel nilai normal hemoglobin di bawah ini:

Kadar Hemoglobin Normal 
Pria dewasa13.5 – 17 g/dl
Wanita dewasa12 – 15 g/dl
Ibu hamil11 – 12 g/dl
Bayi baru lahir14 – 24 g/dl
Anak-anak11 – 16 g/dl

Hemoglobin (HB) merupakan komponen darah yang penting, karena memiliki fungsi sebagai media tranportasi pengangkut oksigen dari paru-paru keseluruh tubuh dan membawa karbondioksida dari jaringan tubuh ke paru-paru. Untuk memastikan diagnosa anemia, seseorang dapat melakukan pemeriksaan darah lengkap yang terdiri dari red blood cell (RBC = sel darah merah), hematokrit (HT), hemoglobin (HB), white blood cell (WBC= sel darah putih) dan trombosit.

Penyebab
Penyebab anemia paling banyak adalah perdarahan hebat seperti akibat kecelakaan , pembedahan, persalinan, menstruasi berlebihan, gastritis erosif akibat iritasi obat-obatan.

Informasi  tentang anemia

Penyebabnya didasarkan atas jenis anemia

  • Anemia hemolitik
    Penyebabnya adalah jumlah sel darah merah (HB) berada di bawah nilai normal akibat kerusakan (dekstruksi) pada eritrosit yang lebih cepat dari pada kemampuan sumsum tulang mengantinya kembali.

    Jika terjadi hemolisis (pecahnya sel darah merah) ringan/sedang dan sumsum tulang masih bisa mengompensasinya, anemia tidak akan terjadi, keadaan ini disebut anemia terkompensasi. Namun jika terjadi kerusakan berat dan sumsum tulang tidak mampu mengantinya keadaan inilah yang disebut anemia hemolitik.

    Anemia hemolitik sangat berkaitan erat dengan umur eritrosit. Pada kondisi normal eritrosit akan tetap hidup dan berfungsi baik selama 120 hari, sedang pada penderita anemia hemolitik umur eritrosit hanya beberapa hari saja.

  • Anemia aplastik
    Penyebab anemia aplastik adalah kegagalan sumsum tulang membentuk sel-sel darah merah sehingga tubuh mengalami kekurang sel darah merah (pansitopenia). Angka kejadian anemia aplastik sangat rendah pertahun, kira-kira 2-5 kasus/tahun/juta penduduk. Meski angka kejadian penyakit sangat jarang, anemia aplastik menyerang segala umur dan penyakit ini tergolong berpotensi menyebabkan kematian. Pendertia anemia aplastik tidak hanya mengalami kekurangan sel darah merah tetapi juga kekurangan sel darah putih (leukosit) sehingga penderita sangat mudah terpapar infeksi.
  • Anemia makrositik
    Anemia Makrositik adalah jenis anemia akibat defisiensi vitamin C, B12, asam folat dan zat besi. Vitamin C, B12, asam folat dan zat besi merupakan zat-zat yang diperlukan tubuh untuk membantu pembentukan sel darah merah. Kekurangan zat-zat diatas dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan anemia defisiensi. Angka kekurangan zat besi pada wanita sekitar 20%, wanita hamil pemegang resiko kekurangan zat besi paling tinggi yaitu sekitar 50%, sedang angka kejadian pada pria hanya sekitar 3%.
  • Anemia akibat penyakit kronis
    Penyakit kronis yang menyebabkan anemia antara lain gagal ginjal, kanker usus besar, maag kronis, lupus, artritis rematik dan kelainan sumsum tulang.

    Sumsum tulang (bone marrow) adalah pabrik tempat pembentukan sel darah merah. Jika sumsum tulang belakang mengalami gangguan misal karena kanker, sumsun tulang tidak dapat memproduksi sel darah merah yang berkualitas.

  • Anemia akibat kelainan genetik
    Kelainan ini disebut sickle cell anemia atau thalasemia. Pada penderita thalasemia umur sel darah merah sangat pendek sehingga tubuh selalu kekurangan sel darah merah.
  • Anemia akibat perdarahan akut
    Seperti akibat kecelakaan, pembedahan, persalinan, menstruasi berlebihan dan gastritis erosif akibat iritasi obat-obatan.

Gejala
Gejala umum pada anemia adalah nilai kadar HB <7g/dl, pucat, kurang tenaga, cepat lelah, kepala terasa melayang, sklera mata tampak pucat, gelisah dan kadang sesak nafas. Penderita anemia cenderung mengalami penurunan hemoglobin. Kadar hemoglobin yang sedikit dalam darah mengurangi kemampuan hemoglobin mengikat oksigen sehingga menyebabkan penderita mengalami defisiensi oksigen. Defisiensi oksigen yang berkelanjutan dapat menyebabkan stroke dan serangan jantung.

Penanganan
Penanganan anemia sangat tergantung pada faktor penyebabnya. Misal pada penderita gagal ginjal yang mengalami penurunan kadar hemoglobin, disarankan penderita segera diberikan transfusi darah. Pada penderita anemia akibat perdarahan akut misal akibat kecelakaan atasi syok, pertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit. Jika terjadi kehilangan darah dalam jumlah banyak lakukan transfusi dengan pengawasan ketat.


Preventif (pencegahan)

  • Mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi, asam folat, vitamin C dan B12. Zat makanan itu banyak terdapat pada sayuran hijau, buah, kacang-kacangan, daging, ayam dan ikan.
  • Wanita hamil disarankan mengonsumsi suplemen yang mengandung vitamin dan mineral lengkap yang disarankan dokter. Jika sudah mengalami kekurangan zat besi sebaiknya wanita hamil mengomsumsi beberapa lembar daun bayam yang ditumbuk halus, dicampur dengan satu butir telur ayam kampung dan madu asli. Minum ramuan tersebut 3 kali sehari selama beberapa hari. Daun bayam memiliki kandungan zat besi yang tinggi.
  • Gunakan obat-obatan yang mengandung ibuprofen, obat anti imflamasi dan aspirin secara bijak, karena obat-obatan tersebut dapat mengiritasi lambung. Jika anda memiliki riwayat perdarahan lambung beri tahu dokter. Berdasarkan riwayat yang anda miliki dokter akan menganti obat-obatan yang mengandung zat-zat diatas dengan obat-obatan yang lebih aman.
  • Hindari mengomsumi kopi berlebihan. Kandungan kafein yang terdapat dalam kopi disinyalir menganggu penyerapan zat besi di dalam saluran cerna.
  • Hindari mengomsumsi alkohol. Alkohol dapat menyebabkan tubuh kekurangan asam folat.
  • Jika anda seorang vegetarian cobalah berkonsultasi pada dokter atau ahli nutrisi anda untuk memperoleh kecukupan asupan vitamin B12.

Jika anda atau orang-orang disekitar anda merasakan kelelahan yang menetap, sulit bernafas, denyut nadi cepat (diatas 100kali/menit), dan wajah tampak pucat segera berkonsultasi dengan dokter, agar segera dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan penanganan dapat dilakukan secepatnya.



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *