Informasi dan Tips – informasitips.com

Ibuprofen + Parasetamol Lebih Efektif Menurunkan Demam Anak [TERBUKTI]

informasitips.com – Demam merupakan salah satu gejala penyakit yang paling sering dialami oleh anak-anak. Walaupun demam merupakan reaksi normal tubuh terhadap adanya infeksi dan sebenarnya tidak perlu ditangani, namun masyarakat telah menggunakan obat-obat antipiretik (penurun demam) secara luas. Alasan penggunaan obat-obat antipiretik adalah untuk mengurangi ketidaknyamanan, mengontrol demam, dan mencegah timbulnya kejang demam.

Salah satu hal yang dapat dilakukan untuk menangani demam adalah dengan menggunakan obat-obat antipiretik, seperti Parasetamol dan Ibuprofen. Parasetamol dan Ibuprofen telah memperlihatkan efek antipiretik yang lebih unggul dibandingkan dengan plasebo; Ibuprofen lebih unggul dibandingkan Parasetamol. Karena mekanisme kerja kedua obat tersebut berbeda, terdapat kemungkinan keduanya lebih efektif bila diberikan secara kombinasi dibandingkan jika digunakan sendiri-sendiri. Namun, bukti yang mendukung penggunaan kedua obat tersebut secara kombinasi masih sangat sedikit dan kontradiktif.

Panduan NICE yang terakhir menganjurkan penggunaan Ibuprofen atau Parasetamol untuk anak-anak yang mengalami demam dan tidak menganjurkan penggunaan kedua obat tersebut sebagai kombinasi ataupun digunakan secara bergantian, karena masih sedikitnya bukti yang mendukung penggunaan keduanya sebagai kombinasi.

Untuk mengetahui apakah penggunaan kombinasi Parasetamol dan Ibuprofen lebih unggul dibandingkan jika digunakan sendiri-sendiri untuk memperpanjang waktu bebas demam dan mempercepat penurunan demam pada anak saat di rumah, dilakukan uji klinik individually randomized, blinded, three arm trial melibatkan 156 anak-anak usia 6 bulan – 6 tahun dengan suhu aksila 37.8°C – 41.0°C.

Partisipan dibagi dalam 3 kelompok, yaitu : kelompok yang mendapatkan Parasetamol + Ibuprofen (n=52), Parasetamol saja (n=52), Ibuprofen saja (n=52). Dosis Parasetamol adalah 15 mg/kg/dosis dan dosis Ibuprofen adalah 10 mg/kg/dosis. Parasetamol diberikan setiap 4-6 jam (maksimum 4 x pemberian dalam 24 jam), sedangkan Ibuprofen diberikan setiap 6-8 jam (maksimum 3 x pemberian dalam 24 jam). Semua obat diberikan hingga jam ke-48.

Kombinasi Ibuprofen Parasetamol Demam Anak

Parameter yang dinilai :

  1. Primer, waktu bebas demam (<37,2°C) dalam 4 jam pertama setelah pemberian dosis pertama dan proporsi anak-anak yang kembali pada keadaan normal pada jam ke-48.
  2. Sekunder, waktu yang dibutuhkan untuk mencapai suhu normal, waktu bebas demam dalam 24 jam, gejala-gejala lain yang menyertai demam, dan timbulnya efek samping.

Hasil :

  1. Parasetamol + Ibuprofen lebih unggul dibandingkan dengan Parasetamol saja, dalam waktu bebas demam dalam 4 jam pertama (adjusted difference 55 menit, 95% CI 33-77 ; p<0.001 ) dan sebanding dengan Ibuprofen saja (adjusted difference 16 menit, 95% CI -7-39 ; p = 0,2 )
  2. Parasetamol + Ibuprofen lebih unggul dibandingkan dengan Parasetamol saja, dalam waktu bebas demam dalam 24 jam (adjusted difference 4,4 jam,95% CI 2,4-6,3;p<0.001) dan dengan Ibuprofen saja (adjusted difference 2,5 jam, 95% CI 0,6-4,4 ; p = 0,008 ).
  3. Terapi kombinasi Parasetamol + Ibuprofen menurunkan demam 23 menit lebih cepat (95% CI 2-45; p=0,025), dibandingkan dengan Parasetamol saja, namun tidak lebih cepat dibandingkan dengan Ibuprofen saja (adjusted difference -3 menit, 95% CI 18-[-24] ; p = 0,8 ).
  4. Tidak ada keuntungan yang ditemukan dalam studi ini terhadap gejala-gejala lainnya yang menyertai demam.
  5. Tidak ada perbedaan efek samping antara ketiga kelompok studi.

Kesimpulan : Pada anak-anak yang mengalami demam, dianjurkan penggunaan Ibuprofen terlebih dahulu; kombinasi Parasetamol + Ibuprofen dapat dipertimbangkan untuk memperpanjang waktu bebas demam dengan mempertimbangkan keuntungan dan kerugian.

Studi lain mengenai kombinasi penggunaan Parasetamol + Ibuprofen bertujuan membandingkan efek antipiretik monoterapi Parasetamol atau Ibuprofen dengan terapi kombinasi Parasetamol + Ibuprofen pada anak-anak usia 6-36 bulan. Merupakan uji klinik secara acak, tersamar ganda, dan paralel melibatkan 464 anak-anak usia 6-36 bulan yang mengalami demam.

Partisipan dibagi dalam 3 kelompok : kelompok I (n=154) mendapatkan Parasetamol 12,5 mg/kg/kali setiap 6 jam, kelompok II (n=155) mendapatkan Ibuprofen 5 mg/kg/kali setiap 8 jam, dan kelompok III (n=155) mendapatkan kombinasi Parasetamol + Ibuprofen (setiap 4 jam) selama 3 hari setelah pemberian dosis awal.

Parameter yang dinilai :

Suhu, skor stress, jumlah antipiretik yang digunakan, total absen orang tua di kantor, timbulnya demam kembali, dan jumlah kunjungan ke UGD.

Hasil :

  1. Kelompok III memperlihatkan suhu tubuh rata-rata yang lebih rendah, penurunan suhu tubuh yang lebih cepat, jumlah obat antipiretik yang dibutuhkan lebih sedikit, skor stress lebih rendah, dan total absen orang tua lebih sedikit dibandingkan dengan 2 kelompok yang lain; semua hasil tersebut berbeda bermakna (p<0,001).
  2. Jumlah kunjungan ke UGD tidak berbeda bermakna antara ketiga kelompok (p=0,65), begitu juga dengan jumlah komplikasi jangka panjang yang serius (p=0,66).

Kesimpulan : Kombinasi Parasetamol + Ibuprofen lebih efektif dibandingkan dengan monoterapi Parasetamol atau Ibuprofen dalam menurunkan demam pada bayi dan anak-anak.

Info penting:
Satu hal yang sangat perlu diperhatikan adalah untuk kasus demam berdarah, sangat tidak dianjurkan untuk memberikan ibuprofen untuk menurunkan panas. Karena, obat antiinflamasi nonsteroid seperti Ibuprofen dapat memperburuk perdarahan pada penderita demam berdarah (DBD), dan juga dapat menimbulkan semacam gangguan pada otak (sindrom reye). Ibuprofen menyebabkan trombositopenia, yaitu menurunnya jumlah trombosit yang bisa memperburuk kondisi penderita demam berdarah. Karena alasan tersebutlah mengapa ibuprofen sangat tidak dianjurkan untuk digunakan pada penderita demam berdarah (DBD).

(Cermin Dunia Kedokteran 167/vol.36 No.1 2009)



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

FOLLOW INFORMASITIPS

ARTIKEL PILIHAN

NEWSLETTER

Dapatkan Informasi dan Tips terbaru langsung ke Email Anda. Masukkan alamat Email Anda di bawah ini, kemudian klik langganan: