Informasi dan Tips – informasitips.com

Homeschooling di Indonesia

informasitips.com – Kemunculan homeschooling terjadi di Amerika serikat sekitar tahun 1960-an yang dipelopori oleh John Caldwell Holt. Dasar pemikiran Holt yang melandasi homeschooling adalah adanya misi pembebasan untuk berpikir instruktif seperti yang dikembangkan lewat sekolah. Seiring berjalannya waktu, homeschooling di Amerika Serikat semakin marak dan semakin meluas ke belahan dunia lain seperti Eropa dan Asia.

Homeschooling di Indonesia sendiri mulai marak pada tahun 2005. Kak Seto, tokoh pendidikan anak Indonesia dalam bukunya yang berjudul “Homeschooling keluarga Kak Seto” menyebutkan bahwa Bapak Pendidikan Indonesia Ki Hajar Dewantara, Buya Hamka dan KH. Agus Salim adalah para tokoh nasional yang tumbuh dan berkembang lewat homeschooling.

Banyak orang tua yang meragukan atau mempertanyakan legalitas proses pendidikan alternatif selain sekolah umum ini. Meskipun begitu, jumlah praktisi homeschooling ternyata semakin bertambah setiap tahunnya. Hal ini bisa dilihat dari menjamurnya berbagai lembaga, komunitas dan sekolah-sekolah dengan embel-embel homeschooling di kota-kota besar di Indonesia.

Bagaimana dasar hukum/legalitas homeschooling di Indonesia?
Sistem pendidikan alternatif ini keberadaannya sah dan diakui, serta sederajat dengan sekolah formal menurut hukum Indonesia. Pada UUD 1945 Negara Kesatuan Republik Indonesia Pasal 31 Ayat (1) berbunyi “Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan”. Pada Ayat (2) berbunyi “Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya“.

Keberadaan homeschooling telah diatur juga dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan nasional No 20/2003 tentang Sistem Pendidikan nasional pasal 27 ayat (1) yang berbunyi

Kegiatan pendidikan informal yang dilakukan oleh keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri”. Sementara pada ayat (2) berbunyi “Hasil pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diakui sama dengan pendidikan formal dan non formal setelah peserta didik lulus ujian sesuai dengan standar nasional pendidikan“.

Dan pada ayat (10) berbunyi “Kegiatan pendidikan informal yang dilakukan oleh keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri“.

Pemerintah tidak mengatur standar isi dan proses pelayanan informal kecuali standar penilaian apabila akan disetarakan dengan pendidikan jalur formal dan nonformal sebagaimana yang dinyatakan pada UU No.20/23, pasal 27 ayat (2).

Homeschooling kak Seto HomeSchooling di IndonesiaPada tanggal 10 Januari 2007 juga telah ditandatangani kesepakatan kerjasama Nomor: 02/E/TR/2007 dan Nomor: 001/I/DK/AP/07 antara Dirjen Pendidikan Luar Sekolah Depdiknas (PLS Depdiknas) dengan Asosiasi Sekolah Rumah dan Pendidikan Alternatif (ASAHPENA). Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh Ace Suryadi, Ph. D (Dirjen PLS Depdiknas) dan Dr. Seto Mulyadi (Ketua Umum ASAHPENA). Kesepakatan ini meningkatkan pengakuan dan eksistensi Homeschooling di Indonesia, karena Komunitas Sekolah Rumah diakui sebagai satuan pendidikan kesetaraan.



Bagaimana sistem pembelajarannya?
Berdasarkan kutipan dari buku “Pendidikan Kesetaraan Mencerahkan Anak Bangsa”, Direktorat Pendidikan Kesetaraan, Dirjen Pendidikan Luar Sekolah, Departemen Pendidikan Nasional, terbitan tahun 2006, sekolah rumah (homeschooling) pada dasarnya dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:

  • Sekolah rumah tunggal merupakan layanan pendidikan yang dilakukan oleh orang tua/wali terhadap seorang anak atau lebih terutama di rumahnya sendiri atau di tempat-tempat lain yang menyenangkan bagi peserta didik.

  • Sekolah rumah majemuk merupakan layanan pendidikan yang dilakukan oleh para orang tua / wali terhadap anak-anak dari suatu lingkungan yang tidak selalu bertalian dalam keluarga, yang diselenggarakan di beberapa rumah atau di tempat / fasilitas pendidikan yang ditentukan oleh suatu komunitas pendidikan yang dibentuk atau dikelola secara lebih teratur dan terstruktur.


Apakah anak dapat mengikuti ujian?
Pada sistem pendidikan homeschooling anak tidak harus memenuhi penyetaraan pendidikan karena hal ini bersifat hak dan pilihan. Namun jika orang tua dan anak menginginkan, ujian penyetaraan dapat ditempuh. Ujian bisa dilakukan di Pusat kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), komunitas homeschooling dan lembaga pendidikan kesetaraan lainnya.

  • Ujian formal bisa dilakukan dengan mekanisme Ujian Akhir Nasional (UAS).

  • Ujian non formal dengan mekanisme Ujian Nasional Kesetaraan (UNK).
  • Ada pula komunitas homeschooling yang bekerjasama dengan lembaga-lembaga formal di Eropa dan Amerika sehingga anak dapat mengikuti ujian internasional jarak jauh.

Supaya anak Anda mendapatkan hasil ujian yang baik, sebaiknya Anda mengambil kurikulum nasional atau internasional sebagai acuan pada proses homeschooling anak. Caranya selain mengajar anak sendiri, Anda dapat memanggil guru privat ke rumah atau memasukkan anak pada les dimana anak akan mendapatkan bimbingan belajar pada beberapa mata pelajaran yang memang membutuhkan pengajar yang menguasai bidang-bidang tersebut.


Apakah anak akan mendapatkan ijazah setelah mengikuti ujian?
Saat ini sesungguhnya keterampilan atau keahlian dalam bidang tertentu lebih diutamakan daripada selembar ijazah pada saat melamar suatu pekerjaan. Bila memang sertifikat menguasai suatu profesi tertentu sangat diperlukan, maka praktisi homeschooling dapat mengambil kursus-kursus profesi tertentu seperti kursus komputer atau marketing.

Anak-anak yang lulus Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (UNPK) dapat memperoleh ijazah kesetaraan yang dikeluarkan oleh Departemen Pendidikan Nasional (DEPDIKNAS), yakni:

– Paket A setara SD
– Paket B setara SMP
– Paket C setara SMU

Ijazah kesetaraan ini dapat digunakan anak untuk meneruskan pendidikan ke sekolah formal untuk jenjang yang lebih tinggi. Bagi anak yang mengikuti kurikulum dan melakukan ujian berstandar internasional akan mendapatkan ijazah/sertifikat akreditasi internasional yang memungkinkan anak untuk melanjutkan sekolah ke luar negeri.

Untuk mengetahui beberapa keuntungan dan kerugian homeschooling Anda bisa membaca artikel “Keuntungan dan kerugian homeschooling” yang dapat menjadi bahan pertimbangan Anda dalam memutuskan pendidikan yang terbaik bagi anak Anda.

Sumber : berbagai situs homeschooling



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *