Informasi dan Tips – informasitips.com

Hari Gizi Nasional Indonesia – 28 Februari

informasitips.com – Hari Gizi Nasional Indonesia jatuh setiap tanggal 28 Februari. Hari itu merupakan agenda penting bagi pemerintah dalam rangka untuk mensosialisasikan program Perbaikan Gizi Nasional yang tentunya bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya Gizi demi kelangsungan hidup yang sehat dan berkualitas.

Berdasarkan laporan Tempo, Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih mengatakan saat ini Indonesia berada di peringkat kelima negara dengan kekurangan gizi sedunia. Endang menyebutkan jumlah balita yang kekurangan gizi di Indonesia saat ini sekitar 900 ribu jiwa. Jumlah tersebut merupakan 4,5 persen dari jumlah balita Indonesia, yakni 23 juta jiwa. Daerah yang kekurangan gizi tersebar di seluruh Indonesia, tidak hanya daerah bagian timur Indonesia.

Hari Gizi bukan hanya sebuah seremonial belaka, namun harus menjadi momen untuk meneropong kenyataan masalah malnutrisi di lapangan dan melakukan strategi penyelesaian yang terpadu dan menyeluruh di semua area. Karena sampai saat ini masih ada beberapa kasus meninggal terhadap balita penderita gizi buruk di hampir semua wilayah di Indonesia. Hal ini menjadi pertanda masih kurang perhatiannya pemerintah dan masyarakat akan masalah ini. Bahayanya kasus ini dapat mengakibatkan suramnya masa depan anak-anak bangsa generasi penerus, bahkan terburuk kita bisa kehilangan satu generasi harapan karena kasus kematian yang semakin berkembang. Kasus gizi buruk ini juga dapat mengakibatkan balita yang menderita dapat menjadi seseorang yang kelainan mental atau IQ yang dibawah rata-rata pada saat dewasa nanti. Jelas hal ini tidak bisa menjadi gambaran ideal masa depan bangsa.

Hari Gizi Nasional

Hari Gizi, merupakan hari pengingat kita untuk berusaha membangun manusia yang lebih sehat dan cerdas. Permasalahan-permasalahan yang terjadi saat ini mengenai gizi antara lain yaitu penderita gizi buruk yang ditemukan pada anak balita (di bawah usia lima tahun), Tragedi kemanusiaan marasmus (busung lapar karena kekurangan kalori) dan kwashiorkor (karena kekurangan protein) pada anak. Masyarakat sekarang saat ini banyak mengalami permasalahan seputar gizi buruk, masih ada anak-anak yang sengsara karena kurang asupan gizi, maupun mengkonsumsi makanan yang tidak sehat.

Masalah kemiskinan yang merajalela dan semakin mahalnya harga kebutuhan makanan bergizi, menyebabkan kaum miskin hanya mampu makan seadanya yang bahkan itupun tidak teratur. Oleh karena itu, kita sebagai bagian dari masyarakat harus juga mulai secara mandiri turut dalam penyelesaian kasus ini dengan menjadi masyarakat peduli gizi, membangun generasi penerus bangsa yang lebih sehat dari segi jasmani dan rohani dalam melakukan bermacam aktivitas yang bermanfaat.

Namun demikian, ada juga beberapa masalah kekurangan gizi di beberapa keluarga mampu. Memang miris melihat jajanan anak-anak di sekolah yang cenderung tidak sehat. Orang tua seharusnya memantau jajanan anaknya. Jika makanan tidak sehat itu terus dikonsumsi, akan mempengaruhi perkembangan kecerdasan anak di masa depan.

Kita beruntung karena tinggal di tanah yang subur dan menghasilkan makanan yang sehat. Oleh karena itu, kita harus pintar-pintar mengkombinasikan makanan mulai dari sayur-sayuran hingga buah-buahan dari alam sekitar untuk kita dan anak-anak kita, guna memenuhi kebutuhan empat sehat lima sempurna.



loading...
Bagikan artikel:

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

FOLLOW INFORMASITIPS

ARTIKEL PILIHAN

NEWSLETTER

Dapatkan Informasi dan Tips terbaru langsung ke Email Anda. Masukkan alamat Email Anda di bawah ini, kemudian klik langganan: