Informasi dan Tips – informasitips.com

Gerak Lurus Beraturan (GLB)

informasitips.com – Dalam kehidupan sehari-hari, jika kita melihat orang berjalan, sepeda melaju di jalan, jarum jam yang berputar, matahari bergerak dari timur ke barat, itu semua contoh benda-benda bergerak.

Karena menunggu bemo tidak kunjung datang akhirnya bu Wina memutuskan untuk berjalan kaki dari depan Kebun Binatang Surabaya sampai ke toko Palapa. Kegiatan yang dilakukan oleh bu Wina tersebut dinamakan bergerak, karena bu Wina mengalami perpindahan dari kedudukannya di depan Kebun Binatang Surabaya ke toko Palapa. Jadi, benda yang mengalami perubahan kedudukan dari kedudukan satu berpindah ke kedudukan yang lain, maka benda tersebut dikatakan bergerak. Dalam fisika, benda bergerak, memiliki kelajuan, contohnya spidometer sebuah motor menunjukkan angka 30 km/jam, terkadang kita menyebut 30 km/jam tersebut adalah kecepatan. Padahal, angka 30 km/jam menunjukkan kelajuan dari motor tersebut. Namun, jika kita katakan bahwa sebuah sepeda motor meluncur 30 km/jam ke utara, maka 30 km/jam dalam hal ini menunjukkan kecepatan.

Benda bergerak selalu memiliki lintasan, ketika kita berada dalam mobil di jalan yang lurus tanpa adanya belokan, dikatakan kita bergerak lurus, karena lintasan yang kita lalui berupa garis lurus. Tetapi pada kenyataannya, sebuah benda yang bergerak lurus belum tentu beraturan. Hal ini bisa kita amati dalam kehidupan sehari-hari. Yuki pergi ke kota menggunakan sebuah mobil, pada jalan lurus dan sepi, mobil dapat bergerak dengan cepat. Tetapi pada jalan yang ramai (padat), mobil bergerak dengan lambat. Itu artinya kelajuan mobil tidak tetap. Namun, sebuah mobil dapat diusahakan untuk melakukan gerak lurus beraturan. Misalnya, pada jalan tol mobil itu bergerak dengan kelajuan tetap yaitu 120 km/jam atau 2 km/menit. Hal ini berarti mobil tersebut menempuh jarak 2 km setiap menitnya. Sehingga bisa dikatakan jika mobil bergerak yang mana lintasannya berupa garis lurus dan memiliki kelajuan tetap itulah gerak lurus beraturan.

Fisika Gerak lurus beraturan (GLB)

Pada dasarnya, gerak suatu benda dipengaruhi oleh lintasannya. Manakala kita merubah sedikit saja lintasan tersebut, maka kelajuan yang dihasilkan pun berubah. Biasanya untuk mengetahui gerak lurus beraturan, alat yang digunakan adalah ticker timer. Alat ini mirip dengan stopwatch, ticker timer juga dikenal sebagai pita ticker timer, yang digunakan untuk mengukur interval waktu. Pita ticker digunakan untuk eksperimen fisika. Alat ini merupakan perangkat yang menggunakan gulungan panjang pita ticker untuk menghitung interval. Interval ini ditentukan oleh getaran timer sendiri, yang biasanya bergetar pada sekitar 50 Hz. Sebagai timer bergetar, itu membuat tanda pada pita ticker, biasanya serangkaian titik-titik yang kemudian dapat dibaca sebagai suatu interval waktu. Timer ini biasanya digunakan untuk eksperimental professional, namun yang umum di kelas fisika dan digunakan untuk mengajarkan berbagai pelajaran.

Memang terlihat rumit, namun jika dikerjakan dalam suatu eksperimen sederhana, maka penggunaan ticker timer ini bisa diketahui dengan mudah, karena gerak lurus beraturan dapat diselediki dengan mudah.
Berikut aplikasi dalam penyelesaian soal fisika yang biasa digunakan dalam pembelajaran di sekolah.

Kereta api Parahyangan berangkat dari Bandung pukul 13.15 dan tiba di stasiun Gambir pukul 16.10. Jarak lintasan kereta api dari Bandung ke Gambir 189 km. Tentukan besar kecepatan rata-rata kereta api Parahyangan tersebut!

Penyelesaian :
Diketahui : t = pukul 13.15 – pukul 16.10 = 2 jam 55 menit , s = 189 km

Ditanyakan : v…….. ?

Jawab : t = 2 jam 55 menit
= (2 x 3600 s) + (55 x 60 s)
= 7200 s + 3300 s
= 10500 s


s = 189 km
= 189 x 1000 m
= 189.000 m


v = S/t = (189.000/10.500) = 18 m/s

Jadi, kecepatan rata-rata kereta api Parahyangan dari Bandung ke Gambir adalah 18 m/s
Konsep fisika dapat mudah dipelajari, karena berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Belajar tidak perlu susah, banyak media yang membantu kita untuk itu, tinggal kita memiliki kemauan dan keinginan yang kuat untuk belajar atau tidak.

Copyright secured by Digiprove © 2012

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

JOIN US ON

NEWSLETTER

Mau berlangganan artikel Kami? Tulis Email Anda pada form di bawah ini.

Cek Email Anda setelahnya untuk mengaktifkan layanan newsletter. Terimakasih