Informasi dan Tips – informasitips.com

Gangguan dan Keluhan Haid yang Sering Terjadi Pada Wanita

informasitips.com – Menstruasi selalu menjadi topik menarik bagi wanita. Haid memang layaknya suatu kewajiban yang datang secara teratur dan menjadi tanda berfungsinya alat reproduksi. Ada kalanya wanita merasakan gangguan dan keluhan haid yang tidak biasanya atau berbeda dari kebanyakan sehingga membuat gelisah. Apa sajakah gangguan haid itu?

  1. Hipermenorea (menoragia)
    Apakah anda pernah mengalami pengeluaran darah haid lebih banyak dari biasanya? Jika jawabannya “ya” maka anda mengalami hipermenorea. Darah haid yang lebih banyak dari normal atau masa haid lebih lama biasanya disebabkan adanya kelainan dalam uterus seperti:

    • Mioma uteri
    • Kista ovary
    • Polip endometrium
    • Gangguan pelepasan endometrium pada waktu haid
    • Tonus otot kurang
    • Kelelahan
    • Hipertensi
    • Infeksi (endometritis, salpingitis)
    • Bendungan pembuluh darah balik pada keadaan uterus yang retrofleksi
    • Penyakit darah (haemofili, werlhoff), dan sebagainya

    Sebaiknya penderita menoragia berkonsultasi dengan dokter obsgin untuk memastikan penyebab perdarahan. Karena kehilangan lebih banyak darah ada baiknya anda mengkonsumsi tablet besi dan makan makanan kaya zat besi serta minum banyak air untuk mengganti darah yang hilang.

  2. Hipomenorea
    Jika hipermenorea mengalami masa haid lebih lama, maka sebaliknya dengan hipomenorea. Penderita hipomenorea mengalami masa haid lebih singkat atau jumlah darah yang dikeluarkan lebih sedikit. Ganguan ini biasanya terjadi pada penderita post miomektomi (pengangkatan miom/tumor rahim) dan gangguan endokrin. Hipomenorea biasanya tidak mengganggu fertilitas.

    Gangguan atau keluhan haid (datang bulan/menstruasi)

  3. Polimenorea
    Siklus haid penderita pendek sehingga sering mengalami haid. Keadaan polimenorea dibagi menjadi dua yaitu :

    1. Siklus pendek tapi teratur
    Kemungkinan disebabkan stadium proliferasi pendek, stadium sekresi pendek, atau keduanya pendek. Kalau siklus haid kurang dari 21 ada kemungkinan infertil.



    2. Sebelumnya siklus haid normal, kemudian menjadi lebih pendek
    Hal ini sering terjadi karena disfungsi ovarium pada klimakterium (hampir menopause), pubertas, penyakit tertentu seperti TBC. Penderita polimenorea dengan jenis ini bisa menjalani terapi hormonal sesuai penyebab khususnya.

  4. Oligomenorea
    Siklus haid pada penderita ini lebih dari 35 hari tapi kurang dari tiga bulan dan jumlah darah haid biasanya berkurang. Oligomenorea biasa menetap atau hanya sesekali. Kejadian yang menetap disebabkan perpanjangan stadium folikuler, perpanjangan stadium luteal, atau keduanya. Jika hanya sesekali berarti disebabkan faktor psikis dan penyakit. Biasanya olimenorea tidak menyebabkan infertil.

  5. Metrorragi
    Metroragia adalah keluarnya darah diluar haid. Penyebab metrorragia dibagi dua yaitu adanya kehamilan dan diluar kehamilan. Metrorragia karena kehamilan disebabkan abortus dan Kehamilan Ektopik Terganggu (hamil di luar rahim). Sedangkan yang di luar kehamilan disebabkan :

    • Luka yang tidak sembuh seperti pada penderita karsinoma, sarcoma, erosi porsio, dan lain-lain
    • Peradangan hingga terjadi perdarahan yang disebabkan endometritis dan kolpilis
    • Hormonal

    Terapi yang diberikan tergantung pada penyebab kelainan. Jika anda mengalami gangguan ini segera periksakan diri ke dokter kandungan.

  6. Amenorea
    Disebut amenorea jika tidak haid lebih dari tiga bulan. Amenorea dibagi dua yaitu primer dan sekunder. Amenore primer jika penderita tidak mengalami haid sampai usia diatas 18 tahun, sedangkan amenorea sekunder jika sebelumnya sudah pernah haid tapi tidak mendapatinya lagi selama tiga bulan berturut-turut. Amenorea primer biasanya dipengaruhi oleh kelainan genetik dan bawaan seperti sindrom turner dan gangguan gonad. Penyebab amenorea sekunder antara lain kehamilan, menyusui, menopause, stress, obesitas, kuretase terlalu dalam, serta penyakit (TBC, kelainan gizi, kelainan fungsi hati dan ginjal). Adapun terapi untuk penderita disesuaikan dengan penyebabnya.

  7. Pseudomenorea (kriptomenorea)
    Pada keadaan ini ada darah haid, tapi darah haid tidak keluar karena tertutupnya servik, hymen, atau v*g*n*. Tanda gejala kelainan ini adalah nyeri perut bagian bawah tanpa disertai perdarahan, jika dilihat hymen berwarna kebiruan dan menonjol karena darah yang terkumpul dibelakangnya. Penderita tidak perlu khawatir karena keadaan ini bisa disembuhkan total dengan insisi (pembukaan jalan) pada daerah yang tertutup.

  8. Menstruatio praecox
    Menstruatio praecox adalah perdarahan pada anak usia 8-10 tahun yang disertai dengan tanda kelamin sekunder timbul sebelum waktunya seperti rambut kemaluan dan pertumbuhan buah dada. Kelainan ini bisa disebabkan adanya tumor yang menyebabkan pengeluaran hormone reproduksi, kelainan fungsi otak bagian tertentu, dysplasia tulang fibrotik, serta hipofise yang terlalu cepat menghasilkan hormone reproduksi.

  9. Dismenorea
    Dismenorea adalah nyeri perut bagian bawah pada saat menstruasi. Nyeri bisa dirasakan sebelum, selama maupun setelah haid. Dismenorea dibagi dua yaitu primer dan sekunder. Dismenorea primer jika nyeri terjadi sejak mendapatkan haid pertama dan tidak ada kelainan dari alat kandungan. Penyebabnya adalah faktor psikologis, anemia, kelelahan, servik sempit, keadaan uterus yang terlalu kebelakang, atau hormonal. Terapi yang diberikan biasanya obat pengurang rasa nyeri/ analgesik dan psikologis.

    Dismenorea sekunder terjadi setelah beberapa kali mendapati haid. Penyebabnya adalah infeksi, mioma, polip, endometriosis, dll. Pengobatan diberikan berdasarkan penyebab.

Jika anda mengalami salah satu gangguan diatas sebaiknya segera konsultasi dengan dokter sebelum terlambat. Cermati benar gejala yang anda rasakan agar diagnosis yang ditegakkan sesuai dengan keadaan. Bagi yang tidak pernah mengalami gangguan menstruasi ada baiknya tetap mencermati siklus haid, banyaknya darah, lama haid, dll untuk memastikan kesehatan reproduksi anda.



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

FOLLOW INFORMASITIPS

ARTIKEL PILIHAN

NEWSLETTER

Dapatkan Informasi dan Tips terbaru langsung ke Email Anda. Masukkan alamat Email Anda di bawah ini, kemudian klik langganan: