Informasi dan Tips – informasitips.com

Finger Food dan Cara Melatih Anak untuk Makan Sendiri

informasitips.com – Salah satu kebutuhan manusia adalah makan. Sejak dalam kandungan pun, janin sudah membutuhkan asupan makanan melalui perantaraan ibu. Dilanjutkan dengan pemberian ASI setelah lahir dan perkenalan pada bermacam variasi makanan mulai dari yang lunak sehingga padat.

Ketika anak Anda masih bayi, kegiatan menyuapi anak adalah hal yang wajar. Tapi ada saatnya dimana anak Anda harus sudah bisa makan sendiri tanpa perlu disuapi lagi oleh Anda atau pembantu di rumah.

Belajar untuk makan sendiri adalah salah satu tahap penting atau tonggak sejarah bayi dalam satu tahun pertamanya. Selain berguling, duduk, berjalan dan berbicara, belajar makan sendiri berperan dalam mengembangkan kemandirian dan rasa percaya dirinya. Anda pun dapat mengambil istirahat pada waktu makan dengan tidak perlu menyuapinya.

Pada umumnya bayi berusia 7-9 bulan telah mengembangkan kemampuan motorik halusnya dan siap untuk mulai belajar makan sendiri. Mereka sudah mampu menggunakan tangan dan jari-jari, juga memiliki koordinasi yang baik antara mata, tangan dan otaknya.

Di usia ini, anak dapat meraih benda yang Anda berikan dengan kedua tangannya, menjumput dengan ibu jari dan telunjuknya dan memiliki kemampuan untuk memindahkan benda tersebut dari tangan satu ke tangan lain. Bila anak Anda telah menguasai kemampuan ini maka anak Anda siap untuk belajar makan sendiri.

Tanda lainnya adalah anak juga mulai senang memasukkan apa saja ke mulutnya dan mulai menunjuk sambil meminta makanan yang sedang Anda makan. Karena pertumbuhan gigi-giginya membuat si kecil memiliki rasa ingin mengunyah atau menggigit sesuatu di mulutnya. Saat ini adalah usia yang tepat karena anak sudah boleh mengkonsumsi Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) atau makanan padat.

Proses tumbuh kembang setiap anak tidak sama kecepatannya. Kebanyakan anak belum menguasai cara memegang sendok dengan benar sampai berusia 1 tahun. Untuk itu memperkenalkan bayi dengan finger food adalah cara yang baik baginya untuk belajar makan sendiri.

Finger food adalah aneka jenis makanan kecil seukuran jari tangan yang bisa dimakan tanpa bantuan pisau, garpu atau sendok atau dengan kata lain makanan yang mudah dijumput dan digenggam oleh jari-jari anak.

Ajarkan kebiasaan makan sehat sejak kecil kepada anak Anda dengan memberikan berbagai pilihan menu yang mengandung segudang nutrisi penting pertumbuhan dan perkembangan otak dan tubuhnya. Perkenalkan rasa dan tekstur makanan baru kepada si kecil lewat berbagai jenis sayur-sayuran, buah-buahan, makanan yang mengandung karbohidrat dan protein.

Sayuran
Sayuran yang kaya dengan berbagai macam vitamin dan mineral dibutuhkan anak Anda untuk tumbuh besar, kuat dan sehat. Anda bisa memberikan berbagai jenis sayuran rebus yang dipotong kecil-kecil antara lain brokoli, kentang, asparagus, wortel rebus kepadanya.


Buah-buahan
Sama halnya dengan sayuran, buah-buahan juga mengandung berbagai macam zat gizi dan serat yang dibutuhkan bagi perkembangan anak Anda, sekaligus jenis makanan yang tepat untuk digenggamnya. Buah-buahan yang lembut yang dapat Anda berikan pada bayi Anda antara lain potongan pisang, melon, kiwi dan alpukat.

finger food dan cara mengajari anak makan sendiri

Gambar : buyergobabycarrier.org

Karbohidrat
Bayi Anda membutuhkan energi untuk tumbuh dan melakukan aktivitas. Jenis finger food yang bisa Anda berikan antara lain adalah potongan roti, pasta rebus, nasi (nasi merah lebih disarankan) dan cereal lembut.


Protein dan lemak
Sumber makanan yang mengandung protein dan lemak juga tidak kalah pentingnya dan perlu diberikan kepada si kecil untuk proses pertumbuhan, membangun, memelihara dan memperbaiki jaringan tubuhnya. Jenis finger food yang dapat Anda berikan adalah irisan telur dadar, irisan telur rebus, ayam rebus yang dipotong kecil atau potongan keju lembut.


Selain itu Anda juga bisa memberikan biskuit susu khusus masa tumbuh gigi yang kaya nutrisi. Ingat untuk selalu mengawasi anak Anda jangan sampai tersedak oleh makanannya. Jenis makanan yang perlu dihindari saat Anda mengajarkan anak Anda untuk makan sendiri antara lain popcorn, kacangan-kacangan, buah kering seperti kimis, anggur utuh, wortel mentah dan permen.

Oleh karena itu, mengajari anak untuk belajar makan sendiri sejak kecil sangat penting. Tentu saja proses mengajarkan anak untuk bisa makan sendiri bukanlah proses yang mudah. Selain kesabaran, dibutuhkan beberapa tips untuk membuat anak Anda tertarik untuk belajar makan sendiri.

Berikut beberapa tips yang perlu Anda ketahui dalam mengajarkan sang buah hati belajar makan sendiri:

  • Mulai usia 7 bulan biasanya anak sudah mampu untuk duduk sendiri, walaupun tingkat perkembangan setiap anak berbeda. Anda bisa menempatkan anak Anda di kursi tinggi/kursi makan khusus bayi dan meletakkan finger food di mejanya.

  • Sajikan makanan yang Anda akan berikan kepadanya dengan sendok, piring dan garpu plastik yang memiliki warna-warna yang cerah.
  • Berikan jus buah atau air didalam gelas plastik khusus bayi yang memiliki gagang sehingga mudah untuk dipegang. Pemberian jus yang disarankan adalah jus asli 100 % bukan jus buah yang banyak mengandung air dan mengandung banyak gula.
  • Bila Anda ingin memperkenalkan yoghurt kepada anak Anda sebaiknya pilih yoghurt asli. Anda bisa memasukan beberapa potongan buah kecil untuk diaduk dengan yoghurt untuk menambah kandungan gizinya. Hindari memberikan yoghurt yang memiliki rasa buah seperti rasa pisang atau strawberry, karena ini berarti rasa buah tersebut didapat dari zat-zat tambahan seperti essens buah, pewarna, dan bahan kimia lainnya.
  • Sebaiknya pakaikan alas dada sehingga makanan yang dimakan anak Anda tidak mengotori bajunya.
  • Sebaiknya taruh alas plastik di bawah kursi makan bayi Anda sehingga mudah untuk dibersihkan, terutama jika lantai rumah Anda berkarpet.
  • Biasakan anak Anda untuk selalu makan di meja dan dalam posisi duduk, bukan tiduran atau sambil bermain dan berlari-lari.
  • Ada kalanya Anda kecewa dan marah karena makanan yang Anda berikan dari satu piring, hanya separuh yang masuk perut sementara separuh lainnya berantakan atau berceceran di mana-mana. Bisa jadi karena dimuntahkan/dilepeh, dibuang ke lantai, atau dimain-mainkan anak di mejanya. Tidak apa-apa, karena itu adalah proses belajar. Terus dampingi anak Anda dengan sabar. Tapi ada saatnya juga dimana Anda menegur anak dengan lembut apabila ia mulai nakal memainkan atau membuang-buang makanannya.
  • Untuk meningkatkan motivasi anak agar mampu untuk makan sendiri sebaiknya anak duduk satu meja dengan anggota keluarga lainnya saat jam makan tiba. Menu boleh tidak sama, tapi anak dapat belajar makan sendiri dari melihat juga meniru orang tua dan anggota keluarga lain makan. Biarkan anak makan sendiri walaupun hasilnya pasti akan berceceran dimana-mana tapi biasanya anak menikmati proses makan dengan caranya sendiri. Berilah semangat dan dorong bayi Anda untuk terus melatih keahlian barunya ini.
  • Ciptakan kegiatan makan tersebut menjadi hal yang menyenangkan bagi anak. Misalnya saja bercerita tentang warna makanan yang dimakannya, kandungan gizinya atau dengan menggunakan piring plastik bergambar binatang. Saat makanan masih penuh, anak tidak bisa melihat gambar di dasar piringnya. Setelah makanan sudah mulai hampir habis anak Anda mulai bisa melihat sebagian gambar tersebut, terus berikan motivasi sampai akhirnya ia akan bisa melihat keseluruhan gambar setelah makanan di piringnya habis.
  • Sebaiknya Anda tidak mengajarkan anak untuk makan sambil bermain dengan mainannya atau sambil menonton TV, karena akhirnya anak menjadi tidak fokus kepada makanan yang harus dimakannya.
  • Makanan yang menarik tentu membuat anak lebih semangat untuk memakannya. Sajikanlah menu bervariasi dengan bermacam jenis makanan yang berbeda setiap hari untuknya.
  • Pemilihan warna makanan yang kontras dan potongan-potongan dalam bentuk-bentuk yang lucu dapat meningkatkan selera makannya.
  • Berikan porsi makanan yang kecil tapi sering. Porsi yang terlalu banyak akan membingungkan anak Anda. Jika makanan yang ada di piringnya sudah habis, anak bisa tambah secara bertahap. Selain itu porsi yang terlalu banyak dapat memungkinkan anak Anda berusaha untuk memasukan semua ke mulutnya sehingga menimbulkan bahaya tersedak.
  • Sebagai orang tua jadilah model yang baik untuk anak Anda yakni misalnya dengan makan di meja makan, selalu menghabiskan makanan Anda dan memilih memakan makanan yang menyehatkan.
  • Agar anak mau memakan makanannya saat jam makan sebaiknya kurangi cemilan atau jajanan di antara jam makan.
  • Berikan anak susu setelah menghabiskan makannya. Bila Anda memberikan susu sebelum jam makan, maka dikhawatirkan buah hati Anda akan merasa kenyang dan tidak berminat untuk memakan makanannya.
  • Selain finger food, Anda juga bisa mulai memberikan kentang rebus yang dihaluskan atau bubur nasi di mangkoknya dan sebuah sendok. Dampingi anak dan ajarkan secara perlahan cara memegang sendok, bila perlu genggam tangan anak secara bersama-sama. Selanjutnya biarkan si kecil belajar mengkoordinasikan tangan, mata dan otaknya untuk mulai menyendok makanan dan memasukkannya ke mulut.
  • Biasanya anak lebih tertarik dengan makanan yang ada di piring orang lain,misalnya saja piring Anda. Biarkan anak mengambil makanan dari piring Anda asalkan memang makanan tersebut boleh dimakan untuk anak sesuai dengan usianya dan tidak pedas.
  • Belajar makan adalah salah satu hal yang harus dikuasai anak. Butuh waktu dan kesabaran. Oleh sebab itu sebaiknya Anda tidak memaksa anak Anda untuk menghabiskan makanannya dengan cepat, untuk mencegah anak Anda tersedak.
  • Untuk anak yang lebih besar, pilihan finger food yang diberikan kepada anak Anda bisa semakin bervariasi misalnya saja mini kroket daging cincang, sate buah, bola-bola kentang, mini pancake, ikan dan ayam goreng berbalur tepung roti.
  • Jangan lupa untuk memberikan tepuk tangan, pelukan atau kata-kata pujian apabila anak Anda sanggup menghabiskan dan makan makanannya sendiri.

Demikian tipsnya, semoga bermanfaat!



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

FOLLOW INFORMASITIPS

ARTIKEL PILIHAN

NEWSLETTER

Dapatkan Informasi dan Tips terbaru langsung ke Email Anda. Masukkan alamat Email Anda di bawah ini, kemudian klik langganan: