Informasi dan Tips – informasitips.com

Efek Rumah Kaca dan Pencegahannya

informasitips.comApa itu efek rumah kaca? Efek rumah kaca atau dikenal juga dengan sebutan Greenhouse Effect dapat menimbulkan global warming atau pemanasan global, yaitu sebuah kondisi dimana suhu bumi memanas akibat timbunan gas-gas buangan di udara.

Gas-gas buangan itu disebut juga dengan istilah gas rumah kaca, karena keberadaan gas-gas tersebut di udara memberikan efek layaknya rumah kaca, yaitu menyerap dan menahan panas di dalamnya sehingga suhu di sekitarnya menjadi panas.

Pemanasan global menyebabkan kondisi cuaca ekstrim dan tidak menentu. Misalnya, pagi dan siang terasa panas luar biasa, sementara sore dan malam hari turun hujan sangat deras. Contoh lainnya, di suatu daerah terjadi banjir besar, sementara di bagian daerah lainnya terjadi kekeringan.

Mengapa gas rumah kaca dapat menimbulkan pemanasan global?
Gas rumah kaca terakumulasi sehingga merusak lapisan ozon. Akibatnya, cahaya matahari yang masuk ke bumi tidak lagi mampu disaring dengan baik oleh lapisan ozon, sehingga terjadilah peningkatan suhu yang cukup tinggi (panas) di permukaan bumi.

Selain itu, gas-gas rumah kaca juga akan menyerap dan menahan panas bumi yang masuk. Akibatnya, panas yang masuk ke bumi terperangkap, sehingga membuat suhu bumi meningkat dan bumi terasa semakin panas.

Beberapa contoh gas-gas rumah kaca adalah, gas karbon dioksia (CO2), belerang dioksida, nitrogen dioksida, dan nitrogen monoksida.

Gas karbon dioksida (CO2) dikenal sebagai kontributor utama penyebab terjadinya efek rumah kaca. Belerang dioksida, nitrogen dioksida dan nitrogen monoksida (NO), serta beberapa senyawa organik seperti gas metana dan klorofluorokarbon (CFC) juga termasuk kontributor penyebab terjadinya efek rumah kaca.

Gas karbon dioksida (CO2) maupun gas-gas buangan lainnya (gas rumah kaca) biasanya dihasilkan dari berbagai sumber, diantaranya adalah asap hasil pembakaran pabrik, asap kendaraan bermotor dan sebagainya. Gas-gas tersebut akan menguap di udara dan jika tidak ada sistem sirkulasi di bumi yang mampu menyerapnya, maka gas-gas tersebut jelas akan sangat mengganggu suhu bumi.

Bahaya efek rumah kaca

Mengapa efek rumah kaca berbahaya? Sebagai salah satu contoh sederhana adalah saat Anda berjalan di bawah terik matahari. Dari waktu ke waktu bisa Anda bandingkan suhu panas yang kian berbeda kekuatannya. Rasa panas yang menyengat tersebut salah satunya disebabkan oleh pengaruh efek rumah kaca yang kian meluas.

Diperkirakan suhu bumi terus meningkat sebesar 1 – 5 derajat Celcius.
Dampak lain yang paling ditakuti dari efek rumah kaca adalah proses mencairnya es di bagian kutub utara. Dengan mencairnya es di daerah kutub, maka lama kelamaan permukaan air laut akan meningkat. Tak hanya itu, efek rumah kaca juga berdampak pada pengaruh perubahan iklim bumi yang cukup ekstrim, sehingga jangka waktu atau kondisi sebuah musim terkadang sulit untuk diprediksi waktunya.

Efek Rumah Kaca

Disamping hal-hal di atas, efek rumah kaca juga akan mengakibatkan terganggunya keseimbangan biologis kehidupan ekosistem di laut sehingga dapat meningkatkan jumlah ganggang yang hidup di lautan. Beberapa jenis ganggang tersebut ada yang akan dapat mengeluarkan racun sehingga membahayakan kehidupan di laut dan juga akan meracuni manusia yang memakan hasil laut tersebut.

Upaya mencegah efek rumah kaca

Setelah memerhatikan begitu banyaknya dampak yang akan ditimbulkan dari efek rumah kaca tersebut, maka sudah selayaknya sebagai sesama penduduk bumi kita saling bahu-membahu berupaya untuk mencegah meluasnya pemanasan global supaya tidak semakin parah.

Bagaimana upaya strategis yang bisa kita lakukan untuk mengurangi efek rumah kaca tersebut? Berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan secara sinergis oleh para penduduk bumi:

  1. Menciptakan dan menggunakan bahan bakar ramah lingkungan

    Tahukah Anda bahwa gas karbon dioksida cukup besar disumbangkan dari asap kendaraan bermotor yang tidak ramah lingkungan. Oleh karena itu, Anda perlu memilih bahan bakar alternatif seperti biodiesel.

    Biodiesel merupakan bahan bakar yang dibuat dari berbagai lemak tanaman ataupun hewan yang ramah lingkungan.

    Ada banyak tanaman yang bisa dijadikan sebagai sumber lemak untuk pembuatan bahan bakar, diantaranya adalah biji jarak, zaitun, bunga matahari dan sebagainya.

    Sementara dari jenis lemak hewani, lemak ayam merupakan bahan murah yang mudah didapat dan bisa dibuat sebagai bahan bakar ramah lingkungan. Saat ini telah banyak ditemukan berbagai penelitian tentang biodiesel. Penggunaan biodiesel secara jelas akan membantu mengurangi efek rumah kaca.

  2. Penghijauan di muka bumi

    Tanaman hijau merupakan salah satu solusi utama untuk mengurangi timbunan gas karbon dioksida di udara. Dimana pada proses fotosintesis tanaman, gas tersebut dibutuhkan sebagai komponen utama. Oleh karena itu, dengan melakukan penghijauan melalui penanaman pohon atau pemeliharaan hutan-hutan lindung di muka bumi, secara langsung akan membantu menyerap timbunan gas rumah kaca di udara, sehingga kondisi udara pun dapat disaring dan akhirnya bersih kembali.

    Selain menyerap gas rumah kaca karbon dioksida, pepohonan juga akan menghasilkan oksigen ke lingkungan, dan bila semakin banyak pohon makan akan semakin banyak oksigen yang dilepaskan ke lingkunang, dan dampaknya nanti akan membuat bumi terasa sejuk.

    Gerakan menanam pohon merupakan langkah mudah untuk mencegah efek rumah kaca.

  3. Hemat listrik

    Upaya pencegahan pemanasan global sebagai efek rumah kaca juga dapat kita lakukan dari hal-hal yang sederhana di rumah. Misalnya, dengan cara hemat listrik. Meskipun listrik tidak mengeluarkan emisi karbon, tetapi pembangkit listrik PLN menggunakan bahan bakar fosil yang termasuk juga sebagai penyumbang terbesar emisi gas rumah kaca.

    Jika tidak digunakan, sebaiknya matikan listrik. Jangan biarkan alat-alat elektronik di rumah berada dalam keadaan standby. Bila tidak terlalu diperlukan, sebaiknya batasi juga penggunaan alat-alat listrik seperti AC.

  4. Hemat kantung plastik
    Sebaiknya hindari terlalu banyak menggunakan kantung plastik, karena hampir semua sampah plastik menghasilkan gas berbahaya ketika dibakar.

Semoga kita semua semakin sadar akan pentingnya menjaga lingkungan di Bumi ini. Semoga bermanfaat.

Baca juga:

Pemanasan Global: Penyebab, Proses Terjadinya, Dampak dan Penanggulangannya

Penyebab Pemanasan Global (Global Warming)

Proses Terjadinya Pemanasan Global

Dampak dari Pemanasan Global

8 Bahaya dari Pemanasan Global yang Mengancam Kehidupan

Cara Sederhana Mengatasi Pemanasan Global

Mengapa Suhu Bumi terus Meningkat?



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *